WhatsApp Image 2018-04-03 at 8.50.26 AM
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menjalin sinergitas Percepatan Program Pencegahan. pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Nusa Penida ,pada Rabu (28/03) pukul 10.00 wita dihadapan camat, Kapolsek,Danramil,Bendesa adat dan dinas di Nusa Penida. Maksud dari kegiatan ini adalah percepatan program dengan pengaplikasian timeline pencegahan, pemberantasan, Rehabilitasi serta harm reduction.

“Dengan adanya BNNK Klungkung yang baru terbentuk, diharapkan adanya percepatan pembangunan P4GN di daerah Nusa penida, karena selama ini faktanya Kurangnya sinergitas dari aparat setempat dalam masalaah penanganan narkotika” ungkap Kepala BNNP Bali.

Pengawasan di kawasan pesisir Nusa Penida harus mendapat perhatian khusus melalui fungsi pencegahan dan pengawasan. Pertama, Fungsi pencegahan yaitu dengan menanamkan pengetahuan, pemahaman akan bahaya narkoba pada masyarakat Nusa Penida melalui penyuluhan, advokasi,diseminasi serta Pengukuhan relawan dan Penggiat anti narkoba. Penggiat dan relawan anti narkoba yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan pecalang memiliki tanggungjawab yang besar di lingkungan mereka masing-masing.
Kedua, Fungsi pengawasan dengan melibatkan semua aparat penegak hukum dengan dua fungsi prosperity dan security-nya, dimana fungsi prosperity dilaksanakan oleh aparatur desa seperti camat, Perbekel dan Bendesa adat. Sedangkan dari sisi security-nya dilakukan oleh Pihak Polsek,Koramil serta pecalang sebagai polisi adat desa Di Bali untuk melakukan pengawasan awal di lingkungan terdekat. Peran tersebut harus dilakukan secara seimbang baik penguatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan pemberantasan. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja

“BNNK yang terbentuk harus lebih agresif dalam melakukan fungsi dimasyarakat khususnya dalam hal pencegahan agar dapat menekan demand reduction sementara bidang pemberantasan dapat melakukan penyelidikan secara mendalam” Tambah Ka BNNP Bali

Pada satu desa Pakraman Nyuh Kukuh Di Nusa Penida telah diterapkan sanksi bagi penyalahgunaan Narkoba kepada warganya yang terlibat. Sanksi bagi warga yang terlibat dan terbukti bersalah dalam kasus narkoba yaitu wajib untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan seluruh tokoh masyarakat dan warga saat Paruman adat berlangsung disertai menghaturkan Pejati (sarana upacara) di Pura Dalem Bias Muntig milik desa setempat sebagai wujud permohonan maaf kepada sang semesta. Sementara bagi para pendatang yang berdomisili di desa Pekraman Nyuh Kukuh selain sanksi tersebut juga dikenakan tambahan denda beras 200 kilo.

Pertemuan ini diharapkan pertama, mampu membentuk organisasi atau penggiat-penggiat anti narkoba yang kedepannya akan aktif menjadi penyuluh di lingkungannya untuk melakukan Kegiatan pencegahan bahaya narkotika. Kedua, diharapkan Bendesa adat Kedepannya makin agresif dalam membuat awig awig atau pararem untuk pengguna narkoba sebagai bentuk action plan, bukan hanya retorika namun tindakan nyata. Apabila ada sanksinya diharapkan adanya penolakan terhadap narkoba dan juga efek jera.

Kepala BNNP Bali Menjadi Narasumber pada Dialog Interaktif "Hai Bali Kenken" di RRI Denpasar 88.6 FM
KAMPANYE STOP NARKOBA MEWUJUDKAN GURU YANG SEHAT, TANGGUH, BERWAWASAN ANTI NARKOBA