Rehabilitasi

Pencanangan Layanan Rehabilitasi berbasis Masyarakat (RBM) dan Agent Pemulihan Dalam Rangka Mewujudkan Desa Bersinar

Dibaca: 1 Oleh 15 Mei 2019November 7th, 2020Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H, Didampingi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M. Si,  Deputi Pencegahan BNN RI, Irjen Pol Drs. Ali Johardi, SH, MH, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Drs. Dunan Ismail Isja, MM serta Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH .
Membuka kegiatan Pencanangan Layanan Rehabilitasi berbasis Masyarakat (RBM) dan Agent Pemulihan Dalam Rangka Mewujudkan Desa Bersinar 2019 di Provinsi Bali pada hari Rabu (15/05)  bertempat di Jalan Pemogan no 153 Denpasar Selatan,Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh Seluruh Kepala BNNK Badung , tokoh masyarakat Pemogan, para petugas kesehatan, karang taruna, PKK, Babinsa, Babinkamtibmas dan Masyarakat.

Tujuan RBM yaitu mengidentifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan penjangkauan untuk mempermudah akses layanan, memberikan dukungan kesehatan dan sosial serta spiritual, melakukan rujukan ke layanan, melibatkan keluarga agar turut serta menjamin bahwa layanan rehabilitasi bisa terus berjalan. Agen pemulihan bertugas menerima laporan dari masyarakat. Klien-klien yang telah menyelesaikan terapi agar tetap dimonitor untuk menjaga pemulihan. Adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masing-masing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan. Diharapkan semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri, keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika. Ada 654 daerah rawan narkoba Di Indonesia , Bali mendapatkan 3 daerah wilayah rawan dan dari wilayah tersebut berbeda pula penyalahguna an narkoba, untuk wilayah seminyak dominan penggunaan heroin, daerah pemogan ada pengguna sabu dan Tabanan mayoritas ganja” tambah Kepala BNN RI.

Data rehabilitasi pada tahun 2019 sampai Bulan Mei 2019 ini sejumlah 92 orang ,dimana data ini didapatkan dari voluntary, Compulsary TAT,Serta Compulsary Operasi. Dimana Sebanyaj 84 orang adalah pria Dan 8 orang wanita. Pada tahun 2018 layanan Pascarehabilitasi yang terdiri dari 3 komponen yaitu rumah damping, pasca rehabilitasi reguler dan rawat jalan lanjut mempunyai capaian 221 sama dengan 92 persen serta Drop Out (DO) Sebanyak 2,7 persen. Tantangan kedepannya adalah Bagaimana memberdayakan perangkat desa agar desa memiliki daya tahan agar memiliki ketahanan. Khususnya optimalisasi babinsa dan babinkamtibmas.
Kedepannya agar dalam setiap kegiatan agama dimasukkan program P4GN dimana dalam Inpres no 6 tahun 2018 agar semua instansi melaksanakan program P4GN maka itu BNN mendorong semua instansi bergerak ,bahkan (14/05) lalu Gubernur Bali telah membuat aturan bahkan menandatangani pararem secara serentak

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel