Rehabilitasi

Pembukaan Pembekalan IBM Bagi BNN Kabupaten/ Kota

Dibaca: 0 Oleh 03 Sep 2020November 7th, 2020Tidak ada komentar
Pembukaan Pembekalan IBM Bagi BNN Kabupaten/ Kota
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Salah satu implementasi kebijakan teknis di bidang rehabilitasi adalah bagaimana mendorong pelibatan masyarakat dalam upaya rehabilitasi terhadap pengguna narkoba. Karena masalahnya ada di masyarakat dan potensi sumber untuk menanganinya pun ada di masyarakat. Maka PBM menjadi suatu kebutuhan karena dimulai dari keluarga sebagai suatu tatanan miniatur masyarakat. Pemegang kebijakan dalam hal ini adalah BNNP untuk tingkat Provinsi dan BNNK/Kota untuk tingkat Kabupaten/ Kota.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, SH., dimana dalam pembukaannya menyampaikan kondisi di lapangan dan evaluasi laporan masyarakat. Beberapa korban/keluarga sudah menyadari akan bahaya narkoba dan mau mencari solusi, namun jumlahnya masih sedikit. Fasilitas pelayanan adiksi napza di Bali masih sangat terbatas dan masyarakat masih tertutup dengan kondisi ketergantungan tersebut serta masih banyak korban/ keluarga kebingungan mencari solusi (kurang informasi dan/atau belum percaya dengan rehabilitasi).

Adapun kebijakan dan strategi bidang rehabilitasi antara lain koordinasi dengan Kemenkes dan Kemensos (rehabilitasi secara komprehensif), standar layanan rehabilitasi (peningkatan mutu layanan), intervensi berbasis masyarakat (PBM dan Agen Pemulihan), dan Pengembangan standar kompetensi SDM.

“Pelaksanaan IBM diharapkan dapat mengurangi stigma, diskriminasi, hambatan geografis, dan kererbatasan sumber daya bagi korban penyalahgunaan narkotika dan masyarakat yang ingin mengakses layanan rehabilitasi. Partisipasi dan keterlibatan masyarakat menjadi modal kuat dalam menurunkan angka prevalensi penyalahguna narkotika di masyarakat dan menjadi langkah awal untuk memperoleh layanan Rehabilitasi sesuai kebutuhan. tutup Ka BNNP Bali.

Kemudian dilanjutkan oleh pemaparan Plt. Kabid Rehabilitasi, tentang pengantar umum, memulai dan merencanakan PBM yang terdiri dari tujuan PBM, prinsip dalam pengelolaan PBM, sasaran PBM, ruang lingkup Kegiatan PBM, dan peran BNNP dan BNNK/ Kota dalam pengelolaan PBM. Diakhir kegiatan dilaksanakan diskusi dan sharing sejauhmana perkembangan PBM di wilayah masing- masing BNNK.

 

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel