22281647_731789977005769_736926377489535424_n

Peran Bea dan Cukai sebagai garda terd‎epan dalam menjaga keluar masuknya barang harus diperkuat. Pasalnya penyelundupan narkoba kerap kali terjadi melalui Bandara dan pelabuhan konvensional.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai perkuat peran penanganan penyelundupan narkotika, psikotropika dengan mengadakan Lokakarya Pengawasan narkotika terhadap petugas yang terkait dengan pengawasan narkotika di pintu masuk udara tiap Provinsi di Indonesia dengan menghadirkan narasumber aparatur yang terkait dengan penanganan kasus narkotika salah satunya yaitu BNN.
(09/10) Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH Menjadi narasumber dalam Lokakarya Pengawasan Narkotika (CNT) yang diadakan oleh Badan Pendidikan. dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia bertempat di Bima Cottage II ,Kuta Badung pada Senin (09/10) pukul 10.00 wita dengan peserta 30 orang yang merupakan peserta Bea cukai seluruh Indonesia yang terkait dengan Bagian Narkotika.
“Banyak cara yang dilakukan oleh para pelaku pengedar narkoba menyusupkan narkotika khususnya lewat jalur udara,maka itu perlu pengawasan lebih ketat dari Bea cukai dan interdiksi BNN ” ujar Ka BNNP Bali.
Saat ini Indonesia menjadi tempat strategis Jalur masuk narkotika baik tempat transit bahkan tempat pembuatan narkotika. Bali saat ini diserbu dari berbagai titik peredaran narkotika baik dari udara yaitu lewat pintu masuk Bandara Ngurah Rai, serta beberapa pelabuhan legal maupun ilegal.
Bea Cukai sebagai garda terdepan dalam menjaga keluar masuknya barang harus memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum guna mengamankan Indonesia dari upaya penyelundupan barang barang larangan salah satunya narkotika.
Peran bea cukai dalam Pencegahan Perantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yaitu sebagai garda terdepan dalam menjaga keluar masuk barang, ikut berkomitmen dan bertanggung jawab menjaga masyarakat, berkonsolidasi dan berkontribusi bersama dalam P4GN, tes urine secara berkala dan mandiri,menyusun regulasi yang sejalan dengan program P4GN serta menjaga nama baik lembaga pemerintah dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Fenomena baru pengguna narkoba saat ini yaitu menyasar penggunaan obat media yaitu PCC yang beredar di Kendari mengandung senyawa Carisoprodol dan penggunaan rokok elektrik sebagai media penggunaan narkotika.
“Bea Cukai harus siap untuk terus meningkatkan sinergi dengan BNN dalam upaya pengawasan dan penindakan terhadap upaya-upaya penyelundupan narkotika di Indonesia,” pungkas Ka BNNP Bali.

Biro Perencanaan BNN RI melakukan Sosialisi Kebijakan Strategi Nasional
Pemetaan Kawasan Rawan untuk pemberdayaan alternatif