26055781_764022120449221_5251052223368093631_n

Sejumlah 400 (Empat Ratus) orang Relawan Anti narkoba yang terdiri dari pecalang dari 17 Desa dari Kabupaten Badung dikukuhkan Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Badung didampingi oleh Kepala BNNP Bali , Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH beserta pada Hari Senin (18/12) pukul 10.00 wita bertempat di Ruang Kertha Gosana, Kantor Bupati Badung, Badung.

Hadir dalam pengukuhan tersebut Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Perwakilan DPRD Badung, Beberapa pejabat di Lingkungan Kabupaten Badung serta sejumlah Bendesa adat,Perbekel dan Lurah Se-Badung. Relawan Anti Narkoba yang dikukuhkan yaitu sebagian besar berasal dari Pecalang yang merupakan tokoh keamanan di lingkungan desa Pakraman Badung.

Sekda Kabupaten Badung menyampaikan bahwa kondisi peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan, perlu adanya kerja sama dari semua pihak termasuk masyarakat.

“Saudara saudara memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Dimulai dari diri sendiri, harus dapat menjadi contoh ,jangan sampai yang telah dikukuhkan menjadi relawan malah memakai narkoba” ungkap Sekda Kabupaten Badung dalam sambutannya.

Tantangan Bali saat ini adalah bagaimana mencegah peredaran narkoba, dan hal ini dapat menyerang Bali dan menghancurkan pariwisata yang menjadi icon Bali, main gate Pariwisata di Indonesia.

Ka BNNP Bali selepas mengukuhkan dan menyematkan pin kepada para relawan menyampaikan, ” Saat ini narkoba di dunia 800 jenis dan 68 jenis sudah masuk ke Indonesia. Pecalang diangkat sebagai relawan anti narkoba sebab pecalang hanya ada di Bali, petugas keamanan adat di Desa pakraman, bukan hanya bertugas tentang prosperity namun juga tugas security-nya, jagabhaya” ungkap Kepala BNNP Bali.

Berdasarkan Perda Provinsi Bali Nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman dalam pasal 17 tentang pecalang menyebutkan bahwa keamanan dan ketertiban wilayah desa Pakraman dilaksanakan pecalang, pecalang melaksanakan tugas-tugas pengamanan wilayah desa Pakraman dalam hubungan tugas adat dan agama serta pecalang diangkat dan diberhentikan oleh desa Pakraman berdasarkan paruman desa. Tentu saja beberapa poin ini menegaskan bahwa peran pecalang di daerah sangatlah penting.

“Para relawan pecalang di Bali adalah Garda terdepan dalam menjadi pelopor dalam menyampaian informasi kepada masyarakat, deteksi dini penyalahgunaan narkoba, menjadi tokoh dan panutan serta menjadi orang pertama yang harus dilaporkan terkait dengan kegiatan P4GN di Desa.” tegas Ka BNNP Bali

Para Relawan Anti Narkoba dalam hal ini para pecalang ini berperan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba baik dalam bentuk antisipasi peredaran narkoba,pencegahan bahaya narkoba lewat penyuluhan maupun Rehabilitasi di lingkungan Kabupaten Badung Khususnya.

Kepala BNN RI Mengukuhkan Pecalang Sebagai Relawan P4GN Di Sanur
MOU BNNP Bali Dengan Media Cetak Terbesar Bali