Berita Kegiatan

Kunjungan Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam

Dibaca: 1 Oleh 14 Agu 2020November 7th, 2020Tidak ada komentar
Kunjungan Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Dalam rangka sosialisasi, pemantauan dan peninjauan atas Undang-Undang nomor 5 tahun 2018, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang, sebanyak 15 orang Pimpinan DPR RI Bidang Korpolkam yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr. H. Azis Syamsuddin, melaksanakan Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali, pada tanggal 24 Agustus 2020.

Maksud dan tujuan kunjungan kerja dititik beratkan pada kegiatan pemantauan dan peninjauan atas UU No. 5/2018, yakni untuk mengetahui apakah pelaksanaan UU sudah dilaksanakan, aturan pelaksanaannya sesuai tidak dengan maksud dari pembuat undang-undang, serta secara khusus, kegiatan kunjungan ini dilakukan untuk mencari jawaban atas beberapa garis besar permasalahan diatas.

Pada kesempatan ini Wakil Ketua DPR RI, Dr. H. Azis Syamsuddin menjelaskan kepada seluruh peserta, untuk bersama-sama dan bekerja keras dalam upaya mencegah dan menangkal faham radikalisme yang mampu menumbuhkan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

Negara yang memiliki otoritas kewenangan dalam melakukan upaya pencegahan dan penindakan terorisme harus terkoordinasi dengan baik, sehingga Undang-Undang Terorisme harus memastikan terjaminnya fungsi koordinasi antara Polri, TNI, BIN dan BNPT, tidak boleh melampaui batas kewenangan yang dijamin konstitusi, dan tidak mengancam kebebasan sipil dan kebebasan berpendapat warga negara.
Proses hukum law enforcement di bidang terorisme harus tetap menjunjung tinggi dan menjamin dipenuhi hak-hak dasar terduga teroris ketika sedang dalam proses hukum (due process of law). Indonesia saat ini sudah boleh dibilang berada dalam kondisi darurat radikalisme dan dalam batas-batas tertentu terorisme, oleh karena itu negara harus hadir dan lebih kuat mencegahnya.

Pada paparannya Kepala BNNP BALI menyampaikan tentang peran BNNP Bali dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme dimana saat ini Narkoterorisme sebagai sebuah bentuk ancaman bukan merupakan hal baru dalam isu keamanan internasional Pada perkembangannya Narkoterorisme tidak hanya tidak hanya dipahami sebagai aksi aksi teror yang digunakan oleh kelompok narkotika tetapi juga sebagai suatu bentuk kerjasama yang terjalin antara kelompok teror dan kelompok narkotika untuk mencapai tujuan kelompok teror di Indonesia tindak kejahatan Narkoterorisme masih tergolong baru. Dalam perjanjian kerja sama antara BNN RI dan BNPT pada Bulan Oktober 2019 silam, Kepala BNN RI Heru Winarko menyampaikan bahwa Kejahatan narkoba dan terorisme merupakan bahaya laten yang dapat merusak bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama bagi generasi muda. Karena itulah, langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba dan terorisme menjadi upaya strategis dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti. Tentu diperlukan beberapa langkah sinergitas terkait upaya pencegahan dan pemetaan terhadap narkoterorisme di Indonesia ,khususnya Provinsi Bali.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel