ebut saja namanya Anto Ia dilahirkan 36 Tahun yang lalu, Saat umur 17 kurang Anto sudah beruntung mendapatkan sebuah pekerjaan. Hidupnya sangat tertata tidak terpengaruh oleh dunia luar sama sekali sehingga Ia bisa mengumpulkan uang untuk membeli sepeda motor yang diimpikannya dan barang barang berharga lainnya, Ia yakin pada saat itu teman teman sebayanya belum bisa seperti dia. Pada saat itu Ia bekerja di sebuah perusahaan berkembang. Saat itu ia diterima menjadi karyawan dengan gaji yang menurutnya cukup. Pada saat Ia masih rajin baik beribadah juga melakukan kegiatan yang positif. Di tahun berikutnya Ia mulai bisa membeli motor walaupun tidak bagus tapi bisa Ia pakai bekerja, bahkan beberapa bulan kemudian Ia bisa mengganti sepeda motornya dengan yang baru. Semakin hari kehidupannya semakin baik dan tidak kekurangan. Saat itu ia merasa kecukupan.tiga tahun sudah Ia bekerja saat itu umurnya menginjak 20 tahun Ia mulai bergaul dengan teman teman yang salah,Ia mulai mengenal apa itu pacaran, saat itu juga teman temannya mengajak minum – minuman keras pada saat acara tertentu di kafe

Nah saat itulah Ia sedikit demi sedikit mulai lebih banyak bermain dengan teman teman, yang menurutnya masih wajar. Akan tetapi Kehidupannya yang dulu mulai Ia tinggalkan. Dan hari – hari selanjutnya kehidupannya yang semula wajar berubah menjadi tidak wajar. Ia mulai ketagihan minuman keras dan narkoba, main perempuan juga main judi. awalnya Ia hanya ikut ikutan lama lama Ia ketagihan, dulu Ia diajak pergi ke kafe bisa tanpa menggunakan barang haram, tapi lama kelamaan Ia mulai ditawari narkoba. waktu itu Ia sangat ketagihan Jika Ia pergi ke diskotik aku mesti mengkomsumsi sabu. Saat Pertama menggunakan sabu seingatnya Ia membelinya dari seseorang yang tak begitu Ia kenal di Kafe. Setelah menggunakan barang haram itu Ia mulai merasakan seperti terbang.

Pernah Ia tidak punya uang diajak temannya pergi ke kafe, Ia mulai merengek-rengek minta untuk dibelikan sabu. karena belum puas rasanya jika Ia belum menggunakan barang haram itu. Sampai begitunya hingga ketergantungan dengan yang namanya sabu. Ia ingat waktu itu Ia bersama sama teman masuk ke Kafe dengan dana pas pasan, alias hanya cukup buat tiket masuk. Akhirnya Hp yang Ia bawa Ia gadaikan juga ke bandar yang Ia kenal.Seringkali Sebelum berangkat ke Kafe Ia ‘ngisep sabu, di dalam, dan menelan ineks. Hal tersebut berlangsung lama, dan yang Ia pikirkan saat itu hanyalah sabu, eksatasi dan dugem.

Ia mulai berpikir hidupnya sudah hancur, habis sudah semuannya, Ia mengandalkan gaji, hingga akhirnya Ia hutang sana sini untuk bisa memuaskan nafsunya pergi ke kafe dan menikmati ineks, Ia mulai parno setiap kali Ia ‘makai Ia merasa dikejar- kejar orang, tak ada lagi nalar dalam pikirannya, rasa takut gelisah jadi satu,hingga akhirnya seseorang menyarankannya untuk berhenti saat segalanya telah habis.

Kini ia memulai lembaran hidup yang baru meski dengan meninggalkan begitu banyak Hutang Ia bekerja mulai mulai dari nol sampai akhirnya Ia menemukan guru yang bisa membimbing. Kehidupannya semakin membaik. tiga bulan bekerja Ia mendapatkan upah yang cukup lumayan, dan bulan- bulan berikutnya Ia mulai bisa membayar hutang walaupun tidak semuanya tapi bisa meringankan bebannya. Ia pikir semuanya berjalan dengan normal dan sesuai Harapan keluarga nya , disaat Ia sudah bisa melunasi hutangnya yang begitu banyak dan mulai bisa mencukupi kebutuhannya, ada teman sekantor mulai mengajaknya lagi, ke tempat hiburan malam.

Mulailah Ia berulah lagi, Ia mulai kembali ke kafe yang sudah ia tinggalkan hampir lebih setahun lamanya, dengan upah yang Ia dapat. Setiap kali Ia menggunakan barang haram itu di kafe pada saat di dalam merasa ada pencopet, ada yang menggangu ada yang mau mengusik kesenangannya. Bahkan saat keluar dari kafe-pun terasa ada yang mengejar ngejar. sebegitu hebatnya ketakutan dalam dirinya akibat pengaruh sabu. Hingga akhirnya Ia tak tahan lagi dan akhirnya memutuskan untuk pergi dari pulau Jawa dengan harapan tidak bertemu dengan teman teman yang senang dengan dunia malam. Ia mulai dengan Kehidupan yang wajar dengan lingkungan yang berbeda. Saat ditemui tim BNN Ia berharap kisahnya ini menjadi pelajaran yang berharga bagi semua untuk tidak mencoba Narkoba. (JD).

Kisah Perjalanan Sukses Seorang Mantan Pecandu Narkotika
Kepergian Ayahnya Membangunkannya dari Buaian Semu Narkoba