Pencegahan

Asistensi Penguatan Pembangunan Anti Narkoba dengan Instansi Pemerintah dan Swasta

Dibaca: 1 Oleh 15 Agu 2019November 7th, 2020Tidak ada komentar
Asistensi Penguatan Pembangunan Anti Narkoba dengan Instansi Pemerintah dan Swasta
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, karena sudah menyasar ke semua golongan baik Pemerintah maupun Swasta. Untuk mengatasinya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berupaya untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba. Salah satunya dengan menggelar Asistensi Penguatan Pembangunan Anti Narkoba dengan Instansi Pemerintah dan Swasta bertempat di Warung Mina Dalung, Kabupaten Badung, Jumat 16 Agustus 2019.

Pengguna Narkoba sering didominasi oleh kalangan muda. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali lebih mengedepankan pencegahan bahaya Narkoba dengan memberikan desiminasi informasi P4GN pada tingkatan ini secara lebih dini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk meningkatkan kesadaran para generasi muda akan bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada generasi muda terkait bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing- masing. “Ungkap Kabid P2M BNNP Bali” ,upaya yang harus dilakukan oleh para generasi muda untuk menanggulangi permasalahan narkoba di lingkungannya adalah dengan berperan aktif sebagai relawan/ satgas anti narkoba. Komitmen ini menjadi penting dengan tujuan meminimalisir angka prevalensi penyalahguna narkoba untuk mengajak masyarakat menolak dan nyatakan perang terhadap peredaran gelap narkoba. Narasumber mengajak masyarakat yang telah menjadi korban penyalahguna narkoba untuk secara¬†sukarela melaporkan diri ke pihak terkait (BNN) agar mendapatkan layanan pemulihan dari kecanduan (adiksi). Narasumber juga menekankan, Pemberantasan Narkoba bukan menjadi tugas BNN semata. Saat ini pemerintah sudah menetapkan bangsa Indonesia darurat narkoba, oleh karena itu pemberantasan dan pencegahan penggunaan Narkoba harus dilakukan bersama baik itu dri masyarakat umum, intansi pemerintah dan swasta selalu bersinergi dalam memerangi Narkoba.

Acara dilanjutkan dgn pemaparan materi kedua dari Bu Mirah yaitu membahas tentang proses komunikasi. Narasumber mengatakan kominikasi efektif adalah proses pertukaran pesan atau pengirim (sender/komunikator) kepada penerima (receiver/komunikasi) sehingga terjadi kesepakatan. Proses komunikasi yg efektif adalah hrus diimbangin dengan time (waktu yg tepat), tone (intonasi dan suasana hati/mood yg baik), technique (diawali dgn komentar yg positif, jgn menyalahkan orang lain, truth (bercara sesuai kenyataan). Adapun langkah2 komunikasi yg efektif adalah: menemukan topik pembicaraan yg jelas,ada persiapan data2 yg akan dibicarakan, berbicara yg terstruktur (terperinci), menggunakan kata2 yg mudah dimengertomi dgn lawan bicara, memberikan informasi agar mudah dimengerti dgn lawan bicara, selalu percaya diri dlm berkominikasi. Narasumber jg mengatakan kunci dari berkomunikasi adalah dimulai dari keluarga. Dengan melakukan komunikasi yg baik dgn keluarga baik itu dgn anak, suami atau istri serta orang tua, maka dari komunikasi yg baik inilah kita bisa memantau perkembangan anak dlm pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel