Ayahnya tidak tahan melihat kelakuan – kelakuannya yang bergaul dengan anak – anak brandal yang tiap hari merokok di gang minum – minuman keras dan mengkonsumsi narkoba. Tubuhnyapun kini kering seperti tulang terbungkus kulit. Setahun setelah meratapi keadaan Deni, Ayahnya meninggal. Momen menyedihkan ini membuat Deni sangat terpukul. Jujur Ia akui meski Ayahnya otoriter dan sering memukulinya, didasar hatinya yang paling dalam diakuinya semua dia lakukan adalah untuk kebaikannya.

Deni akhirnya sadar , Ayahnya melakukan demikian karena Deni memang bandel dan tidak mengikuti perintahnya.Padahal keinginan Ayahnya sangat sederhana Deni harus jadi anak yang soleh, rajin beribadah dan berhasil dalam pendidikan. Ayahnya tidak pernah memaksakan untuk menggantikan pekerjaannya di toko. Dia hanya ingin Deni menjadi orang yang berguna di masyarakat.

Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sebelum Deni benar – benar hancur, akhirnya Ia putuskan untuk meninggalkan narkoba, memang tidak mudah . Ibunya yang Ia anggap tidak mengerti apa –apa soal narkoba , akhirnya turun tangan juga. Dengan kasihnya Ibunya mengantarkan Deni pada pengobatan . Disana Deni di obati secara tradisional. Deni diberi ramuan khusus dan seluruh tubuhnya di pijat. Semuanya untuk menghilangkan efek sugesti yang sewaktu – waktu bisa timbul. Sebulan Ia menjalani terapi ditempat tabib itu, semuanya kembali pada diri si penderita jika ada niat untuk sembuh maka si penderita akan sembuh, tapi kalau setengah – setengah Ia bisa saja balik memakai Narkoba.

Kini Denipun mau menggantikan pekerjaan Ayahnya di toko, diam –diam Ia memperhatikan Adiknya. Deni takut apa yang terjadi pada dirinya terjadi juga pada adiknya.Diteruskannya usaha ayahnya Ia juga berjanji pada dirinya sendiri, pada jasad Ayahnya , dan pada Ibunya untuk meninggalkan Narkoba. Dirumah tiap kali sholat berjamaah , Deni menjadi imam untuk Ibu dan adiknya. Jalan hidupnya berubah drastis ,meski semua orang bingung dan nyaris tak percaya dengan perubahan Deni tapi inilah hidup Apa yang terjadi kedepan nggak seorangpun tahu . Yang pasti Ia hanya berpesan buat semua para remaja , menenggak obat –obatan ,ngeganja ,dan memakai putaw dan sejenisnya hanya akan berujung sengsara. Hidup sehat lebih penting dari semuanya.(JD).

Bergaul Dengan Lingkungan Yang Salah Bisa Menjerumuskanmu pada Narkoba
Sang Preman Mati Karena Narkoba