Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Jumat, 26 Oktober 2018

Sidang Disiplin Jatuhkan Sanksi Berat, Oknum Asn BNNK Bone Bolango Terancam “Turun Pangkat dan Demosi”

Gorontalo – Sidang pelanggaran disiplin berat terhadap oknum ASN BNNK Bone Bolango berinisial AA alias Kib kembali dilanjutkan di kantor BNNK Bone Bolango. (12/10)Sidang yang dipimpin oleh Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd , M.Si merupakan sidang pelanggaran disiplin kedua setelah dilakukan sidang disiplin yang pertama tanggal 05 Oktober 2018 silam.Seperti yang diketahui, AA alias Kib diduga melakukan pelanggaran PP Nomor 53 tahun 2010 pasal 3 ayat 11 yakni  tidak masuk kerja dan menaati jam kerja lebih dari 45 hari kerja.Sidang disiplin kali ini yakni pembacaan tuntutan dari Penuntut Umum, AKP Fredy Rubai, SH., setelah mendengarkan keterangan saksi bahwa AA tidak masuk kerja sebanyak 247 hari kerja terhitung mulai bulan Juli 2017 s.d. Februari 2018.“Setelah mendengarkan keterangan saksi, bahwa Terperiksa (AA : red) tidak masuk kerja selama 178 hari tahun 2017 dan 69 hari pada tahun 2018”, ungkap Fredy.“Jadi tuntukan kami kepada terperiksa sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf a dan b dengan hukuman yakni penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun dan pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah (demosi : red)”, ungkap Polisi yang juga mantan Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Bone Bolango iniSidang lanjutan yang diskorsing (penundaan sementara waktu :red) selama 2 kali ini berlangsung alot karena Pembela tidak setuju dengan tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum.“Sesuai tuntutan dari penuntut umum bahwa terperiksa diberi tuntutan sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf a dan b. Namun beliau juga sebagai manusia sudah mengakui kesalahannya dan dengan sadar bahwa kesalahannya itu tidak akan diulanginya lagi”, ungkap Mulyati Imran, SKM selaku Pembela.“Jadi saya berharap tuntutan ini bisa dikurangi dengan hukuman pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf b”, tambah Pembela yang juga sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Bone Bolango ini.



Jumat, 26 Oktober 2018

Terapkan kurikulum anti Narkoba Di Sekolah Dasar, Tangkal Bahaya Narkoba Sejak Dini

Gorontalo – Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena jika anak Sekolah Dasar (SD : red) sudah menyalahgunakan Narkoba, bisa dipastikan 10 sampai 15 tahun kemudian Indonesia akan kehilangan generasi emasnya.Hal itulah yang disampaikan oleh Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Drs. Oneng Subroto, SH., MH. kala memberikan sambutan pada kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (BANGWAWAN) di institusi pendidikan se-kabupaten Bone Bolango bertempat di Hotel Amaris, Gorontalo. (15/10)Kegiatan yang mengangkat tema “Penerapan Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba di Institusi Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar” mengundang 29 Kepala Sekolah Dasar se-kabupaten Bone Bolango.Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Drs. Oneng Subroto, SH., MH. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan upaya pencegahan bagi anak-anak Sekolah Dasar karena anak-anak SD adalah generasi penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuju generasi emas 2045.“Kalau anak-anak kita termakan bujuk rayu Narkoba, bisa dipastikan Negara ini akan hancur. Oleh karenanya, kami mengapresiasi upaya pemerintah Bone Bolango, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango dan BNNK Bone Bolango yang telah melaksanakan kegiatan ini”, tegas Subroto kala membuka kegiatan ini.“Semoga setelah kegiatan ini, anak-anak kita dapat lebih memahami dan mewaspadai akan bahaya yang ditimbulkan oleh Narkoba agar anak-anak kita dapat meningkatkan kedisiplinan dan semangat untuk terus berprestasi”, tambah Polisi berpangkat Jenderal Bintang Satu ini.Senada dengan penyampaian Subroto, Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa penerapan kurikulum terintegrasi Anti Narkoba sebagai pencegahan dini bagi anak-anak sekolah dasar untuk menghadapi ancaman bahaya darurat Narkoba.“Untuk penerapan kurikulum terintegrasi Anti Narkoba baru kita uji coba di beberapa Sekolah Dasar yang mana dalam kurikulum ini kita sisipkan pengetahuan bahaya Narkoba disetiap mata pelajaran”, jelas Haris.“Harapan kami setelah kegiatan ini, seluruh sekolah dasar di kabupaten Bone Bolango bisa menerapkan kurikulum ini, bahkan kedepannya bukan hanya untuk tingkat sekolah dasar, mungkin bisa sampai ke tingkat SMP, SMA, bahkan sampai Perguruan Tinggi”, tambahnya.Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNNK Bone Bolango dengan 39 Sekolah Dasar di BNNK Bone Bolango.#stopnarkoba(Man/BNNP_Gtlo) 


Jumat, 26 Oktober 2018

Sidang Disiplin Jatuhkan Sanksi Berat, Oknum Asn BNNK Bone Bolango Terancam “Turun Pangkat dan Demosi”

Gorontalo – Sidang pelanggaran disiplin berat terhadap oknum ASN BNNK Bone Bolango berinisial AA alias Kib kembali dilanjutkan di kantor BNNK Bone Bolango. (12/10)Sidang yang dipimpin oleh Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd , M.Si merupakan sidang pelanggaran disiplin kedua setelah dilakukan sidang disiplin yang pertama tanggal 05 Oktober 2018 silam.Seperti yang diketahui, AA alias Kib diduga melakukan pelanggaran PP Nomor 53 tahun 2010 pasal 3 ayat 11 yakni  tidak masuk kerja dan menaati jam kerja lebih dari 45 hari kerja.Sidang disiplin kali ini yakni pembacaan tuntutan dari Penuntut Umum, AKP Fredy Rubai, SH., setelah mendengarkan keterangan saksi bahwa AA tidak masuk kerja sebanyak 247 hari kerja terhitung mulai bulan Juli 2017 s.d. Februari 2018.“Setelah mendengarkan keterangan saksi, bahwa Terperiksa (AA : red) tidak masuk kerja selama 178 hari tahun 2017 dan 69 hari pada tahun 2018”, ungkap Fredy.“Jadi tuntukan kami kepada terperiksa sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf a dan b dengan hukuman yakni penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun dan pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah (demosi : red)”, ungkap Polisi yang juga mantan Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Bone Bolango iniSidang lanjutan yang diskorsing (penundaan sementara waktu :red) selama 2 kali ini berlangsung alot karena Pembela tidak setuju dengan tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum.“Sesuai tuntutan dari penuntut umum bahwa terperiksa diberi tuntutan sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf a dan b. Namun beliau juga sebagai manusia sudah mengakui kesalahannya dan dengan sadar bahwa kesalahannya itu tidak akan diulanginya lagi”, ungkap Mulyati Imran, SKM selaku Pembela.“Jadi saya berharap tuntutan ini bisa dikurangi dengan hukuman pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah bagi PNS yang menduduki jabatan struktural atau fungsional tertentu yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 36 (tiga puluh enam) sampai dengan 40 (empat puluh) hari kerja sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 pasal 10 ayat 9 huruf b”, tambah Pembela yang juga sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Bone Bolango ini.


Jumat, 26 Oktober 2018

Terapkan kurikulum anti Narkoba Di Sekolah Dasar, Tangkal Bahaya Narkoba Sejak Dini

Gorontalo – Mencegah lebih baik daripada mengobati, karena jika anak Sekolah Dasar (SD : red) sudah menyalahgunakan Narkoba, bisa dipastikan 10 sampai 15 tahun kemudian Indonesia akan kehilangan generasi emasnya.Hal itulah yang disampaikan oleh Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Drs. Oneng Subroto, SH., MH. kala memberikan sambutan pada kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (BANGWAWAN) di institusi pendidikan se-kabupaten Bone Bolango bertempat di Hotel Amaris, Gorontalo. (15/10)Kegiatan yang mengangkat tema “Penerapan Kurikulum Terintegrasi Anti Narkoba di Institusi Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar” mengundang 29 Kepala Sekolah Dasar se-kabupaten Bone Bolango.Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol Drs. Oneng Subroto, SH., MH. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan perwujudan upaya pencegahan bagi anak-anak Sekolah Dasar karena anak-anak SD adalah generasi penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuju generasi emas 2045.“Kalau anak-anak kita termakan bujuk rayu Narkoba, bisa dipastikan Negara ini akan hancur. Oleh karenanya, kami mengapresiasi upaya pemerintah Bone Bolango, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango dan BNNK Bone Bolango yang telah melaksanakan kegiatan ini”, tegas Subroto kala membuka kegiatan ini.“Semoga setelah kegiatan ini, anak-anak kita dapat lebih memahami dan mewaspadai akan bahaya yang ditimbulkan oleh Narkoba agar anak-anak kita dapat meningkatkan kedisiplinan dan semangat untuk terus berprestasi”, tambah Polisi berpangkat Jenderal Bintang Satu ini.Senada dengan penyampaian Subroto, Kepala BNNK Bone Bolango, Abd. Haris Pakaya, S.Pd., M.Si. menjelaskan bahwa penerapan kurikulum terintegrasi Anti Narkoba sebagai pencegahan dini bagi anak-anak sekolah dasar untuk menghadapi ancaman bahaya darurat Narkoba.“Untuk penerapan kurikulum terintegrasi Anti Narkoba baru kita uji coba di beberapa Sekolah Dasar yang mana dalam kurikulum ini kita sisipkan pengetahuan bahaya Narkoba disetiap mata pelajaran”, jelas Haris.“Harapan kami setelah kegiatan ini, seluruh sekolah dasar di kabupaten Bone Bolango bisa menerapkan kurikulum ini, bahkan kedepannya bukan hanya untuk tingkat sekolah dasar, mungkin bisa sampai ke tingkat SMP, SMA, bahkan sampai Perguruan Tinggi”, tambahnya.Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNNK Bone Bolango dengan 39 Sekolah Dasar di BNNK Bone Bolango.#stopnarkoba(Man/BNNP_Gtlo) 



Terkini


Jumat, 26 Oktober 2018

Kerja Bersama Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendidikan dan Dakwah

Gorontalo–Permasalahan Narkoba memang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Untuk melakukannya harus melibatkan beberapa stakeholder agar program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bisa berjalan secara sistematis, masif, dan terstruktur.Hal inilah yang mendorong BNNP Gorontalo, khususnya bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Gorontalo membahas Kesepakatan Kerja Bersama pada Rapat Koordinasi dalam Rangka Pembahasan Rumusan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) bertempat di ruang Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. (05/10)Rapat yang melibatkan 20 peserta dari unsure BNNP Gorontalo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Provinsi Gorontalo, MajelisUlama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, dan Kwartir Daerah (KWARDA) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo ini mengangkat tema “Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba melalui Diseminasi Informasi Berbasis Pendidikan dan Dakwah”.Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud, SE menjelaskan bahwa perlunya sinergi dengan beberapa stakeholder untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba karena jika hanya dibebankan kepada BNN ataupun aparat Kepolisian, program P4GN tidak akan berhasil.“Oleh karenanya, kami mencoba menggali potensi yang ada pada stakeholder untuk kita sinergikan dan singkronkan agar menjadi kekuatan yang besar dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba”, ungkap Muchars.Kegiatan yang juga merupakan Proyek Perubahan dari Abd. Muchars Daud ini menitik beratkan pada dua aspek pencegahan, yakni pendidikan dan dakwah.“Dua aspek ini merupakan aspek dasar dari kehidupan masyarakat dan jika kita sukses mencegah penyalahgunaan narkoba menggunakan dua aspek ini, saya rasa banyak masyarakat yang terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba”, pungkas Muchars.Dari segi pendidikan menurut Muchars, perlunya pemahaman bahaya narkoba dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi kita agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan Narkoba. Dari segi dakwah, bisa disisipkan materi-materi Narkoba di setiap kegiatan keagamaan ataupun khutbah dan ceramah keagamaan, karena menurut Muchars, dakwah inilah yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat.“Oleh karenanya, kami berharap kepada masing-masing stakeholder untuk bekerja bersama untuk menanggulangi permasalahan Narkoba ini”, tambahnya. #stopnarkoba(Rey/BNNP_Gtlo)


Jumat, 26 Oktober 2018

Kerja Bersama Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendidikan dan Dakwah

Gorontalo–Permasalahan Narkoba memang tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak. Untuk melakukannya harus melibatkan beberapa stakeholder agar program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bisa berjalan secara sistematis, masif, dan terstruktur.Hal inilah yang mendorong BNNP Gorontalo, khususnya bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Gorontalo membahas Kesepakatan Kerja Bersama pada Rapat Koordinasi dalam Rangka Pembahasan Rumusan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) bertempat di ruang Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. (05/10)Rapat yang melibatkan 20 peserta dari unsure BNNP Gorontalo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) Provinsi Gorontalo, MajelisUlama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, dan Kwartir Daerah (KWARDA) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo ini mengangkat tema “Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba melalui Diseminasi Informasi Berbasis Pendidikan dan Dakwah”.Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud, SE menjelaskan bahwa perlunya sinergi dengan beberapa stakeholder untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba karena jika hanya dibebankan kepada BNN ataupun aparat Kepolisian, program P4GN tidak akan berhasil.“Oleh karenanya, kami mencoba menggali potensi yang ada pada stakeholder untuk kita sinergikan dan singkronkan agar menjadi kekuatan yang besar dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba”, ungkap Muchars.Kegiatan yang juga merupakan Proyek Perubahan dari Abd. Muchars Daud ini menitik beratkan pada dua aspek pencegahan, yakni pendidikan dan dakwah.“Dua aspek ini merupakan aspek dasar dari kehidupan masyarakat dan jika kita sukses mencegah penyalahgunaan narkoba menggunakan dua aspek ini, saya rasa banyak masyarakat yang terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba”, pungkas Muchars.Dari segi pendidikan menurut Muchars, perlunya pemahaman bahaya narkoba dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi kita agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan Narkoba. Dari segi dakwah, bisa disisipkan materi-materi Narkoba di setiap kegiatan keagamaan ataupun khutbah dan ceramah keagamaan, karena menurut Muchars, dakwah inilah yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat.“Oleh karenanya, kami berharap kepada masing-masing stakeholder untuk bekerja bersama untuk menanggulangi permasalahan Narkoba ini”, tambahnya. #stopnarkoba(Rey/BNNP_Gtlo)


Jumat, 26 Oktober 2018

Buka Puasa Bersama Anak – Anak Panti Asuhan

Gorontalo – Bulan ramadhan adalah bulan yang baik untuk melakukan ibadah. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas iman manusia, salah satunya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosialHal inilah yang dilakukan BNNP Gorontalo kala menyambangi Panti Asuhan Al-Hijrah untuk melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama keluarga besar BNNP Gorontalo dengan Panti Asuhan Al-Hijrah Kec.Dungingi, Kota Selatan. (07/06)Dihadapan 45 anak-anak dan beberapa pengurus panti asuhan, Kepala BNNP Gorontalo menjelaskan bahwa pelaksanaan Buka Bersama kali ini bertujuan untuk melihat dan merasakan kondisi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan.“Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana pelaksanaannya di kantor BNNP Gorontalo dan mengundang anak-anak di 3 panti asuhan, kali ini kami yang turun langsung untuk melihat dan merasakan kondisi buka puasa bersama anak-anak yatim di panti asuhan”, ungkap Subroto“Selain itu, kami juga mengundang Kepala BNNK/Kota se-provinsi Gorontalo untuk sama-sama melaksanakan Buka Puasa Bersama sekaligus dirangkaikan dengan Nuzulul Qur’an dan Pencanangan Pra HANI 2018”, tambahnya.Kegiatan Buka Puasa ini juga dilanjutkan dengan tausiah ramadhan oleh Ustadz Syarifudin Mahmud. Dalam tausiahnya, Syarifudin menyampaikan beberapa keutamaan bulan suci ramadhan dan hak-hak anak yatim.Pada kegiatan ini juga, Kepala BNNP Gorontalo beserta Pejabat di lingkungan BNNP Gorontalo memberikan santunan kepada 45 anak-anak panti asuhan Al-Hijrah. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama sekaligus sholat Maghrib berjama’ah. #stopnarkoba(Rey & Man/BNNP_Gtlo)


Jumat, 26 Oktober 2018

Buka Puasa Bersama Anak – Anak Panti Asuhan

Gorontalo – Bulan ramadhan adalah bulan yang baik untuk melakukan ibadah. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas iman manusia, salah satunya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosialHal inilah yang dilakukan BNNP Gorontalo kala menyambangi Panti Asuhan Al-Hijrah untuk melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama keluarga besar BNNP Gorontalo dengan Panti Asuhan Al-Hijrah Kec.Dungingi, Kota Selatan. (07/06)Dihadapan 45 anak-anak dan beberapa pengurus panti asuhan, Kepala BNNP Gorontalo menjelaskan bahwa pelaksanaan Buka Bersama kali ini bertujuan untuk melihat dan merasakan kondisi anak-anak panti asuhan di bulan Ramadhan.“Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana pelaksanaannya di kantor BNNP Gorontalo dan mengundang anak-anak di 3 panti asuhan, kali ini kami yang turun langsung untuk melihat dan merasakan kondisi buka puasa bersama anak-anak yatim di panti asuhan”, ungkap Subroto“Selain itu, kami juga mengundang Kepala BNNK/Kota se-provinsi Gorontalo untuk sama-sama melaksanakan Buka Puasa Bersama sekaligus dirangkaikan dengan Nuzulul Qur’an dan Pencanangan Pra HANI 2018”, tambahnya.Kegiatan Buka Puasa ini juga dilanjutkan dengan tausiah ramadhan oleh Ustadz Syarifudin Mahmud. Dalam tausiahnya, Syarifudin menyampaikan beberapa keutamaan bulan suci ramadhan dan hak-hak anak yatim.Pada kegiatan ini juga, Kepala BNNP Gorontalo beserta Pejabat di lingkungan BNNP Gorontalo memberikan santunan kepada 45 anak-anak panti asuhan Al-Hijrah. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan Buka Puasa Bersama sekaligus sholat Maghrib berjama’ah. #stopnarkoba(Rey & Man/BNNP_Gtlo)


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP BALI

248

Total Kasus Narkoba

261

Total Tersangka Kasus Narkoba

16,740

Total Pasien Penyalahgunaan

149

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi