22540144_735757133275720_6981591648069327624_n

Penentuan pemetaan kawasan rawan untuk pemberdayaan alternatif sesuai kebutuhan dan karakteristik bagi kelompok rentan dan kawasan rawan narkoba adalah salah satu kegiatan yang perlu dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional di beberapa wilayah yang disinyalir rawan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH Didampingi Kepala BNN Kota Denpasar AKBP I Wayan Suwahyu memimpin Rapat kerja dalam rangka pemetaan kawasan rawan dan sinergitas program pemberdayaan alternatif bertempat di ruang pertemuan abiantimbul,pemecutan kelod Denpasar Barat pada Hari Selasa,(10/10) pukul 09.00 wita dihadapan 30 orang peserta dari tokoh masyarakat,perwakilan Polres,Kesbangpol Denpasar, serta anggota masyarakat. Sebanyak 30 peserta raker ini mendapat pemahaman tentang kawasan wilayah rawan narkoba dan wilayah yang dapat dikembangkan melalui pemberdayaan alternatif,dimana wilayah Abiantimbul ini memiliki beberapa tempat hiburan malam yang ditemukan fakta bahwa rawan penyalahgunaan narkotika.
“Mari kita kedepannya bersatu padu mencegah dan menjaga daerah kita dari bahaya narkoba,khususnya Desa Pemecutan Kelod,dan apresiasi desa ini telah mempunyai Pararem Pada maret lalu”
BNNP Bali telah mengukuhkan 1103 pecalang pada Januari 2017 dengan disaksikan oleh Gubernur Provinsi Bali.Pemerintah provinsi Bali bersama BNNP Bali telah menyusun Perda No 7 tahun 2017 tanggal 28 Agustus 2017 terkait Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan penyalahgunaan narkotika (P4GN).
Salah satu Bentuk aplikasi dari perda tersebut yaitu Pecalang akan diberikan surat keputusan sebagai relawan,
” Pecalang Membangun kekuatan untuk melakukan pengawasan lingkungan, siapapun yang terkena narkoba dapat dibantu oleh pecalang dan STT yang menjadi relawan anti narkoba untuk lingkungannya masing-masing, BNN akan melantik relawan yang ditunjuk tersebut.” ujar Ka BNNP Bali.
BNN Mendorong setiap desa pakraman di Bali untuk menyusun awig-awig atau peraturan desa P4GN di lingkungan masing-masing. Hasil dari diskusi bersama ini, akan teridentifikasi permasalahan sosial dan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba juga rencana program kegiatan pengukuhan pecalang dan STT setempat untuk menjadi relawan BNN.

Peran Bea Cukai dalam P4GN
Kepala BNN Provinsi Bali