Entah bagaimana awalnya Bastian kenal Bang Jali (teman tongkrongannya yang hobi mengkonsumsi Narkoba). Lambat laun kuliah Bastian berantakan, ia sudah jarang masuk. Aktivitasnya selain bergabung dengan Bang Jali ya duduk minum dan pakai ganja. Bang Jali kemudian mengajaknya mencoba jenis narkoba yang lain. Bastian dan bang Jali sendiri belum tahu jenis Narkoba itu. Bang Jali bilang pada Bastian katanya bubuk itu lebih hebat dari ganja . “Sekali nyoba badan jadi segar”. Kata Bang Jali bersemangat. Bastian penasaran lalu bersama Bang Jali Ia datang ke pengedar yang ada di dekat kampusnya untuk membeli Narkoba jenis baru itu. Ternyata Narkoba yang mereka beli adalah jenis putaw.

Awal mencoba Bastian sendiri merasa ngeri, sebab Ia harus memakai jarum suntik. Namun karena penasaran Bastian tetap mencobanya,menyuntikan putaw ke pembuluh darahnya. Cara nyuntiknya juga diajarkan pengedar putaw, dan benar Bastian merasa efek putaw lebih hebat dari ganja. Akibat yang ditimbulkannya juga dahsyat. Bastian melihat Bang Jali sampai megap – megap entah nikmat atau tersiksa saat memakai putaw. Bastian dan Bang Jali akhirnya jadi pemakai putaw yang setia.

Untuk tetap bisa membeli barang putaw, Bastian menjadi tukang parkir mobil di pasar bersama Bang Jali. Seminggu setelah memakai putaw , Bastian merasa tubuhnya tidak enak . Bang Juga , awalnya Bastian mengira terserang flu atau tifus. Tapi ketika demam itu semakin menjadi – jadi , dan otot – otot serasa mau lepas, barulah Bastian sadar kalau itu karena efek putaw. Soalnya pengedar putaw juga pernah bilang bahwa mereka akan mengalami hal-hal seperti itu.

Bang Jali juga tidak sadar ia mulai terserang sakaw. Ternyata fisik duda beranak empat yang sudah berusia 50 tahun ini nggak tahan. Malam itu, di dalam pasar dalam suasana remang –remang , Bang Jali Sakaw. Bastian sendiri juga mengalami hal yang sama. Ia mengalami gejala putus obat atau sakaw. Bastian memutuskan untuk menunggu si pengedar putaw lewat depan kostnya. Setelah mendapatkan barangnya, ia juga memutuskan bergegas ke pasar mengantarkan putaw pada Bang Jali. Ketika Bastian Sampai pasar Ia lihat banyak sekali orang berkerumun. Tampak juga beberapa polisi “ Ada apa ?” Tanya Bastian pada salah seorang yang berkerumun.

“ Bang Jali Mati kayaknya Ia kena serangan jantung!” Deg! Jantung Bastian berdebar hebat . Ia balik dan pulang ke rumah . Di saku celananya ada setengah gram putaw . Keringat dingin tiba – tiba keluar dari tubuhnya, dadanya berdebar rasa takut seperti menyergap dirinya hatinya hampa saat suara sirene dari mobil Polisi seperti menyayat mengiris –iris bagian dalam dari dirinya. (Jd)

Kepergian Ayahnya Membangunkannya dari Buaian Semu Narkoba
Memaknai Hidup di Pusat Rehabilitasi Narkoba