26168453_764021287115971_2400332959237398655_n

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso mengukuhkan para “pecalang” atau petugas pengamanan desa Pekraman Sanur menjadi relawan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Dalam acara ini juga hadir Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa dan jajaran,Perwakilan walikota Denpasar,Bendesa adat serta undangan lainnya.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dalam sambutannya menyampaikan bahwa narkoba adalah sesuatu yang sangat merusak, terlebih beliau pernah menjabat ketua Badan Narkotika Kabupaten (BANK) selama dua kali, sehingga langkah untuk mengantisipasi peredaran narkoba dimasyarakat yaitu melakukan edukasi terhadap masyarakat umum serta melakukan penanganan melalui rehabilitasi dan pemberantasan.

” Penekanan saya selamat bertugas untuk para relawan dalam bekerja,jangan sampai para relawan yang dilantik malah jadi penguna, disusupi oleh pengedar. Setelah ini ada tugas berat menanti anda harus serius dalam melaksanakan tugas mulia ini” ungkap Wakil Gubernur Bali.

Dari total 5.970 pecalang yang tersebar di 607 “desa pakraman” (desa adat) di Bali, pada tahun 2016 sebanyak 1.359 orang dipercaya sebagai relawan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kalau saya ditanya, pak dimana wilayah Indonesia yang bebas narkotika,saya jawab ,saat ini tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang terbebas dari penyalahgunaan narkotika” ujar Kepala BNN RI di dalam sambutannya, di Wantilan Pantai Matahari Terbit, di Denpasar, Minggu (16/12) pukul 08.00 wita

Menurut Kepala BNN RI , Perkembangan narkotika saat ini di dunia yaitu sebanyak 800 jenis baru, 68 jenis sudah ditemukan di Indonesia, faktor terbesar dari kondisi kepulauan Indonesia dan sosiologi masyarakat Indonesia.

“Kita bangun kesadaran dari diri sendiri, komitmen dari keluarga barulah masyarakat terdekat, komitmen ini dapat menyelamatkan masyarakat dari penyalahgunaan narkotika khususnya dari Bali yang sangat terkenal dari pariwisata ini ” ujarnya.

Pihak BNN juga terus berupaya untuk mengurangi pangsa pasar peredaran narkoba di tengah belanja narkotika di Indonesia yang tidak kurang dari Rp72 triliun pertahun. Saat ini umur termuda yang telah terkontaminasi narkotika adalah bayi berumur 6 bulan, tidak menutup kemungkinan janin juga dapat terkontaminasi narkotika.

Menurut Komjen Buwas , sapaan akrab Kepala BNN, dengan dilibatkannya pecalang menjadi relawan P4GN, maka selanjutnya seluruh pecalang akan menjadi mitra Badan Narkotika Nasional dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di Bali.

“Saya harapkan pecalang juga dapat membangun partisipasi aktif masyarakat untuk turut mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba,” tutupnya.

Selanjutnya para relawan tersebut juga akan diberikan berbagai pengetahuan dan pemahaman terkait upaya-upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Pada kesempatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan kendaraan roda dua sebanyak 3 unit untuk BNN K/Kota Jajaran, Penyematan pin dan sertifikat pecalang serta penempelan akrilik anti narkoba.

Dongeng Bersama Om Buwas Dihadapan 1000 Anak SD Se-Denpasar
Pengukuhan Relawan Pecalang Kabupaten Badung Oleh Ka BNNP Bali serta Sekda