• Bali Menjadi Sasaran Peredaran Narkoba, Semua Elemen Mayarakat Harus Berjibaku

    P_20150923_105439

    Diskusi berkaitan dengan kondisi darurat narkoba saat ini diadakan oleh media Bali Post, Rabu(23/09). Diskusi terbatas di Warung 63 Bali Coffee Jalan Veteran Denpasar itu mengundang pembicara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH, Kasat Res Narkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo, Anggota DPRD Prov Bali I Wayan Tagel Arjana ST,Ida Bagus Putu Sudiarta dari yayasan PGRI Bali serta Nyoman Purnajaya dari SMA Negeri 1 Denpasar.

    Diskusi ini dimulai dari pertanyaan tentang pendapat pihak DPRD tentang kondisi peredaran narkoba saat ini di Bali .Pulau Bali menarik perhatian banyak pihak oleh karena itu kasus narkoba tiap tahun meningkat. Pihak BNN dan Kepolisian diharapkan untuk dapat terus bersinergi dalam program pemberantasan masalah narkoba.

    Berikutnya yaitu pendapat dari pihak sekolah tentang peredaran narkoba saat ini yang dicetuskan oleh Nyoman Purnajaya sebagai seorang pendidik di lingkungan SLTA dikatakan diharapkan proses pendampingan anak didik di sekolah yang dikoordinasi dengan lingkungan keluarga di rumah, sebab sering terjadi disinkronisasi antara pendidikan di rumah dan disekolah. Dari pihak aparat kepolisian yang menjadi pembicara kali ini adalah Kasat Res Narkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo, Semua elemen bangsa harus siap turut aktif meningkatkan kewaspadaan terhadap masalah dan musibah narkoba dimana narkoba ini sangat menentukan nasib anak bangsa di masa yang akan datang. Adiksi narkoba menyebabkan ketergantungan yang tentu saja sangat sulit untuk dipulihkan kembali. Data yang didapatkan oleh Polresta Denpasar Medio 2013 dimana kasus penangkapan sebanyak 173 tersangka yang diamankan, tahun berikutnya 2014 sebanyak 243 tersangka dan ditahun 2015 ini periode sampai September sudah diamankan 281 tersangka baru, Tentu saja berdasarkan angka tingkat peredaran narkoba di Bali naik tiap tahun. Dimana 266 kasus yang dikembangkan ditemukan pengguna sekaligus pengedar.
    Ganefo menambahkan bahwa Fenomena yang berkembang saat ini adalah pengedar makin bervariasi modus operandi nya. Untuk wilayah Denpasar kejahatan Narkoba paling banyak menyasar wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Barat.

    Perwakilan Kampus PGRI yaitu I.B Putu Sudiarta memaparkan harapan tentang kerja sama BNN dengan sekolah-sekolah se-Bali. Dimana BNN dan Aparat diharapkan mampu mengadakan penyuluhan dan tes urine berkala kepada Pendidik dan siswa. Masyarakat harus tanggap dan juga mendukung penuh langkah pemerintah ini, dan aparat tentu saja diharapkan untuk tetap bersih dan tidak mempan menerima sogokan.

    Pembicara terakhir yaitu Kepala BNNP Bali memaparkan tentang situasi umum peredaran narkoba saat ini di Bali, dimana BNN telah sangat bekerja keras dalam memberikan informasi dalam bentuk sosialisasi,advokasi,seminar,FGD maupun ceramah ke Berbagai instansi pemerintah maupun swasta. KA BNNP Bali juga menggaris bawahi peran sentral dari Desa Pakraman di tiap wilayah se-Bali. Dimana Desa pakraman memiliki peran penting dalam perkembangan masyarakat. Informasi bahaya penyalahgunaan narkoba dapat disisipkan ke rapat banjar yang dilakukan rutin tiap minggunya. Cikal Bakal pembentukan karakter adalah di lingkungan keluarga inti lingkungan terkecil kemudian beranjak ke lingkungan sekolah. Saat ini BNNP Bali telah merehab 557 orang penyalahguna yang kebanyakan adalah kategori kaum mapan. KA BNNP Bali mengharapkan tiap pihak sebagai warga yang sadar untuk generasi kedepan ikut berperan aktif, contoh kecilnya yaitu pihak sekolah dapat rutin mengundang BNN untuk melakukan sosialisasi narkoba bukan hanya di event Mos namun pertemuan berkala. Pihak universitas dapat juga melakukan menyisipkan pendidikan anti narkoba ini ke mata kuliah umum yang diajarkan oleh dosen sehingga kedepannya generasi kita bisa paham bahaya narkoba dan tentu saja imun terhadap ajakan pihak yang menyebarkan barang haram tersebut.

    Diskusi berjalan hangat dan lancar kesimpulannya semua pihak harus dapat ikut aktif dalam melakukan program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Tugas ini bukan hanya milik BNN Dan aparat namun juga tugas semua anak bangsa yang tetap ingin melihat generasi masa depan berkarya gemilang jauh dari penyakit yang ditimbulkan oleh narkoba.

  • BNN Bali Amankan 6 Tersangka Pengedar Narkoba Jaringan Sidetapa Buleleng

    P_20160125_095628

    Berdasarkan Informasi dari masyarakat Badan Narkotika Nasional provinsi (BNNP) Bali bekerja sama dengan Detasemen C Pelopor Satbrimob Pola Bali Melakukan operasi tangkap tangan pada Jumat(23/01) terhadap 4 (empat) tersangka dengan inisial DM,HF,MY,LG di TKP Pertama yaitu Desa Sidetapa Kabupaten Buleleng dengan mengamankan barang bukti (BB) 1paket sabut sebesar 0,76 gram. Kemudian berdasarkan pengembangan informasi di TKP Pertama tim melakukan pengeledahan di TKP Kedua yaitu Jalan Ki Barak Panji Sakti Singaraja dengan mengamankan 3 (tiga) Tersangka dengan inisial ID,AL dan JY kemudian BB yang diamankan 28 paket sabu dengan tota 9,59 gram. Semua tersangka diancam dengan UU no 35 tahun 2009 dengan pasal 112 dan 114. Total selama 3 bulan terakhir BNNP Bali telah mengamankan 36,78 gram barang bukti narkoba.

  • BNNK TEMUKAN 3 PENGHUNI KOS TERINDIKASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    yeh cani

    Badung, Bali – Dalam rangka menciptakan Wilayah Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Desa Dauh Yeh Cani dalam penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di 6 rumah kost pada Minggu (06/12) berlangsung pukul 05.00 Wita.

    Sementara itu Kepala BNNK Badung Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH didampingi oleh Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Badung, Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin jalannya penertiban. Pihaknya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memproteksi masyarakat dari segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Badung, khususnya di Desa Dauh Yeh Cani. BNNK Badung mengajak para warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya. “Narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan yang serius, sehingga setiap lapisan masyarakat wajib memerangi penyalahgunaan narkoba, termasuk juga warga masyarakat guna tidak terjadi loss generation” ujarnya.
    Selanjutnya Desa Dauh Yeh Cani, I Wayan Sutama, SS, S.Sn “menyampaikan rasa terimakasihnya kepada BNN Kabupaten Badung yang telah melaksakanan penertiban P4GN guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat Desa Dauh Yeh Cani yang dilaksanakan bersamaan dengan sidak kependudukan, dan dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan shock terapi bagi warganya agar tidak melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba” tandasnya.
    Disamping melaksakanan kegiatan penertiban P4GN, BNN juga melakukan kegiatan test urine di lokasi penertiban. Dari hasil test urine ditemukan terdapat 3 (orang) orang penghuni kos yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, jenis Amphetamine dan Metaphetamine.
    Sebelumnya, BNNK juga melakukan penertiban di rumah kos di Banjar Desa Sedang Kelod dan Sedang Kaja pada Sabtu (05/12) dan tidak ditemukan adanya penghuni kosan yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. (Humas BNNK)

  • BNNP BALI AMANKAN 25 KG GANJA ASAL SUMUT

    15626190_179149415887992_925169486773072534_o

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menggagalkan upaya peredaran gelap narkotika jenis Ganja asal Sumatera Utara yang dilakukan oleh jaringan sindikat narkotika. Barang bukti sebanyak 25 kg ganja kering dan 5 gram ganja kering bersama 2 (dua) orang tersangka yang terdiri dari berinisial RN (25) berdomisili di legian dan GR (31) asal Jakarta Timur, berhasil diamankan oleh petugas BNNP Bali di TKP Jalan Sahadewa Legian Badung, pada Senin (19/12) pukul 11.30 wita.
    Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dan informasi didapatkan dari Bidang Pemberantasan BNNP Sumut, didapatkan informasi bahwa adanya pengiriman narkotika jenis ganja dari Bandara Kualanamu Medan ke Bali. Dengan informasi tersebut, Tim Berantas melakukan penyelidikan dan koordinasi dengan instansi terkait yaitu jasa pengiriman yang ada di Denpasar. Dari hasil koordinasi didapatkan bahwa barang tersebut dikirimkan melalui salah satu jasa pengiriman yang berada di Sanur. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga barang tersebut masuk ke Bali tepatnya di ditujukan kepada tersangka RN. Setelah tersangka menerima barang, petugas kemudian melakukan penangkapan dan mengamankan
    Keduanya tertangkap tangan membawa 25 kg Ganja kering dan 5 gram lagi ditemukan di TKP yaitu rumah kos RN. Dengan demikian, jumlah barang bukti narkotika yang disita oleh BNNP Bali adalah sebanyak 25 KG dan 5 Gram ganja kering. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa narkotika tersebut dikirimkan oleh seseorang bernama UD alias Bl dari Pematang Siantar Sumatera Utara. Saat ini kedua tersangka di amankan oleh Tim pemberantasan BNNP Bali untuk dilakukan Pengembangan.
    Ancaman Hukum :
    Tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.
    Dengan pengungkapan ini BNNP Bali telah berhasil menyelamatkan lebih dari 25.000 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. #STOPnarkoba

  • BNNP BALI BONGKAR JARINGAN KEDONGANAN

    16715932_209320302870903_7027847014194860472_o

    Denpasar, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengamankan 3 orang tersangka yang terkait jaringan peredaran narkotika jeni sabu di Daerah Kedonganan Badung. Setelah pengintaian selama beberapa waktu petugas Pemberantasan BNNP Bali pada Rabu (08/02) Pukul 23.10 wita melakukan pengeledahan di rumah tersangka dengan inisial MT (24 tahun) yang beralamat di Jalan Segara Madu Kedonganan. Petugas kemudian menemukan 7 (tujuh) plastik klip kecil berisi kristal bening diduga Metamfetamina (shabu-shabu) dengan berat total 3,88 gram dibelakang lemari plastik.
    Setelah pengeledahan ini, petugas melakukan pengembangan informasi dari tersangka dan mengamankan GAR (25 tahun) pada Kamis (09/02) dengan tempat kejadian perkara Jalan Perjuangan Desa Kelan Kuta, pada dini hari pukul 03.20 wita. Setelah pengeledahan kamar kos tersangka ditemukan barang bukti Narkotika sebanyak 7 (tujuh) plastik klip diduga sabu – sabu didalam bungkus kuaci yang ada di rak piring dengan berat 5,22 gram.
    Dari pengakuan tersangka GAR itu kemudian petugas melakukan penyisiran pada sebuah gang tanpa nama di Jalan Segara Made Desa Kedonganan, dan berhasil mengamankan seorang pria, dengan inisial SK (34 tahun). Pada Kamis (09/02) pada pukul 04.00 Wita Pada saat dilakukan penggeledahan badan tersangka ditemukan satu plastik klip kecil berisi sabu Kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan kamar kos tersangka petugas kembali menemukan 7 klip kecil berisi sabu, dan total keseluruhan berat barang bukti sabu tersebut adalah 6,39 gram.
    Saat dilakukan penangkapan SK, petugas juga mengamankan tiga orang rekan tersangka yang sedang mengunakan sabu, masing-masing SD (25 tahun) dengan alamat Gunung Lawu Nusa dua, MS (25 tahun) dengan alamat jalan Segara Madu Kedonganan dan MS ( 29 tahun) alamat Jimbaran Badung. Kemudian ketiga rekan tersangka dilakukan tes urine dan positif sabu. Maka ketiga tersangka beserta barang bukti diamankan ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan terkait jaringan lain. Ketiga tersangka dijerat pasal 112, 114 dan 127 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

  • BNNP Bali Nyatakan Dukungan Untuk Operasi Bersinar Rupatama Polda Bali 2016

    IMG-20160322-WA0002

    Nyatakan perang dengan Narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali mendukung serta bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Bali bersama BNN, TNI didukung beberapa stakeholder terkait gelar Operasi Bersinar 2016 dalam rangka menekan serta memberantas penyalahgunaan narkoba serta peredarannya di tanah air.
    Rapat Koordinasi tersebut dilakukan pada hari Sabtu (19/03) mulai pukul 08.00 wita di ruang vicom Polda Bali.Dihadiri oleh perwakilan masing-masing instansi sesuai satgas dalam operasi
    Operasi Bersinar 2016 ini merupakan Operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai hari Senin (21/3) hingga 30 hari kedepan dengan sandi Ops Bersinar Rupatama 2016. Adapun pelaksanaan Operasi ini sebagai tindak lanjut terhadap perintah Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba.
    Rakyat Indonesia dengan seluruh komponen bangsa perlu diselamatkan dari dampak negatif penyalahgunaan narkoba ini, kita tidak ingin bangsa ini hancur karena peredaran narkoba yang tidak terkendali.
    Sebagaimana diketahui bahwa kondisi bangsa saat ini sudah sangat mengkuatirkan dimana peredaran narkoba sudah menyentuh hampir semua kalangan usia, profesi serta lapisan masyarakat.
    Terkait kondisi tersebut saatnya semua pihak untuk peduli dan mendukung terhadap segala upaya pencegahan, penanganan dan penindakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba serta tindak lanjut terhadap korban penyalahgunaan narkoba tersebut.
    Operasi Bersinar 2016 ini tidak hanya dalam bentuk penindakan atau penegakan hukum, namun juga disertai dengan kegiatan sosialisasi dan kampanye tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta tindak lanjut terhadap korban penyalahgunaan narkoba itu sendiri.
    Tidak semua pelaku penyalahgunaan narkoba harus berakhir dengan proses hukum yang berujung dengan hukuman penjara, bila para pelaku terbukti sebagai korban dan punya kesadaran untuk memperbaiki diri akan dilakukan rehabilitasi melalui tempat rehabilitasi yang sudah disediakan pemerintah. Dan apabila dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri karena ketergantungan dengan narkoba serta ingin direhabilitasi maka terhadap yang bersangkutan dijamin oleh undang undang untuk tidak menjalani proses hukum.

  • BNNP Bali Ringkus 5 Orang Pengedar Jaringan Jawa-Bali

    IMG_4054

    Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berhasil meringkus lima pengedar sabu dan ekstasi dam Operasi yang gencar selama seminggu terakhir. Kelima pelaku pengedar tersebut diklasifikasi dalam jaringan antar wilayah Jawa-Bali di TKP Daerah Gianyar dan dikembangkan hingga ke Daerah Denpasar Selatan.(10/11)

    Kepala BNN Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol i Putu Gede Suastawa,SH mengungkapkan bahwa seluruh pelaku merupakan pengedar dan sekaligus pengguna sabu dan ekstasi. Bahkan, dua di antaranya merupakan residivis dengan kasus yang dan baru bebas 1,5 bulan di luar Lapas Kerobokan. Keduanya dengan inisial KW dan DV.

    Keberhasilan tim Pemberantasan dalam menggagalkan peredaran narkoba senilai Rp 300 juta yang dilakukan oleh tiga kelompok jaringan pengedar ini, berkat kerja sama BNNP Bali dengan Kepolisian sehingga perkembangan dari jaringan pengedar narkoba ini mampudipantau dan diringkus. Kelima pelaku ini, KW alias Koming dan MD SJ yang merupakan jaringan Denpasar-Gianyar, kemudian jaringan Probolinggo-Denpasar yakni KF dan EH, dan yang terakhir adalah jaringan Denpasar yakni DV. Kelima pelaku pengedar barang haram ini diciduk di TKP yang berbeda. Dari pengakuan pelaku terhadap petugas bahwa di antara mereka tidak saling kenal.

    “Antara jaringan yang satu tidak kenal dengan jaringan yang lain. Ini jaringan terputus biar hilang jejak dan biar informasinya terputus,” lanjut KA BNNP Bali saat gelar perkara di ruang rapat BNN Bali pada Hari Selasa pukul 09.30 wita. Total Barang Bukti yang diamankan adalah Sabu-sabu seberat 165 gram serta ekstasi sebanyak 160 butir, BNNP Bali akan terus mendalami kasus dan meneruskan kasus untuk mengungkap peredaran narkoba yang berkaitan dengan penangkapan ini.

  • Dicokok dengan BB 0,54 Gram,GAD Diamankan BNNP Bali

    IMG-20160316-WA0002

    Tim Tindak Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali melakukan penangkapan pada seorang tersangka laki-laki dengan inisial GAD, pada Selasa (15/03) pukul 08.00 wita dengan tempat kejadian perkara Jalan Raya Sayan Banjar Sindu Desa Sayan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar dengan barang bukti 0,54 gram.Saat ini tersangka sedang dalam penyidikan di kantor BNNP Bali ‪#‎stopnarkoba‬

  • Gelar Perkara Hasil Operasi Bidang Pemberantasan BNNP Bali, Amankan 8 Orang Pelaku

    P_20150824_112859

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengadakan gelar perkara hasil operasi gabungan yang bekerja sama dengan Polres Karangasem Pada hari Senin (24/08) bertempat di kantor BNNP Bali. Hasil tangkapan ini didapatkan dari pengembangan kasus pencurian di Sidemen Karangasem dengan pelaku insial KA (18/08), dilanjutkan dengan pengeledahan pada tempat kos-kosan seputaran Denpasar. Hasil tangkapan didapatkan 3 (tiga) pelaku penyalahgunaan narkotika dengan jenis Meth (Shabu) dengan masing-masing penyalahgunaa inisal LE (25),TN(21) dan EL (31) serta menyita barang bukti berupa satu paket klip plastik berisi narkotika jenis meth sebesar 0,6 gram, seperangkat alat isap (bong). Dari penangkapan tersebut dilakukan pengembangan penyelidikan sehingga dilakukan penangkapan terhadap seorang pria dengan inisial WPS (31) pada Selasa (22/08) dengan barang bukti narkotika jenis meth (sabu) sebesar 0,4 gram,dengan 8 (delapan) orang penyalahguna masing-masing ER(33),AT(44),SRT(21),NVT(22),AD(24),DD(23) dan FK (21).

    Gelar perkara dipimpin oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH yang memberikan pemaparan tentang hasil tangkapan BNNP Bali selama jangka waktu Bulan Agustus 2015. Dalam kesempatan ini dihadirkan dua orang pelaku penyalahgunaan narkotika yang diamankan pada operasi di Karangasem dan Denpasar.
    Pelaku dijerat dengan pasal 114 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara. Sedangkan penyalahguna dikenakan pasal 127 UU No 35 tahun 2009, sehingga akan dikenakan proses rehabilitasi setelah pelaksanaan assesmen oleh BNNP Bali.

    Data yang didapatkan sejak Bulan Mei 2015 melalui 22 (Dua puluh dua) operasi gabungan (Sweeping) yang dilaksanakan, didapatkan sebanyak 66 (enam puluh enam) pelaku dengan rincian 8 (delapan) pelaku dilakukan proses hukum dimana 5 orang tersangka sudah melalui proses P21 dan 3(tiga) tersangka masih dalam proses penyidikan, sedangkan sebanyak 58 (lima puluh delapan) penyalahguna yang diamankan akan mendapatkan rehabilitasi. Barang bukti yang didapatkan dari 8 tersangka yaitu narkotika jenis meth (shabu) sebanyak 18 gram dan Narkotika jenis Amphetamine (ineks) sebanyak 38 butir. Berbagai narkotika temuan yang didaptkan BNNP Bali yaitu Meth (Sabu) 2,18 gram, Hasish 1,56 gram, ganja 61,7 gram, ekstasi 0,09 gram serta LSD sebanyak 16 lembar. Barang bukti didapatkan dari pengeledahan di kos-kosan seputaran denpasar dan hasil pelaporan masyarakat ke BNNP Bali.

  • Gubernur Bali Hibahkan 3 Unit Mobil Untuk BNN

    15625904_180295945773339_9198217822268805343_o

    (22/12) Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan hibah kendaraan roda empat berupa 3 (tiga) APV berwarna hitam kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali,bertempat di ruang rapat lantai 3 kantor gubernur bali. Penyerahan ini dimulai pukul 15.30 wita dengan dilakukan penandatangan serah terima kendaraan. Hibah ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Gubernur Bali terhadap kinerja BNNP Bali,diharapkan BNN dengan jajaran makin mumpuni dalam menjalankan program kerja P4GN di Provinsi Bali. #stopnarkoba #ke2janyata #toleransi

  • GUIDE FRELANCE DENGAN SABU 0,89 GRAM DI AMANKAN PETUGAS BNNP BALI

    16300227_202986933504240_1319253415492372732_o

    Menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kuta, pada hari Senin (23/01) Pukul 22.00 Wita, maka Petugas Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengamankan seorang pria dengan inisial DD (38 tahun) beralamat di Desa Tianyar Kecamatan Kubu Karangasem dengan barang bukti (BB) 3 (tiga) plastik klip kecil berisi kristal bening diduga Metamfetamina (shabu-shabu) dengan berat total 0,89 gram. Kronologis penangkapan dimulai saat pengamatan petugas terhadap seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan masyarakat melintas dengan sepeda motor ,ketika tersangka berhenti petugas kemudian melakukan pemeriksaan serta pengeledahan dan petugas menemukan 1 (satu) buah plastik klip kecil berisi kristal bening diduga Metamfetamina (shabu-shabu) yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) buah potongan pipet yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) bungkus rokok di pakaian tersangka. Lalu dilanjutkan dengan pengeledahan di sepeda motor tersangka ditemukan buah plastik klip kecil berisi Metamfetamina (shabu-shabu), ketiga barang bukti dengan berat total 0,89 gram.
    Kemudian Barang bukti dan tersangka dibawa ke kantor BNNP Bali guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan pasal 112 Ayat (1) UU. RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
    Humas BNNP Bali

  • Hasil Operasi Bersinar 2016 Oleh Polda Bali dan BNN Provinsi Bali

    13055672_1294212757261632_1155766466150737852_o

    Press release hasil operasi Bersinar 2016 diadakan di Polda bali pada hari Rabu (20/04) dimulai pada pukul 11.00 wita. Press release ini dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Sugeng Priyanto, SH. MA dengan didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH, Wakapolda Bali Brigjen Pol Drs. I Nyoman Suryasta, serta Kabid. Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hery Wiyanto.
    Operasi bersinar ini diadakan selama sebulan yaitu tanggal 21 Maret sampai dengan 19 April 2016. Dimana Operasi ini adalah hasil pengungkapan Kepolisian dan BNN serta TNI dan Kemenkumham. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 115 kasus dengan jumlah tersangka 127 orang terbagi dalam 120 orang pria dan 7 orang wanita ,keseluruhan adalah warga negara Indonesia. Kategori pengguna sebanyak 86 orang, pengecer 35 orang dan bandar 6 orang. Bararang bukti yang berhasil disita adalah 49,08 ganja, 1266 gram sabu,443 butir ekstasi,dan uang tunai 12 juta rupiah.
    Tempat kejadian Perkara (TKP) terbanyak yaitu di rumah dan rumah kosjalan umum, hotel,restoran dan lapas. Berdasarkan data penangkapan dipastikan setiap hari dalam kegiatan operasi bersinar ini ditemukan penyalahgunaan narkoba.

  • KA BNN RI MENGISI DISKUSI UMUM DENGAN ELEMEN MASY DI BALI

    15250838_163172580819009_5827016075202155003_o

    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Drs Budi Waseso menjadi Narasumber utama dalam diskusi umum yang diadakan Badan Narkotika Nasional Provinsj (BNNP) Bali pada jumat (25/11),pukul 16.00 wita. Hadir dalam acara ini adalah Kapolda Bali,Kepala BIN, Perwakilan FORKOMPIMDA Provinsi Bali,Para Rektor, Direktur rumah sakit, serta para ketua yayasan dan LSM yang berjumlah 51 orang.
    Beberapa poin dalam diskusi ini adalah

    * Rata2 BNN mampu mengungkap kejahatan narkotika sd 100kg per bulan..
    *Indonesia salah satu pasar narkoba terbesar se asia tenggara dengan 72 jaringan yg tersebar
    *Rehabilitasi adalah salah satu bentuk kegagalan dr pencegahan dan pemberantasan
    *Upaya2 meningkatkan peranan masyarakat dan stakeholder utk membantu mengatasi masalah narkoba
    *Setiap hari ada 40 sd 50 org meninggal krn narkoba yg merupakan ancaman nyata bagi generasi bangsa
    *Modus pengedar : Regenerasi pangsa pasar sampai tingkat anak2 tk sd narkoba utk tetap eksis
    *Lapas adalah salah satu tempat peredaran narkoba terbesar
    Di dunia ada 644 narkotika jenis baru, 46 sudah tersebar di indonesia
    *Penyandang besar narkoba yg masuk ke bali dari singapura dan malaysia
    *Presiden berkomitmen memberantas narkoba secara masif dgn meyiapkan perlengkapan senjata utk bnn
    #stopnarkoba #toleransi #ke2janyata

  • Kepala BNNP Bali Hadir Dalam Acara Pemetaan Kawasan Rawan

    14876675_143178152818452_2981472103219497189_o

    Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa Berkenan Hadir Pada Acara Pemetaan Kawasan Rawan Pemberdayaan Alternatif Anti Narkoba Dikawasan atau Wilayah Rawan, pada Selasa 1 November 2016 di Kantor Camat Sawan-Buleleng. #ke2janyata #stopnarkoba #bnnpbali

  • LELANG JABATAN TERBUKA UNTUK BNN PROVINSI BALI KHUSUS PNS

    BNN PROVINSI BALI MENGADAKAN LELANG TERBUKA UNTUK JABATAN KHUSUS ASN (PNS) PROVINSI BALI,KABUPATEN/KOTA YANG MEMENUHI KUALIFIKASI
    UNTUK POSISI :
    1. KASUBBAG PERENCANAAN BAGIAN UMUM
    2. KASUBBAG ADMINISTRASI BAGIAN UMUM
    3. KASUBBAG SARANA DAN PRASARANA BAGIAN UMUM
    4. KASI PENGUATAN LEMBAGA REHABILITASI BIDANG REHABILITASI
    5. KASI PENCEGAHAN BIDANG CERDAS
    6. KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG CERDAS.
    SILAHKAN MEMBACA SYARAT UNTUK MENGIKUTI TES DI 3 HALAMAN INI

    ASN 1

    ASN 2

    ASN 3

  • MANTAN POLISI JADI PENGEDAR SABU

    16299727_202987340170866_7075661690611489370_o

    Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersama BNN Provinsi Bali meringkus seorang pria pengedar sabu dengan Inisial IWM alias Lengkong (40 tahun), Pada hari Selasa (24/01) pukul 07.30 Wita bertempat di Didalam kamar kos Bagus Jaya Residence Jalan Gunung Tangkuban Perahu Banjar Tegal Buah,Padang sambian Kelod, Denpasar barat. maka Petugas mengamankan barang bukti (BB) 19 (sembilan belas) paket shabu seberat 13,05 gram. Kronologis penangkapan berdasarkan laporan masyarakat yang menyatakan bahwa di daerah tersebut sering dilakukan transaksi jual beli narkotika, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengawasan hingga menemukan seorang yang diduga menjadi pengedar. Pada saat petugas mendekati tersangka untuk melakukan penangkapan, petugas melihat tersangka membuang barang ke halaman dimana barang tersebut jatuh diatas kursi dipinggir kolam renang setelah ditanya tersangka yang juga mantan aparat tersebut mengakui bahwa barang tersebut adalah narkotika jenis sabu.
    Atas kejadian tersebut di atas, maka tersangka beserta barang bukti diamankan. Petugas kemudian melakukan pengembangan setelah melakukan penangkapan, dan berhasil mengamankan 8 (delapan) orang pelanggan tersangka, yaitu masing-masing, inisial NY (47 tahun) asal Kuta Badung, POJ (28 tahun) asal Denpasar, KAS (27 tahun) asal Denpasar, RM (37 tahun) Asal Denpasar, PN (39 tahun) asal Denpasar, MSJ (45 tahun) asal Denpasar, IGBS (35 tahun) asal Denpasar,dan terakhir AK (23 tahun) asal Denpasar.
    Saat ke delapan orang tersebut digeledah petugas tidak menemukan barang bukti, namun saat dilakukan test urine semua hasil positif Shabu. Selanjutnya ke Delapan orang tersebut diserahkan ke bidang rehabilitasi untuk dilakukan assessment dan tindakan penyelidikan apakah yang bersangkutan hanya sebagai pemakai atau pengedar, saat ini sedang dilakukan penyelidikan.
    Humas BNNP Bal

  • Melanjutkan Penyidikan LKN/03/III/2014

    Kegiatan Penyidikan LKN/03/III/2014 telah dilaksanakan pada 1 – 19 Mei 2014, Kantor BNNP Bali dengan rincian kegiatan yaitu :

    1. Melakukan perpanjangan penahanan
    2. Melengkapi berkas perkara dan pengiriman Tersangka dan barang bukti ke kejaksaan.

    Adapun hasil kegiatan ini adalah berkas perkara telah P21 dan tersangka serta barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan.

  • Mewujudkan Sinergitas Antara Jajaran Kepolisian Dan BNN Dalam Penanganan Pecandu dan Korban Penyalahguna Narkotika

    P_20150903_093545_1_p

    Dalam mewujudkan kesamaan visi maka Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengadakan rapat koordinasi pada Hari Kamis,3 September 2015 pukul 09.30 Wita dengan mengundang jajaran kepolisian di wilayah Bali yang berhubungan dengan pemberantasan narkoba khususnya yaitu Direktur Reserse Narkoba Polda Bali  Kombes Pol Drs. Raden Purwadi, S.H Kepala BNN Kota Denpasar, Kepala BNNK Badung, Kepala BNNK Gianyar dan para Kepala Satuan (Kasat) Narkoba di seluruh Kabupaten se-Bali. Dengan judul Sinergitas Dalam Mencapai Masyarakat Bali yang Terbebas dari Penyalahgunaan Narkoba, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH memaparkan tentang tantangan Polri dan BNN kedepannya dalam memberantas peredaran gelap narkoba, dimana saat ini fenomena narkoba telah masuk sampai ke tingkatan desa pakraman dan lingkungan sekolah. Tentu saja kenyataan ini sangat mengkhawatirkan generasi bangsa kedepannya.

    “Hal ini tantangan berat untuk kita, harus kita hadapi untuk menyelamatkan masyarakat Bali dari bahaya narkotika, untuk itu koordinasi dan kebersamaam wajib kita laksanakan,kita pereraat lagi” Seru KA BNNP Bali.Pertama, bahaya narkoba adalah kejahatan yang luar biasa, kedua penanganannya harus dengan cara luar biasa dan ketiga tidak cukup dengan penanganan yang biasa saja. Diharapkan sinergi jajaran kepolisian dan BNN dalam pengungkapan kasus narkotika serta diharapkan pecandu maupun penyalahguna yang terjaring operasi setelah melalui tahapan assesmen,apabila terbukti pecandu murni agar menjalani hukuman rehabilitasi khususnya di BNN.

    Pertemuan ini diapresiasi oleh Dir Narkoba Polda Bali, Beliau mengharapkan kedepannya jajarannya dan BNN makin meningkatkan kerja sama dan juga sinergitas dalam pelaksanaan P4GN. Polri mendukung sepenuhnya program rehabilitasi terhadap pecandu narkotika maupun korban penyalahguna narkotika yang karena kesadaran sendiri, poin kedua Polri mendukung rencana rehabilitasi sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

  • Narkoba Diselundupkan Lewat Anus, Digagalkan Interdisi BNNP Bali dan Bea Cukai

    15896067_187197951749805_5336941927394827715_o

    Kerjasama antara tim Interdiksi BNNP Bali dengan Bea Cukai kembali mendapatkan hasil. Pada Hari Selasa malam (03/01) pukul 20.00 wita di kedatangan international bandara ngurah rai Bali, telah diamankan seorang penumpang pesawat dengn nomer penerbangan tujuan dari malaysia ke denpasar oleh petugas bea cukai dan tim Interdiksi BNNP Bali . Kecurigaan petugas bermula dari pemeriksaan x ray yang menunjukkan hasil mencurigakan pada bawaan seorang penumpang dengan inisial N,Pria (37 tahun). Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaannya tersebut, petugas memutuskan utk melakukan rontgen terhadap penumpang dan Berdasarkan hasil rongent diindikasikan terdapat benda mencurigakan didalam saluran pencernaan bagian bawah (anus).
    Selanjutnya dilakukan upaya pengeluaran oleh petugas bea cukai dan tim Interdiksi BNNP Bali dan didapat 1(satu) bungkus plastik bening dilapisi karet berwarna kuning dan merah muda berisi kristal bening berisi Narkotika jenis Methamphetamine dgn berat 70.20 gram brutto.
    Tsk sementara diamankan di bea cukai untuk kemudian dilimpahkan ke BNNP Bali.

  • Operasi Gabungan BNNP Bali Amankan 11 Orang Penyalahguna Narkotika

    Operasi Berantas

    Operasi gabungan bidang pemberantasan BNNP Bali bekerjasama dengan BNNK Badung, BNNK Gianyar, serta BNN Kota Denpasar dimulai pada tanggal 10 Juli 2015 dengan menyasar daerah pemukiman, kos di jalan Pura Demak, Teuku Umar Barat Denpasar dan jalan Pulau Kawe sesuai dengan hasil investigasi tim pemberantasan didapatkan enam orang penyalahguna narkotika dengan inisial, KC, IS, RO, SM, PY,SH semuanya positif sabu dan inex. Operasi dilanjutkan pada tanggal 12 Juli 2015, sesuai dengan pengembangan kasus pada tanggal 10 Juli 2015 yaitu didaerah pemukiman jalan Pulau Galang dengan hasil lima orang penyalahguna narkotika dengan inisial HA, RW, YU, DC, KR kesemuanya positif sabu dan inex. Dari hasil yang didapatkan semua penyalahguna yang diamankan dibawa ke kantor BNNP Bali untuk dilakukan pengembangan maupun assessement tentang keterlibatan mereka terhadap peredaran barang haram tersebut. Untuk para penyalahguna murni akan dilakukan rehabilitasi sementara untuk pengedar akan dikenai sanksi pidana.

  • Operasi gabungan di daerah pemukiman untuk menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba

    15272190_165975993872001_4674207818335083229_o

    Rabu, 30-11-2016 mulai pukul 10.00 wt. Bidang pemberantasan BNNP Bali melaksanakan Ops. Gabungan dgn Bid Berantas BNNK Denpasar, dengan Sasaran Rumah kos di daerah Jl.Pulau Misol Denpasar. Telah dilakukan tes urine sebanyak 17 orang dgn. rincian ,15 orang perempuan dan 2 orang laki-laki dengan hasil 4 orang perempuan positif Methfetamina (sabu) selanjutnya ybs dilakukan Rehabilitasi. #ke2janyata #stopnarkoba #bnnpbali

  • Operasi Pemetaan Kasus Narkotika di Daerah Kota Denpasar

    Sejak Bulan Mei 2014 yang berlokasi di tempat yang tidak dapat kami sebutkan secara rinci, sie Intelijen telah melakukan kegiatan Intelijen berupa Observasi, Surveillance dan Undercover dengan hasil identifikasi orang, barang dan tempat yang ditelah di tuangkan dalam laporan Intelijen yang bersifat rahasia dan  tidak dapat kami publish ke khalayak umum.

  • Operasi Sweeping BNN Provinsi Bali di Tempat Hiburan

    Menindaklanjuti gerakan nasional rehabilitasi 100.000 penyalahguna narkotika di Indonesia, BNN Provinsi Bali Minggu, 10 Mei 2015 dini hari menggelar sweeping di  tempat hiburan malam di wilayah Badung, Bali. Di backup oleh Polres Badung, team BNN Provinsi Bali menyasar salah satu café & karaoke yaitu café Cleopatra di jalan Bringkit Gadon, Mengwi, Badung, Bali.

    Dalam sweeping tersebut, terdapat total 35 orang pengunjung dan karyawan termasuk pemandu lagu yang melakukan tes urine langsung di tempat tersebut. Dari hasil tes urine, terdapat ada 2 orang wanita pemandu lagu yang di duga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis ecstasy. Kedua orang wanita tersebut masing – masing berinisial NC (34)  dan SH (30) yang keduanya berasal dari Bandung, Jawa Barat. Dan selanjutnya mereka di bawa ke kantor BNN Provinsi Bali untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Dalam sweeping tersebut ada satu orang pengunjung pria yang juga diamankan petugas ke kantor BNN Provinsi Bali yang karena belum bisa diambil urinenya saat dilakukan pemeriksaan urine. Selanjutnya jika memang terbukti sebagai penyalahguna, terhadap terduga ini akah dilakukan rehabilitasi.

    Operasi sweeping ini merupakan operasi perdana di tahun 2015 dengan harapan dapat menekan penyalahgunaan dan  peredaran gelap narkotika di wilayah Bali khususnya.

  • Operasi Tangkap Tangan BNNP Bali terhadap Jaringan Sawan Singaraja

    P_20160204_141611

    Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengadakan operasi tangkap tangan pada dua orang tersangka dengan inisial WS dan Pg (Masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan berusia 35 tahun) pada Hari Rabu, 3 Februari 2016 pada pukul 13.00 wita bertempat di jalan Made Rai Banjar Dinas Peken Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng . Pada saat penangkapan tersangka sedang melakukan pesta narkotika yaitu sabu,setelah dilakukan pengeledahan ditemukan 8 (delapan) plastik klip berisi sabu dengan berat total 1,02 gram. Kedua tersangka adalah pengedar jaringan singaraja berdasarkan penelusuran penangkapan sebelumnya, tim akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan lain yang terkait.

  • Pelantikan Dua Pejabat Bidang Pemberantasan Untuk BNN Kabupaten Badung dan Gianyar

    16487472_207759693026964_624758370469949589_o

    Ka BNNP Bali melantik dua pejabat Bidang Pemberantasan di Lingkungan BNN Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar,pada hari Jumat (10/02) pada acara Pelantikan dan Pengmbilan sumpah jabatan di Lingkungan BNN Bali, dimulai pukul 08.00 wita bertempat di Ruang rapat BNNP Bali. Masing-masing adalah AKP I Nyoman Master SH sebagai Kasi Pemberantasan BNNK Badung yang sebelumnya wakapolsek Melaya Jembrana, serta AKP Agung Buwono sebagai Kasi Pemberantasan BNNK Gianyar yang sebelumnya menjabat sebgai Kasatresnarkoba Polres Bangli. Pelantikan ini dihadiri pejabat di lingkungan BNNP Bali,BNN Kota Denpasar,BNNK Badung dan BNNK Gianyar serta peserta pengambilan sumpah.
    Dalam sambutannya Ka BNNP Bali mengharapkan pejabat yang baru dilantik dapat menunjukkan kinerja terbaik dimana sebagai pemimpin dapat memberikan contoh yang baik untuk bawahan. Dimana pemimpin adalah penggerak utama dalam suatu institusi. Jajaran Pemberantasan BNN Bali mulai menunjukkan progress yang naik sejak beberapa tahun terakhir, tentu saja hal ini menjadi sorotan yang positif dari masyarakat. Prestasi ini tentu harus ditingkatkan dan juga dipertahankan. #stopnarkoba

  • Pelantikan Kabid Pemberantasan BNNP Bali

    IMG_3963

    Pelantikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Provinsi (BNNP) Bali pada hari Jumat Tanggal 6 November 2015 dimulai pukul 09.00 wita. AKBP Drs I Ketut Arta yang sebelumnya menjabat wakir direktur Binmas Polda Bali.mengisi posisi Kabid berantas yang telah kosong selama 10 Bulan terakhir.Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH. Dalam sambutannya KA BNNP Bali menyatakan bahwa sumpah yang diucapkan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,menunjukkan integritas serta ikhlas dalam melaksanakan tugas demi penyelamatan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Kedepannya diharapkan BNN melakukan perubahan dan lebih giat lagi melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik khususnya dalam bidang pemberantasan.

  • Pelantikan Pejabat Struktural Eselon IV Di Lingkup BNNP Bali dan BNNK Gianyar

    Pelantikan Berantas

    Proses Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Struktural Eselon IV Lingkungan BNNP Bali dan BNNK Gianyar berlangsung Kamis (09/7/2015) sore di Ruangan Pertemuan BNNP Bali di Jalan Kamboja No 8 Denpasar. Pejabat yang dilantik adalah Kasi Penyidikan Bidang Pemberantasan BNNP Bali I Wayan Suarda,SH dan Kasi Bidang Pemberantasan BNNK Gianyar I Made Suastika
    Setelah dilaksanakan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat, juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah Jabatan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Kombes Pol Drs. I Putu Gede Suastawa SH, Rohaniawan dan Saksi serta seluruh Pejabat yang telah dilantik.
    Hadir dalam acara pelantikan tersebut antara lain: Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar, Kepala Badan Narkotika Kota Denpasar,Perwakilan Kepala BNNK Badung, Rohaniawan, Saksi dari BNNP Bali, pegawai BNNk Badung,BNN Kota Denpasar serta pegawai dari BNNK Gianyar.
    Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Drs. I Putu Gede Suastawa SH dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pengangkatan dan pelantikan Pejabat Struktural Eselon IV di lingkungan Badan Narkotika Nasional adalah merupakan suatu kebutuhan organisasi yang harus di penuhi karena menjadi persyaratan dapat berjalannya suatu organisasi atau lembaga. Beliau mengharapkan adanya sinergitas antar anggota di tiap BNNP dan Bnnk sehingga dapat bekerja bersama dan menyelesaikan target yang diberikan organisasi.
    Mengakhiri sambutan Kepala BNNP Bali menyampaikan kepada Pejabat yang baru saja dilantik, untuk segera menyesuaikan diri di tempat tugas yang baru dan junjung tinggi kepercayaan pimpinan tersebut dengan melaksanakan tugas secara profesional, dan proporsional, serta loyal kepada pimpinan, rekan maupun bawahan. dan selalu menjalin kerjasama yang baik dengan semua elemen yang ada di tempat tugas masing-masing dan Instansi terkait, karena dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba khususnya di wilayah Provinsi Bali harus di tangani secara bersama-sama

  • Pemukiman Penduduk Rawan Sasaran Peredaran Narkotika

    P_20150803_110157
    Peredaran narkotika di Bali kini makin mengkhawatirkan.dahulu tempat hiburan menjadi lokasi favorit jaringan pengedar namun kini mereka menyasar daerah pemukiman penduduk.Tentu saja fenomena ini dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat khususnya kaum menengah yang menjadi sasaran utama. Hasil Penelitian BNN dan Pusdiklat UI di Bali menyatakan bahwa pengguna narkotika saat ini sudah menyisir rentang usia 10-59 tahun, dimana usia tersebut adalah usia produktif di Indonesia. BNN telah berusaha keras dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat khususnya aparat kepolisian untuk menyisir daerah peredaran narkoba. “Saat ini daerah peredaran narkoba adalah daerah pesisir dan pelabuhan.” Ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa,SH dalam wawancara dengan Media Bali TV Pada Hari Senin( 03/08/2015) bertempat di Kantor BNNP Bali.
    Langkah yang sudah dilakukan oleh BNNP Bali yaitu pertama, melakukan pencegahan berupa sosialisasi,penyebaran leaflet,pembuatan spanduk dan komunikasi-komunikasi efektif untuk mendukung penyebaran informasi tentang program Rehabilitasi ini.Saat ini penyuluhan sudah menyasar desa pakraman atau kelurahan dan dimulai lewat kegiatan di banjar-banjar di Bali. Kedua adalah kegiatan pemberantasan atau sweeping ke tempat hiburan malam maupun pemukiman, dari hasil ini dikembangkan hingga dapat menjangkau para pengedar narkotika. Ketiga yaitu Program rehabilitasi yang sedang digencar-gencarkan oleh BNN. Hal ini terlihat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali sampai Bulan Agustus ini berhasil melakukan rehabilitasi sebanyak 363 orang dimana tiap minggunya sekitar 7-17 orang datang melapor ke BNNP Bali berkaitan dengan rehabilitasi.
    Diharapkan masyarakat Lebih hati-hati terhadap perubahan modus operandi para pengedar dan jaringan yang telah menyisir daerah pemukiman penduduk, hal ini dimulai dengan menjaga kesolidan keluarga sebagai bagian masyarakat terkecil. Masyarakat dituntut untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya sehingga pergerakan jaringan pengedar narkotika dapat di minimalisasi. Rehabilitasi di BNN sendiri adalah gratis, tidak dikriminalisasi, dijaga kerahasiaannya dan BNN juga dapat melakukan penjemputan kepada pecandu. BNN berkomitmen kuat untuk memberantas narkotika dan juga mengharapkan masyarakat untuk ikut bersinergi dalam upaya tersebut sehingga impian untuk mewujudkan Indonesia negeri yang bebas dari narkoba akan semakin nyata.

  • PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOTIKA BERUPA GANJA SEBANYAK 18,33 KG

    17039005_216721442130789_6061039505564851720_o

    Sebagai wujud nyata kehadiran BNNP Bali dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa,SH beserta jajaran memusnahkan barang bukti narkotika hasil penindakan kejahatan narkotika pada kasus Penangkapan pengedar Ganja, di Kantor BNNP Bali,Jalan Kamboja Denpasar, pada Selasa (28/02).
    Barang bukti narkotika yang dimusnahkan pada pemusnahan barang bukti pertama di tahun 2017 ini 18,33 Kg dari Tersangka Gery Yudianto. Barang bukti narkotika ini merupakan hasil penindakan BNNP Bali Pada bulan Desember 2016 lalu. Sejak Januari hingga Februari 2017, BNNP Bali telah mengungkap 14 kasus dan mengamankan 15 orang tersangka, dengan barang bukti yang disita berupa 82,25 Gram sabu, 0,29 ganja gorilla ,13 butir ekstasi dengan Berat 4,16 Gram. Pemusnahan ini adalah Kali pertama BNNP Bali dengan menggunakan Mesin Incenerator Milik BNNP Bali. Petugas cukup menggunakan mesin incinerator. Mesin ini memiliki beberapa kelebihan yaitu dapat bergerak kemanapun dimana dibutuhkan sebab mesin ini melekat di mobil, tepatnya di bagian belakang. Bentuk mesin ini berupa obeng dengan daya tampung narkoba 15-20 Kg. Serta Api yang membakar barang bukti di oven panasnya 1.200 derajat.
    Sebelum Melakukan Pemusnahan KA BNNP Bali membuka kegiatan dengan melakukan paparan tentang fenomena dua narkotika jenis baru yang beredar di tengah masyarakat. Kedua jenis itu adalah, Ganja gorilla dan Blue Safir yang masing-masing telah diatur dalam Permenkes No 2 Tahun 2017 tanggal 9 Januari Lalu. Dalam pemaparan tersebut, disebutkan tentang jenis, efek dan juga modus operandi pelaku dalam mengedarkan barang tersebut. Undangan dalam pemaparan ini adalah perwakilan dari Polda Bali,Pangdam Udayana, Bea Cukai, Kemenkumham, serta instansi Terkait yang selama ini sudah bersinergi dan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Bali dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

  • Penangkapan 9 Bocah Sedang Pesta Sabu

    13443242_529578607229269_2839424613064766537_o

    Bidang pemberantasan BNNP Bali pada hari selasa (21/06) pada pukul 13.00 wita bertempat disebuah penginapan di jalan tangkuban denpasar,telah mengamankan 9 orang anak-anak yg masih dibawah umur, telah menggunakan narkotika (pesta sabu-sabu), dan selanjutnya dilakukan penggeledahaan thd mereka dan juga tempat kosnya, shg berhasil diketemukan bb berupa ; satu buah bong, satu alat isap, pipa kaca, plastik klip bekas tempat sabu2, sedangkan BB Narkotika/sabu sabu nihil (karena sdh habis digunakan). Kemudian ke 9 org tsb diarahkan ke kantor bnnp bali utk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan tes urine dan hasil positip semua menggunakan sabu sabu.

    Dari hsl pemeriksaan bahwa sabu dibeli dgn cara urunan / mengumpulkan uang masing2 antara 100 ribu s/d 200 ribu. Setelah kira2 terkumpul 500 ribu lalu dibelikan 1 paket sabu, selanjutnya digunakan beramai-ramai (pesta sabu). Dari ke 9 itu ada juga yg tdk mengeluarkan uang (bila kebetulan tdk punya), begitu juga hari2 sebelumnya caranya sama, siapa yg memiliki uang dia yg urunan dan selain pesta kadang2 dia konsumsi sendiri2.
    Mereka menggunakan sabu diawali dgn coba-coba krn di iming2 i bisa buat kuat begadang, badan terasa kuat dan bisa menghilangkan setres, atau bisa hapy.
    Dari bbrp orang tsb ada juga yg pernah melakukan kejahatan penjambretan dan mencopet (pencurian dgn kekerasan).
    Mereka itu selanjutnya akan di lakukan asesment utk mengetahui tingkat kecanduan , dan selanjutnya akan direhabilitasi/diobati, baik itu rehab rawat jalan ataupun rawat inap sesuai dgn tingkat pemakaiannya.dan tempat rehap juga akan ditentukan setelah diketahui hasil asesment.‪#‎stopnarkoba‬ ‪#‎Hani2016‬

  • Penangkapan Oleh BNNK Gianyar Dengan BB Shabu Dan Inex

    13325439_519799821540481_6794740734862904612_n

    Selasa, tanggal 24 Mei 2016 sekira pukul 09.00 Wita telah dilakukan penangkapan terhadap seorang lelaki berinisial IWD di TKP Jl. Selat Ds. Singapadu Kec. Sukawati Kab. Gianyar dengan barang bukti narkotika jenis shabu seberat 0,76 gram netto dan narkotika jenis inex seberat 0,08 gram netto tanpa adanya izin terkait dari pihak berwenang, selain itu juga disita sejumlah barang bukti lainnya berupa 1 (satu) buah Bong, 1 (satu) buah pipet bening ukuran kecil, 2 (dua) buah korek gas yang telah dimodifikasi dan uang tunai sebesar Rp, 5000,- (lima ribu rupiah) yang disimpan dalam satu tempat kotak makan plastik ukuran kecil warna merah muda yang disimpan di meja hias kamarnya.
    Kepada petugas BNNK Gianyar IWD mengaku sejumlah narkotika tersebut akan digunakan “PARTY” pada saat pesta ulang tahun dirinya di salah satu Room Diskotik ternama di Kota Denpasar, IWD juga mengaku mendapatkan sejumlah barang haram tersebut dari seseorang di Kota Denpasar dengan cara sistem tempel setelah IWD mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu. Kemudian IWD dan BB diamankan ke kantor BNNK Gianyar Jl. Keboiwa Blahbatuh Kab. Gianyar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepada tersangka akan di proses terkait perkaranya ke tahap Penyidikan dan disangkakan Pasal 112 ayat 1 dan / atau 127 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009

  • Penangkapan Residivis Pengedar Narkoba, Hasil Pengembangan Jaringan Buleleng

    P_20160229_111025

    Kamis (25/02) Team Pemberantasan BNNP Bali melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang tersangka dengan Inisial IY (38 tahun) di Rumah Kos Villa Jepun Desa Baktiseraga Kabupaten Buleleng. Dalam penangkapan ini didapatkan barang bukti sebanyak 0,71 gram. Penangkapan ini berdasarkan pengembangan jaringan sebelumnya dimana tersangka adalah saudara kandung dari tahanan kasus narkoba jaringan sidetapa dan merupakan seorang residivis .Tim BNNP Bali masi melakukan pengembangan untuk kasus ini.

  • Pengerebekan BNNK Gianyar Terhadap Laporan Masyarakat

    _DSC0506

    Minggu (29/11/15) dini hari pukul 01.15 Wita Seksi Pemberantasan BNN Kabupaten Gianyar melakukan penggrebekan atas dasar Laporan Informasi (LI) yang diterima dan dikuatkan dengan hasil penyelidikan selama beberapa hari kepada sasaran lelaki berinisial SN dkk yang diduga kerap mengadakan “pesta” narkoba jenis Shabu di kamar kost Jln. Keboiwa Kecamatan Gianyar. Tim Sie Pemberantasan yang sebelumnya terus memantau lokasi sasaran melihat adanya aktivitas mencurigakan di lokasi dan tim langsung melakukan penggrebekan, ketika tim memasuki kamar terdapat 4 (empat) orang dewasa berjenis kelamin laki-laki dan 1(satu) orang anak laki-laki dibawah umur tengah berkumpul yang diduga habis mengkonsumsi narkotika jenis shabu diperkuat dengan hasil uji sampel urine dengan hasil 4 (empat) orang positif dan 1 (satu) orang negatif. Dari hasil test urine tim melakukan penggeledahan kamar disaksikan oleh satu orang saksi dari warga sekitar, dan ditemukan adanya bukti 3 (tiga) alat bantu narkotika jenis BONG, 3 (tiga) buah pipa kaca metadrop, 2 (dua) korek api gas, 2(dua) buah pipet kecil dan 4(empat) plastik klip bekas pembungkus narkoba jenis shabu. Ke empat orang tersebut diamankan ke kantor BNNK Gianyar untuk dilakukan pengembangan terkait jaringan peredaran gelap narkotika nya serta upaya Rehabilitasi ke empat orang pecandu & penyalahguna tersebut.

  • Pengerebekan Di Kafe Bibir, 15 Orang Positif

    13920379_547356155451514_6661662899047902923_o

    BNNP Bali melakukan pengerebekan tempat hiburan malam pada Hari Sabtu (06/09) pukul 07.00 wita, dan dititikkan pada kafe Bibir di jalan pura demak. Pada kegiatan ini dilakukan tes urine dan ditemukan 15 orang positif menggunakan narkoba. Dari total 31 orang yang dilakukan tes urine 4 wanita positif dan 11 pria positif, masing-masing ampetamine dan meth serta ganja. BNNP Bali akan menindak hal in apakah terkait jaringan atau murni pemakai.

  • Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Rekrutmen dan Seleksi Pejabat Struktural Tahun 2016

    Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Rekrutmen dan Seleksi Pejabat Struktural Tahun 2016 Di Lingkungan BNN Provinsi Bali. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 22 Juli 2016 pkl. 17.00 Wita.Untuk Informasi setelah pendaftaran akan diumumkan oleh Bagian Kepegawaian BNNP Bali Silakan di share ke kerabat, terima kasih. ‪#‎Stopnarkoba

    Surat permohonan ASN untuk buleleng 2-page-001

    Surat permohonan ASN untuk buleleng-page-001

  • Pengungkapan Jaringan Banyuatis dan Jaringan Panjer Denpasar sebesar 10 Gram Sabu

    P_20160331_100239

    (31/03) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengamankan 4 orang tersangka yang terbagi dalam 2 jaringan yaitu Jaringan Banyuatis Buleleng dimana Petugas menangkap 3 orang tsk dengan inisial KWT,KS dan KA.Jaringan ini diamankan di Banjar Dinas Desa Banyuatis Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng pada 29 Maret 2016 Pukul 12.10 wita,penangkapan ini mengamankan 26 paket sabu dan uang tunai 36 juta.

    Pada hari yang sama tim kembali menangkap 1 orang tersangka dengan inisial ALT yang merupakan jaringan Panjer Denpasar. Total Barang bukti yang diamankan dalam dua penangkapan ini adalah total 10 gram lebih sabu dan uang tunai sebesar 36 juta lebih.

    Dalam Press Release yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH dipaparkan bahwa jaringan ini mendapatkan barang dari luar pulau dan saat ini tren peredaran narkoba adalah menyasar daerah pedesaan. Tim masi melakukan pengembangan untuk menangkap tersangka yang lain.#stopnarkoba

  • Pengungkapan Jaringan Sidakarya Oleh Tim Pemberantasan BNNP Bali

    P_20160128_092933

    Mengembangkan kasus yang telah terungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali mengamankan satu tersangka berisinial RR (wanita). Tersangka ditangkap dengan barang bukti 21 Paket sabu dengan BB 7,86 gram serta 10 paket sabu dengan berat 9,16 gram. Tersangka berkaitan dengan penangkapan pada bulan Desember lalu dimana asal narkoba ini diinformasikan berasal dari Napi Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar. Tersangka akan dikenai pasal 114 dan 112, saat ini BNNP Bali masi mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lain.

  • Pengungkapan JaringanNarkoba Kabupaten Badung-Kabupaten Gianyar
  • Penyelidikan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika sebagaimana Laporan informasi Nomor : R/LI-001/I/2014/ Bid. Berantas

    Sejak tanggal 14 Mei 2014 yang berlokasi di tempat yang tidak dapat kami sebutkan secara rinci, sie Intelijen telah melakukan kegiatan Intelijen berupa Observasi, Surveillance dan Undercover dengan hasil identifikasi orang, barang dan tempat yang ditelah di tuangkan dalam laporan Intelijen yang bersifat rahasia dan  tidak dapat kami publish ke khalayak umum.

  • Penyelidikan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika sebagaimana Laporan informasi Nomor : R/LI-003/I/2014/ Bid. Berantas

    Sejak Bulan Mei 2014 yang berlokasi di tempat yang tidak dapat kami sebutkan secara rinci, sie Intelijen telah melakukan kegiatan Intelijen berupa Observasi, Surveillance dan Undercover dengan hasil identifikasi orang, barang dan tempat yang ditelah di tuangkan dalam laporan Intelijen yang bersifat rahasia dan  tidak dapat kami publish ke khalayak umum.

  • Permasalahan Implementasi Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Terkait Dengan Penegakan Hukum

    Jpeg

    Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai institusi yang kelembagaan, tugas pokok, dan fungsinya juga diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, melalui Direktorat HUkum BNN Melakukan Rapat Koordinasi bertema Permasalahan dalam Implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Terkait Penegakan Hukum.

    Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Direktur Hukum Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN, Darmawel Aswar, SH., MH., dan moderator Kepala Seksi Konsultasi Hukum BNN Eryan Noviandi di Ruang Rapat BNN Provinsi (BNNP) Bali, Selasa (29/9), pada kesempatan ini dikhususkan untuk mengetahui kendala apa saja yang terjadi dalam penanganan masalah Narkotika khususnya dalam bidang penegakan hukum di provinsi Bali.

    Berdasarkan hasil penelitian BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI), Bali merupakan provinsi rawan peredaran gelap Narkotika peringkat ke-8 se-Indonesia dengan tingkat prevalensi sebesar 2,2% atau sebanyak 66.785 jiwa dari jumlah penduduk berusia 10-59 tahun sebanyak 3.008.900.
    Dari target pencapaian program Rehabilitasi Tahun 2015 sebanyak 100.000 pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan Narkotika yang saat ini sedang gencar direalisasikan BNN bersama dengan instansi terkait, Bali menargetkan dapat merehabilitasi 2083 pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan Narkotika, hingga saat ini BNNP Bali baru mampu menjangkau + 600 pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan Narkotika.

    Menurut Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, SH., sulitnya menjangkau para pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan Narkotika di pulau dewata ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Narkotika dan rasa takut akan dipidanakan apabila dengan sukarela melapor untuk mendapatkan pelayanan rehabilitasi.Selain itu, sarana dan prasarana yang kurang memadai juga menjadi kendala dalam mengungkap kasus peredaran gelap Narkotika di provinsi Bali. Menurut I Made Pakris, Plt. Kasubdit Pemberantasan BNNP Bali, terkadang penyelidikan terhambat karena kendala dalam proses uji laboratorium barang bukti yang didapatkan apakah tergolong Narkotika atau tidak, karena BNNP tidak memiliki lab uji Narkotika sendiri.Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri juga memiliki hambatan dalam penanganan perkara Narkotika. Mereka kesulitan dalam menentukan tuntutan atas rekomendasi rehabilitasi dari Tim Asesmen Terpadu.

    Wakasat Polrestabes Denpasar mengatakan bahwa pengungkapan kasus Narkotika yang selama ini dilakukan oleh kepolisian, 90%-nya merupakan undercover buy. Oleh karena itu, pihak kepolisian merasa kesulitan dalam menerapkan Pasal 127 Undang-Undang 35 Tahun 2009. Karena sampai dengan saat ini tidak ada aturan baku dalam penerapan pasal tersebut.Di sisi medis, dokter yang tergabung dalam Tim Asesmen Terpadu merasa sangat tersita waktunya jika harus hadir menjadi saksi ahli dalam persidangan. Karena menghadiri persidangan cukup menyita waktu sehingga banyak pasien yang terbengkalai mengingat tenaga medis di provinsi Bali sangat terbatas.

    Melalui rapat koordinasi ini, permasalahan-permasalahan penanggulangan Narkotika terkait implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menjadi lebih jelas sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi BNN dalam menentukan kebijakan selanjutnya, apakah undang-undang tersebut perlu direvisi agar mendapatkan win win solution sehingga dapat mengakomodir dan memudahkan masing-masing instansi terkait dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Hukum dan Kerjasama BNN)

  • Press Release Penangkapan Penyelundup Narkotika Jenis Cocaine ke Bali oleh Bea & Cukai Bandara Ngurah Rai Bali

    Pada hari Jumat, 26 September 2014 pukul 11.42 Wita petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Tuban Badung, Bali telah menangkap seorang yang berusaha memasukkan Narkotika jenis Cocaine dari Thailand (Don Muang) ke Denpasar Bali dengan menumpang pesawat Air Asia No. Penerbangan FD 396, dengan berat total ± 239 (Dua ratus tiga puluh sembilan) gram bruto beserta kemasan pembungkus dengan modus operandi ditelan (swallowed). Keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini berawal dari Sistem Teknologi Informasi yang dimiliki Bea dan Cukai serta kemampuan petugas dalam menganalisa dan mengindentifikasi setiap penumpang. Target yang teridentifikasi bernama N**m*nn H*n* P***r. Petugas melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang terhadap target sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dari pencitraan mesin X-Ray belum terdapat indikasi benda mencurigakan di dalam di dalam tas barang target, kemudian Petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan yang mendalam terhadap barang bawaan target namun hasilnya nihil. Petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap target menggunakan mesin Ion Scan. Didapatkan hasil pembacaan mesin Ion Scan yang mengindikasikan pelaku pernah bersentuhan dengan Narkotika jenis Cocaine. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan pemeriksaan badan secara menyeluruh terhadap target dan didapatkan 11 butir berisi padatan berwarna putih yang diduga sediaan Narkotika dengan total berat bruto 201 (dua ratus satu) gram beserta kemasan pembungkus. bawaan. Berdasarkan hasil temuan tersebut diputuskan untuk melakukan Rontgen terhadap pelaku di rumah sakit. Berdasarkan hasil Rontgen diindikasikan terdapat benda mencurigakan berbentuk bulat lonjong di dalam perut pelaku. Selanjutnya dilakukan usaha pengeluaran sehingga didapati 6 (enam) kapsul padatan berwarna putih yang diduga sediaan narkotika dengan total berat bruto 38 (tiga puluh delapan) gram beserta kemasan pembungkus.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas BNN, tersangka mengaku dibayar oleh seseorang dengan nama J**n sebesar 5000 US Dollar. Setelah di Denpasar akan dijemput di kedatangan oleh seseorang yang bernama C******s. Berdasarkan pemeriksaan manifest pesawat ternyata terdapat penumpang di pesawat yang sama dengan nama C** C**n T***r, seorang warga Negara Inggris. Tersangka hanya mengetahui ciri-ciri baju yang dikenakan Ch.

  • Press Release Penangkapan Penyelundup Narkotika ke Bali oleh Bea & Cukai Bandara Ngurah Rai Bali

    Pada hari Selasa, tanggal 22 Juli 2014, petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyelundupan narkotika jenis methamphetamine yang berinisial SY, seorang laki -laki WNI yang berumur 55 tahun.

    Pada pukul 14.00 WITA pelaku mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan menggunaan pesawat Air Asia AK 376 rute Kuala Lumpur – Denpasar. Berdasarkan kecurigaan petugas Bea dan Cukai terhadap gerak-gerik pelaku yang akan melewati pemeriksaan mesin X-Ray di Bea dan Cukai dan diperkuat dengan hasil pencitraan X-Ray yang mengindikasikan terdapat benda mencurigakan di dalam tas koper yang dibawa pelaku, petugas kemudian segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tas koper tersebut. Berdasarkan pemeriksaan mendalam terhadap tas koper tersebut petugas menemukan 2 (dua) bungkusan plastik berisi kristal bening yang diduga sebagai sediaan narkotika yang disembunyikan di dalam rongga bagian dalam tas koper.

    Setelah dilakukan pengujian pendahuluan dengan menggunakan narcotics test, diketahui kristal putih tersebut merupakan sediaan narkotika jenis methamphetamine dengan berat total 507 (lima ratus tujuh) gram bruto. Terhadap kasus tersebut diatas, pihak Bea dan Cukai akan menyerahkan pelaku berikut barang bukti kepada Kepolisian Daerah Bali guna proses penyelidikan/penyidikan lebih lanjut.

  • Press Release Penangkapan Penyelundup Narkotika ke Bali via Jalur Darat oleh BNN

    Berawal dari Laporan masyarakat dan analisa intelijen diperoleh informasi bahwa akan ada pengiriman Narkotika golongan I jenis Shabu Kristal yang dilakukan oleh sdri RS (44 Tahun) dari Jakarta ke Bali. Selanjutnya petugas BNN melaksanakan Surveillance terhadap Target.

    Pada hari Jumat tanggal 12 September 2014 petugas BNN melakukan pembuntutan terhadap sdri. RS dari rumahnya Jl. Palmerah Jakarta Barat menuju terminal Rawamangun Jakarta timur. Kemudian sesampai di terminal sdri RS menuju loket dan membeli tiket Bus Pahala Kencana dengan tujuan Denpasar, Bali dengan jam keberangkatan pukul 12:15 WIB. Selanjutnya tim melakukan pembuntutan terhadap sdri RS dengan menyamar sebagai penumpang Bus tersebut.

    Pada hari Sabtu tanggal 13 September 2014 sekira pukul 17:45 WITA di dalam Bus Pahala Kencana di Terminal Bus Ubung jl. Cokroaminoto tim melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap sdri RS dan di dapat barang bukti Narkotika golongan I jenis Shabu dengan berat brutto 400 gram yang di kemas kedalam kotak “Max Tea-teh Tarik”. Selanjutnya berdasarkan pengakuan sdri RS bahwa shabu tersebut akan diserahkan kepada seseorang di depan Indomaret terminal Ubung jl. Cokroaminoto. Selnajutnya berdasarkan pengakuan sdri RS tersebut tim melakukan Controlled Delivery (CD)

    Sekira pukul 18:15 WITA datang seseorang yang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam yang diduga akan menerima paket shabu tersebut, selanjutnya pada saat sdri RS menyerahkan paket shabu kepada laki-laki tersebut, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap laki-laki yang diketahui bernama HR (34 Tahun).

    Selanjutnya petugas BNN membawa kedua tersangka ke kantor BNNP Bali, Denpasar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

    • Barang Bukti yang di Sita dari kedua tersangka Narkotika Golongan I jenis Shabu Kristal dengan berat brutto 400 gram
    • Barang Bukti Non Narkotika :

    Tersangka RS :

    1. 1 (satu) buah handphone jenis Samsung warna Hitam
    2. 1 (satu) buah handphone jenis Samsung warna pink
    3. 1 (satu) buah KTP an. R***
    4. Uang tunai Rp. 460.000,- (empat ratus enam puluh ribu rupiah)

    Tersangka HS :

    1. 1 (satu) buah handphone jenis Nokia warna Hitam
    2. 1 (satu) buah KTP an. H**** P*** H**
    3. 1 (satu) unit sepeda motor merek Honda Vario warna Hitam.

    Pasal yang di sangkakan:

    Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

    Pasal 114 ayat (2) : Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

    Pasal 132 ayat (1) : Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagaimana dimaksud Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, dan Pasal 129, pelakunya dipidana dengan pidana penjara yang sama dengan ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal-Pasal tersebut.

    Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1)  Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

    Pasal 112 ayat (2) dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (gram) dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

    Pasal 132 ayat (1) : Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagaimana dimaksud Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, dan Pasal 129, pelakunya dipidana dengan pidana penjara yang sama dengan ketentuan sebagaimana dimaksud Pasal-Pasal tersebut.

  • Press release Penangkapan Tersangka 25 Januari 2016
  • Rapat Koordinasi Airport Interdiction Bandara Ngurah Rai Bali

    Maraknya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menjadi issue global dunia saat ini. Peredaran gelap narkotika antar Negara sudah lumrah terjadi dewasa ini. Masuknya – keluarnya narkotika ke maupun dari Indonesia melalui beberapa titik rawan baik seaport maupun airport. Untuk itu, semua pihak pemegang otoritas maupun pengguna jasa transportasi wajib ikutserta dalam pencegahan, pemberantasan penggunaan dan peredaran gelap narkotika.

    Untuk lebih meningkatkan upaya P4GN terutama melalui jalur transportasi udara khususnya di bandara Ngurah Rai Bali, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali mengadakan rapat koordinasi airport interdiksi terpadu bekerjasama dengan instansi terkait. Rapat koordinasi yang telah dilaksanakan pada tanggal  2 Juli 2014 ini di fasilitasi oleh PT. Angkasa Pura 1 bertempat di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura. Rapat koordinasi ini membahas mengenai permasalahan dan kendala yang di hadapi selama ini dalam mencegah dan menanggulangi peredaran gelap narkotika, serta kebijakan strategis dan taktis dalam memperkuat kerjasama semua instansi dalam memerangi narkotika.

    Rapat koordiansi ini dihadiri oleh :

    1. Kantor Wilayah Dirjen Bea & Cukai Bali, NTB & NTT;
    2. Kantor Bea & Cukai Bandara Ngurah Rai
    3. Direktorat Narkotika POLDA Bali;
    4. Direktorat Intelkam POLDA Bali;
    5. Kantor Wilayah Hukum & HAM Provinsi Bali;
    6. Co. General Manager Angkasa Pura;
    7. POLSEK Bandara Ngurah Rai;
    8. Kantor Imigrasi Bandara Ngurah Rai;
    9. Kantor Kesehatan Bandara Ngurah Rai;
    10. Kantor Karantina Pertanian Bandara Ngurah Rai;
    11. Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bali;
    12. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung;
    13. Badan Intelijen Negara Daerah Bali.

    Dalam rapat koordinasi ini, disepakati bahwa team interdiksi terpadu yang terdiri dari berbagai instansi tersebut akan segera di aktifkan kembali dan diharapkan dapat melakukan kerjasama sebaik – baiknya dalam rangka P4GN terutama jalur penyelundupan Bandara Ngurah Rai Bali.

  • Rapat Koordinasi BNN Se-Bali Di Enjung Beji Tabanan

    13220707_516100501910413_6843157513791333417_o

    Rapat koordinasi rutin bulanan dilakukan oleh Jajaran badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali,BNN Kota Denpasar,BNN Kab Gianyar dan Badung bertempat di ruang rapat resort Enjung Beji Bedugul Tabanan dimulai pada pukul 08.30 wita pada hari Selasa (17/05).
    Dalam kesempatan ini dilakukan pemaparan hasil kegiatan dari berbagai bidang dan juga Ka BNNK sehingga dapat menjadi bahan diskusi apa yang kurang dan menambah sinergitas antar personil BNN Bali.

  • Rapat Koordinasi Interdiksi Terpadu BNN dan Instansi Terkait

    P_20160121_101938

    Rapat koordinasi Interdiksi Terpadu yang diadakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali (21/01) Pada pukul 10.00 wita dan dibuka oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH dengan mengundang Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar Dra. Endang Widowati, Apt, Perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai,Angkasa Pura,Balai Karantina Tumbuhan,Kepala Otoritas Bandara serta pihak Imigrasi.
    Pertemuan ini digagas setelah beberapa pertemuan koordinasi sebelumnya sesuai dengan surat Kepala BNNP Bali No KEP/15/IX/KA/PB.00/2014/BNNP tanggal 30 September 2014 tentang pembentukan tim nterdiksi terpadu Provinsi Bali. Dalam sambutannya Ka BNNP Bali menjelaskan lebih terinci tentang visi dan misi Tim Interdiksi dimana tujuan tim ini adalah memutus mata rantai jaringan sindikat narkoba di Bali. Sehingga kedepannya diharapkan kegiatan interdiksi terpadu ini dapat lebih berjalan dengan lancar dan solid.
    Dalam kegiatan interdiksi yang sudah berjalan BNNP Bali telah mengadakan kegiatan pertukaran informasi,tindak lanjut usaha penegahan di Bea Cukai, pelimpahan proses sidik tindak pidana, kedepannya penangkapan yang dilakukan oleh bea cukai akan diarahkan ke BNN sebagai tim interdiksi dalam pengembangan kasus.

  • Razia di Dua Tempat Hiburan Malam, BNNP Bali Amankan 11 Orang

    IMG-20151019-WA0002

    Minggu dinihari(17/10), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali kembali menggelar razia narkoba ke sejumlah tempat hiburan malam yang berada di Kota Denpasar. BNN melakukan razia di Dua lokasi berbeda yakni di Akasaka Bar dan Diskotik dan Karaoke Grahadi Bali

    Dari dua lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 11 orang yang positif menggunakan narkoba setelah terlebih dahulu dilakukan tes urine di lokasi. Dari lokasi pertama Akasaka, petugas mengamankan 9 orang yang terdiri dari pengunjung dan pemandu lagu, kesembilan orang tersebut positif menggunakan inex,dan shabu sedangkan dari Grahadi ditemukan 3 orang yang menggunakan inex dan ganja dan salah satunya terindikasi tersangka dengan membawa barang bukti sejumlah 2,4 gram shabu. Atas temuan tersebut Petugas BNNP Bali mengamankan pengunjung dan pemandu lagu yang positif menggunakan narkoba untuk dilakukan pengembangan kasus dan assessment untuk penyalahguna narkoba,

    Dalam bulan Oktober ini, BNNP Bali gencar melakukan razia di sejumlah lokasi yang dinilai rawan peredaran narkoba dengan 7 (tujuh) kali melakukan operasi gabungan dengan total 19 (Sembilan belas) penyalahguna dan 1 (satu) orang terindikasi tersangka. Target operasi BNNP Bali meliputi tempat hiburan malam hingga kos-kosan mahasiswa di sekitar kampus serta kos-kosan para pekerja yang ada di sekitar Kota Denpasar.

  • Razia Rumah Kos di Gelogor Carik, Sejumlah Penghuni Positif Pengedar Narkoba

    Razia gabungan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN)Provinsi Bali dan Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar sempat mengagetkan sejumlah penghuni tempat kos-kosan di kawasan Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan, Bali pada hari Minggu (28/6/2015)
    Razia ini dilakukan sehubungan dengan informasi yang didapatkan petugas bahwa dicurigai seorang penghuni kos merupakan pengedar narkoba, akhirnya dilakukanlah pengeledahan oleh petugas BNN Provinsi Bali. Hasilnya, ditemukan Satu orang berinisial GC yang membawa barang bukti 14 paket narkotika sabu seberat 9,47 gram bruto,21 butir ekstacy, uang tunai sebesar 3.625.000 Ribu rupiah serta alat hisap bong. 4 orang positif sebagai penyalah guna murni dan menggunakan zat psikotropika. Narkoba yang dipakai adalah Methamphetamine dan Amphetamine.
    Berikutnya dilakukan pengembangan terhadap temuan di dari TKP Jalan Gelogor Carik yaitu ke rumah GC di kawasan Gunung Talang Denpasar . Di tempat ini, petugas kembali menemukan barang bukti 7 paket sabu dengan berat 6,75 gram bruto, 17 butir extacy dengan berat 5,89 gram bruto. Untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, semua penghuni kos yang terbukti positif menggunakan narkoba dibawa ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali untuk dilakukan pemeriksaan mendalam serta pengembangan kasus.
    Operasi itu dilakukan untuk meminimalkan peredaran narkoba di rumah kos. Berdasar data yang diperoleh BNNP Bali , kini banyak yang memanfaatkan rumah kos untuk mengedarkan narkoba. Salah satu tujuannya, mudah berpindah-pindah sehingga keberadaannya sulit terlacak. Operasi tersebut juga bertujuan menjaring pengguna narkoba. Pengguna yang tertangkap langsung direhabilitasi di rumah sakit yang sudah ditunjuk hal ini sekaligus menjalankan program menjaring 2083 pengguna narkoba di Bali.

  • Serangkaian HUT Bhayangkara ke 70,Pemusnahan Barang Bukti Hasil Sitaan

    13528562_532949333558863_8243513500132115938_o

    Serangkaian HUT Bhayangkara ke 70 pada hari ini, (01/07) Ka BNNP Bali menghadiri pemusnahan barang bukti hasil sitaan dari operasi gabungan Kepolisian dan tim gabungan yang dimulai pukul 09.00 wita selepas upacara HUT Bhayangkara bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar.‪#‎stopnarkoba‬

  • Sosialisasi tentang penyelidikan dan penyidikan TPPU BNN

    13963015_548177392036057_1988901568440621536_o

    Sosialisasi tentang penyelidikan dan penyidikan TPPU ( tindak pidana pencucian uang) digelar di BNNP Bali pada Hari Rabu (10/08) pada pukul 09.00 wita dengan pembicara utama Direktur TPPU BNN Brigjen Pol Rahmad Sunanto. Pada kesempatan ini sambutan pembuka disampaikan oleh Ka BNNP Bali dengan dihadiri oleh Ka BNN Kota Denpasar,Ka BNNK Badung dan Gianyar,Kabid Berantas dan seluruh Personil Bidang Pemberantasan. Kegiatan ini akan berlangsung dua hari yaitu tanggal 10-11 Agustus 2016 dengan materi penerapan delik TPPU terhadap pelaku kejahatan narkotika,tentang bagaimana penyidikan TPPU tersebut.

  • Sweeping 3 Tempat, 9 Orang Positif

    13731938_540621636124966_3316006586469831156_o

    Tim Pemberantasan BNNP Bali pada hari kamis tanggal 21 juli 2016, pukul 23:00 sampai dengan pukul 03.00 wita, melaksanakan kegiatan sweping sekaligus test urine terhadap karyawan, pemandu lagu maupun pengunjung di tempat hiburan malam antara lain royal palace, akasaka dan new bahari. Dari tiga tempat tersebut, 60 orang yang dilakukan test urine, diperoleh hasil terindikasi positif 9 orang, dgn perincian 8 orang didapat 6 inex, 1 sabhu dan 1 benso dan 1 orang didapat terindikasi positif inex dan sabu.
    Tindak lanjut ke 9 orang tersebut terindikasi diarahkan ke Bnnp Bali utk diasesment dan penelusuran lebih dalam.‪#‎stopnarkoba‬

  • Sweeping di Wilayah Tegal Jaya Dalung

    13719575_541792036007926_7717210845123226514_o

    Minggu tgl 24 Juli 2016 pukul 04.30 s/d 09.00 Wita, BNNK Badung sebagai Leding Sektor bersenergi dgn Kepolisian, TNI, Satuan Pamong Praja Kab. Badung, Kelurahan Dalung dan Br. Tegal Jaya (pecalang dan limas) sebanyak 50 orang personil , melaksanakan sweeping/penertiban penyalahgunaan dan pengedar gelap narkoba sebanyak 10 tempat / rumah kos di wilayah Br. Tegal Jaya Dalung Kab. Badung. Dari giat tsb tidak ditemukan ada penghuni kos yg menyimpan narkoba namun ketika dilakukan test urine ditemukan 1 org laki-laki positif Benso. Selanjutnya di bawa ke ktr BNNK Badung utk dilakukan Assesmen. Secara umum kegiatan sweeping dapat terlaksana dengan baik dan setiap penghuni kos sangat kooperatif dan membuka pintu utk dilakukan pemeriksaan.‪#‎stopnarkoba‬

  • Sweeping Tempat Hiburan Malam Oleh Tim BNNP Bali dengan Propam Polda Bali

    13391403_525903130930150_8779692316831446320_o

    Sabtu tanggal 11 Juni 2016, mulai pukul 23.30 s/d 03.00 wita BNNP Bali bersama dengan Bid Propam Polda Bali melaksanakan sweeping tempat hiburan malam, dengan sasaran Cafe Blue Star, Platinum, Cafe Jegeg dan Executive Karaoke. Dlm giat tsb 51 orang di test urine, dan terdapat satu orang positif amphetamine seorang pemandu lagu Cafe Platinum.
    Ybs sdh diarahkan utk datang ke BNNP Bali intuk dilakukan assesmen.Giat sweping dilakukan oleh lebih kurang 70 orang anggota. Giat sweping tsb dipimpin oleh Kabid Propam Polda Bali (AKBP BENY ARJANTO, SIK). dan Kabid Brantas BNNP Bali (Drs. I Ketut Arta, SH.) Giat Sweping dilakukan dlm rangka memelihara Kamtibmas dan menciptakan situasi menjelang hari raya idul fitri.
    Giat tsb dilakukan scr bersinergi dari Polda dan BNNP dgn Sasaran utama , adalah dari Propam Polda Bali mencari anggt Polri yg menyalahgunakan wewenang atau melanggar Disiplin atau langgar Kode etik, sedang dari Bid Brantas BNNP Bali mencari penyalahguna Narkoba dan sekaligus melakukan cek urine utk mengetahui seberapa jauh penggunaan narkoba di masyarakat, disamping itu utk mencari pelanggaran2 lain yg berpotensi mengganggu Kamtibmas seperti membawa senpi, Sajam dll. Dan bila ditemukan adanya anggt TNI yg melakukan pelanggaran akan diserahkan kpd POM TNI.
    Giat seperti ini akan dilakukan scr rutinh dan berkesinambungan dlm memelihara kamtibmas, khususnya di wil. bali.
    Dlm giat semalam tsb tdk diketemukan BB nakoba hanya dari 51 test urine hanya 1 positif.

  • Tes Urine kepada Crew Kapal Awu,TilongKabila Oleh Team Pemberantasan

    13517473_532951623558634_4515698158297168803_o

    (01/07) Bertempat di Pelabuhan Benoa, Team Pemberantasan BNNP Bali melakukan Tes Urine kepada Crew Kapal Awu sebanyak 20 orang, Crew Kapal Tilongkabila jumlah yg mengikuti Tes Urine sebanyak 20 orang dengan hasil keseluruhan nihil.
    Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu KSOP Pelabuhan Benoa Sriyono, Team Pemantau Pelni Pusat Subiyantoro serta Kepala Pelni Benoa Ridwan.
    Tes urine ini sebagai bentuk pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba sebagai salah satu faktor resiko kecelakaan dan mendukung pengamanan pemudik dari narkoba selama arus mudik 2016. ‪#‎stopnarkoba‬

  • Tim Gabungan Sweeping LP Kerobokan, Ditemukan HP, Sajam & Narkotika

    14883639_144220836047517_4431732166754086684_o

    Selasa tgl 1 Nov 2016 dr jam 20.00 s/d 23.30 telah dilakukan operasi gabungan atau sweeping thd warga binaan di Lapas Klas II A Krobokan Denpasar.
    Jumlah petugas gab yg melaksanakan sweping sebanyak 480 orang terdiri dari Pegawai Lapas, Polres Badung, BNNP Bali, Brimob Mengwi dan TNI AD (Koramil). Giat dipimpin oleh Kadiv Pas Kanwil Kumham Bali, Ka Lapas, Ka Polres Badung dan Kabid Brantas Bnnp Bali.Hasil sweeping Didapatkan 70 HP dan pengecasan, sound system serta barang2 elektronik, senjata tajam , ikat pinggang dan barang2 pernak-pernik lainnya untuk keperluan penghuni Blok.
    Selain itu ditemukan juga Narkotika jenis sabu dan ganja. Terhadap warga binaan, dilaksanakan pula tes urine secara random. #ke2janyata #stopnarkoba #bnnpbali