• 50 PEGAWAI KANTOR ARSIP DAERAH DAN KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH KAB. BADUNG DIBEKALI PENYULUHAN P4GN

    IMG_0154

    Badung – Bali, Permasalahan penyalahgunaan narkoba telah merambah ke semua tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya pencegahan yang komprehensif dan berkesinambungan yang satunya adalah dengan pemberian informasi yang benar dan faktual tentang dampak buruk dan bahaya penyalahgunaan narkoba baik secara fisik, mental dan sosial ekonomi bagi diri pemakai, lingkungan maupun masyarakat luas untuk menjadikan masyarakat memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
    Sejalan dengan itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung memberikan Diseminasi Informasi melalui penyuluhan P4GN kepada 50 orang pegawai Kantor Arsip Daerah dan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Badung pada hari selasa (11/08) pukul 09.00 Wita bertempat di Ruang Rapat Bersama Kantor Arsip Daerah Kabupaten Badung. Melalui kegiatan ini, BNN Kabupaten Badung mengajak peserta untuk menjalankan Inpres Nomor 12 tahun 2011 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN dan Instruksi Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Kabupaten Badung di Bidang P4GN.

    Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Seksi Akuisi Kantor Arsip Daerah Kabupaten Badung, A.A. Ngurah Wisnu Wardana. Hadir pula Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung, AKBP Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang memberikan pemaparan tentang narkotika dan penggolongannya, bahaya penyalahgunaan narkotika serta kebijakan-kebijakan dalam upaya penanganan korban penyalahgunaan narkotika. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa adanya gerakan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkotika merupakan model penghukuman non kriminal yang bertujuaan untuk menekan demand dalam rangka mengurangi supply narkotika illegal dan diharapkan dapat menyelesaikan masalah narkotika yang ada di Indonesia. “BNN Kabupaten Badung berada di sini untuk mengajak seluruh peserta yang hadir mensukseskan gerakan rehabilitasi 100.000 korban penyalah guna narkotika dengan mengajak melaporkan korban penyalah guna narkotika untuk mengikuti program rehabilitasi BNN,” tandasnya.

  • AKBP Ni Ketut Masmini Dilantik Jadi Kepala BNN Kabupaten Badung

    P_20160105_092825

    Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH MH melantik AKBP Ni Ketut Masmini SH MH sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung di Kantor BNNK Badung,Kapal Selasa (05/01).

    AKBP Ni Ketut Masmini menggantikan posisi Kepala BNNK Badung sebelumnya Kombes Pol Ni Made Asmiriwati SH MH yang telah memasuki masa pensiun per Desember 2015. Jabatannya sebelum dilantik sebagai Kepala BNNK Badung, adalah sebagai Kasubbidwabprof Bidang Propam Polda Bali.Pada Pelantikan dan Sumpah Jabatan ini dihadiri oleh 25 orang undangan dari pihak kepolisian,SKPD terkait serta Instansi Vertikal di Lingkungan Kabupaten Badung.

  • Baksos IKIP PGRI Di Masjid Petang Gandeng BNN

    13490615_528248294028967_1589949081614890092_o

    Kegiatan BNNK Badung pada hari Jumat tgl 17 Juni 2016 pukul 14.00 Wita telah dilaksanakan Sosialisasi bahaya narkoba dan HIV AIDS dalam rangka kegiatan Bakti Sosial Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial IKIP PGRI Bali di Masjid Baiturrahman Desa Petang. Hadir dalam kegiatan penyuluh bnn kabupaten badung, dekan fakultas Pendidikan Ilmu Sosial IKIP PGRI Bali beserta kelian adat setempat. Selain memberikan sosialisasi bahaya narkoba, tim penyuluh BNN Kabupaten Badung jg menggelorakan Stop Narkoba dengan memasang stiker stop narkoba di kawasan masjid.‪#‎stopnarkoba‬

  • BNN Kabupaten Badung adakan FGD dalam Rangka Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan Bebas Narkoba

    IMG_0421P

    Badung, Bali – Indonesia Darurat Narkoba, begitulah pernyataan yang diucapkan oleh Presiden RI Joko Widodo di tahun 2015 ini. Hal tersebut memang sudah tidak dapat dipungkiri mengingat jumlah penyalahguna narkoba yang mencapai 4,2 juta jiwa dan sudah masuk ke berbagai wilayah di Indonesia. Di Bali sendiri pada tahun 2014 jumlah penyalahguna narkoba mencapai 66.878. Jumlah yang terus meningkat di setiap tahunnya membuat masyarakat harus tanggap dan turut aktif berpartispasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

    Bahaya penyalahgunaan narkotika memang sudah masuk ke berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Badung yang terkenal dengan kawasan pariwisatanya. Ancaman bahaya narkoba harus dapat dibentengi sehingga tidak masuk dan menyebar luas. Untuk itu, upaya P4GN terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Dalam upaya P4GN, BNN Kabupaten Badung tentu perlu adanya dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga di masing-masing desa/kelurahan di Kabupaten Badung.

    Rabu (26/08), BNN Kabupaten Badung mengundang para satgas anti anti narkoba untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di ruang pertemuan kantor BNN Kabupaten Badung. Sebelumnya, BNN Kabupaten Badung telah melakukan pembentukan satgas dan melakukan pemberdayaan satgas anti narkoba kepada 24 orang di lingkungan masyarakat desa/kelurahan. Masing-masing peserta merupakan perwakilan dari 6 Desa/Kelurahan di Kabupaten Badung yaitu Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Blahkiuh, Desa Darmasaba, Desa Mengwitani, Desa Tumbakbayuh dan Desa Munggu. Pelaksanaan FGD tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan satgas anti narkoba sehingga satgas dapat terus berperan aktif di lingkungannya dengan dukungan dari pemerintah desa setempat.

    Acara diawali dengan sambutan Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Made Asmiriwati, SH.,MH dilanjutkan dengan paparan materi tentang dengan tema Peran Satgas di Lingkungan masyarakat desa/kelurahan dalam P4GN. Diskusi berjalan dengan hangat setelah materi kedua disampaikan oleh Kasubid Kelembagaan Desa/Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintah Desa Kabupaten Badung. Beberapa peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dalam diskusi yang dilakukan setelah pemaparan materi. Isu-isu tentang narkoba yang ada di lingkungan Desa/Kelurahan masing-masing peserta kemudian diangkat dan kemudian dibahas bersama. Selain itu adanya APBDes juga menjadi topik menarik dalam diskusi. Satgas anti narkoba dapat memberikan usulan kepada LPM untuk pembuatan rencana kerja terkait kegiatan dalam upaya P4GN. Narkoba “Jadikan usul rencana upaya edukasi, pembinaaan dan pengembangan lingkungan hidup bebas NARKOBA sebagai bagian dari usul rencana kegiatan pemberdayaan dusun/banjar/RW/RT, kemudian Laporkan usul rencana kepada pengurus LPM dan Kepala Desa/Lurah untuk dimasukkan dalam RPJM Desa dan RKP Desa melalui MUSRENBANGDES/KEL” ujar I Wayan Somaribawa (Humas BNNK Badung).

  • BNN Kabupaten Badung bekerjasama dengan Bali Children Project lakukan Invision Workshop Narkoba, HIV AIDS dan Kesehatan Reproduksi

    IMG-20160518-WA0008

    BNN Kabupaten Badung bekerjasama dengan Bali Children Project melaksanakan Invision Workshop dengan topik Narkoba HIV AIDS dan Kesehatan Reproduksi, diikuti oleh siswa-siswi SMP yang tergabung dalam KSPAN se-Kecamatan Abiansemal dengan mengambil tempat di SMP Negeri I Abiansemal Badung. Kegiatan dilaksanakan hari ini tanggal 18 Mei 2016 dari pukul 09.00 s.d 13.00 WITA. Sebagai Narasumber Kepala BNN Kabupaten Badung, dan Tim dari Yayasan Bali Children Project. Kegiatan diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada para peserta.

  • BNN KABUPATEN BADUNG BEKERJASAMA DENGAN BHAYANGKARI DAN POWAN POLRES BADUNG MELAKSAKANAN KAMPANYE STOP NARKOBA

    IMG_5884

    Kamis, tanggal 21 April 2016 seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Badung dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Badung, AKBP Ni Ketut Masmini, SH., MH melaksanakan kegiatan Kampanye Stop Narkoba bekerjasama dengan Bhayangkari dan Polwan Polres Badung bertempat di Objek Wisata Pantai Petitenget. Kegiatan tersebut berkaitan dengan dengan Perayaan Hari Kartini 2016.
    Hadir dalam kegiatan Ketua Bhayangkari, Kabag Sumda Polres Badung, masyarakat, wisatawan domestic dan wisatawan mancanegara. kegiatan diakhiri dengan pemasangan stiker sub Sektor Petitenget, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

  • BNN Kabupaten Badung Bentuk Satgas Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan

    satgas badung

    Badung, Bali – upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Setelah melakukan Fasilitasi Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan bebas Narkoba melalui pemeriksaan tes urine, BNN Kabupaten Badung melakukan kegiatan pembentukan Satgas. Rabu (09/06) di ruang pertemuan Kantor BNN Kabupaten Badung 24 orang warga masyarakat di wilayah Kabupaten Badung mengikuti kegiatan Pembentukan Satgas di Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan. Masing-masing peserta merupakan perwakilan dari 6 Desa/Kelurahan di Kabupaten Badung yaitu Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Blahkiuh, Desa Darmasaba, Desa Mengwitani, Desa Tumbakbayuh dan Desa Munggu. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbentuknya satgas anti narkoba di masing-masing Desa/Kelurahan, sehingga secara mandiri nantinya dapat melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di lingkungannya.
    Acara yang berlangsung selama 2 hari (09-10/06) tersebut dibuka dengan sambutan Kepala BNN Provinsi Bali Kombes Pol I Putu Gede Suastawa, SH. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala BNN Kabupaten Badung dengan tema Peran BNN dalam Upaya Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Beberapa peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dalam diskusi yang dilakukan setelah pemaparan materi. Isu-isu tentang narkoba yang ada di lingkungan Desa/Kelurahan masing-masing peserta kemudian diangkat dan kemudian dibahas bersama.
    Materi selanjutnya disampaikan oleh I Nyoman Artana,SH yang merupakan Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Bali dengan tema Penanganan Pecandu/Korban Penyalahguna Narkotika Melalui Rehabilitasi Medis dan Sosial. Setelah materi tentang penanganan pecandu disampaikan, peserta mendapat materi lanjutan tentang Penyalahgunaan Narkoba dalam sudut kesehatan yang disampaikan oleh dr. Kt. Merths Yasa,M.Repro dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.
    Hari kedua dalam kegiatan pembentukan Satgas juga akan diisi materi oleh Narasumber dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, dan Yayasan Dua Hati Bali (Humas BNNK Badung).

  • BNN Kabupaten Badung Bentuk Satgas Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan

    BNNK Badung bentuk Satgas

    (Humas BNNK Badung).
    Badung, Bali – upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Setelah melakukan Fasilitasi Pemberdayaan Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan bebas Narkoba melalui pemeriksaan tes urine, BNN Kabupaten Badung melakukan kegiatan pembentukan Satgas. Rabu (09/06) di ruang pertemuan Kantor BNN Kabupaten Badung 24 orang warga masyarakat di wilayah Kabupaten Badung mengikuti kegiatan Pembentukan Satgas di Lingkungan Masyarakat Desa/Kelurahan. Masing-masing peserta merupakan perwakilan dari 6 Desa/Kelurahan di Kabupaten Badung yaitu Kelurahan Kerobokan Kaja, Desa Blahkiuh, Desa Darmasaba, Desa Mengwitani, Desa Tumbakbayuh dan Desa Munggu. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbentuknya satgas anti narkoba di masing-masing Desa/Kelurahan, sehingga secara mandiri nantinya dapat melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di lingkungannya.
    Acara yang berlangsung selama 2 hari (09-10/06) tersebut dibuka dengan sambutan Kepala BNN Provinsi Bali Kombes Pol I Putu Gede Suastawa, SH. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala BNN Kabupaten Badung dengan tema Peran BNN dalam Upaya Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Beberapa peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dalam diskusi yang dilakukan setelah pemaparan materi. Isu-isu tentang narkoba yang ada di lingkungan Desa/Kelurahan masing-masing peserta kemudian diangkat dan kemudian dibahas bersama.
    Materi selanjutnya disampaikan oleh I Nyoman Artana,SH yang merupakan Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Bali dengan tema Penanganan Pecandu/Korban Penyalahguna Narkotika Melalui Rehabilitasi Medis dan Sosial. Setelah materi tentang penanganan pecandu disampaikan, peserta mendapat materi lanjutan tentang Penyalahgunaan Narkoba dalam sudut kesehatan yang disampaikan oleh dr. Kt. Mertha Yasa, M.Repro dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.
    Hari kedua dalam kegiatan pembentukan Satgas juga akan diisi materi oleh Narasumber dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung, dan Yayasan Dua Hati Bali

  • BNN Kabupaten Badung Bentuk Satgas Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan

    IMG_4782P

    Badung, Bali – upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Setelah melakukan Fasilitasi Pemberdayaan Lingkungan Pendidikan bebas Narkoba melalui pemeriksaan tes urine, BNN Kabupaten Badung melakukan kegiatan pembentukan Satgas. Rabu (29/07) di ruang pertemuan Kantor BNN Kabupaten Badung 24 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kabupaten Badung mengikuti kegiatan Pembentukan Satgas di Lingkungan Pendidikan. Masing-masing peserta merupakan perwakilan dari 6 SMA yaitu SMA N 1 Kuta, SMA N 1 Kuta Selatan, SMA N 1 Kuta Utara, SMA N 1 Abiansemal, SMA N 1 Petang dan SMA N 1 Mengwi. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbentuknya satgas anti narkoba di masing-masing Lingkungan Pendidikan, sehingga secara mandiri nantinya dapat melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di lingkungannya. Sebelumnya, BNN Kabupaten Badung juga telah melakukan pembentukan satgas di lingkungan kerja dan masyarakat Desa/Kelurahan.
    Acara yang berlangsung selama 2 hari (28-29/07) tersebut dibuka dengan sambutan Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Made Asmiriwati SH.,MH. Selanjutnya, materi dalam kegiatan pembentukan satgas tersebut disampaikan oleh narasumber yang sudah dipilih dan terkait dengan upaya P4GN. Materi pertama disampaikan oleh I Nyoman Suardana, S.Pd selaku Kepala Bidang Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung dengan tema Peranan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba. Materi selanjutnya disampaikan oleh I Nyoman Artana, SH.,MH selaku Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Bali dengan tema Penanganan Pecandu/Korban Penyalahguna Narkotika Melalui Rehabilitasi Medis dan Sosial. Di akhir hari pertama kepala BNN Kabupaten Badung Ni Made Asmiriwati SH.,MH juga memberikan materi tentang Peran BNN dalam Upaya Pencegahan dan pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Beberapa perserta terlihat antusias yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.
    Hari kedua dalam kegiatan pembentukan Satgas juga akan diisi materi oleh Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Kt. Mertha Yasa, M.Repro, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung I Nengah Nurjana, SH.,MAP, dan Yayasan Dua Hati Bali Yusuf Pribadi. Kemudian diakhir kegiatan peserta dilantik dan mendapatkan sertifikat dari BNN Kabupaten Badung sebagai satgas anti narkoba yang nantinya dapat berperan aktif dalam upaya P4GN di lingkungannya. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembentukan satgas, BNN Kabupaten Badung juga memberikan dukungan dana sebagai upaya pemberdayaan satgas untuk melakukan P4GN di lingkungan pendidikan masing-masing peserta (Humas BNNK Badung).

  • BNN Kabupaten Badung bersama SMA N 2 Mengwi Siapkan Generasi Sehat Tanpa Narkoba

    IMG_6402

    Dunia pendidikan sesungguhnya adalah sebuah proses yang sedang mempersiapkan peserta didik menuju Indonesia Emas. Kualitas sumberdaya manusia adalah aset berharga, terutama peserta didik yang akan memasuki usia produktif di tahun 2030, Usia produktif tersebut tidak akan menjadi bonus demografi apabila terlibat kenakalan remaja atau terjerumus ke penyalahgunaan narkoba. Namun, para remaja hingga saat ini banyak yang belum tahu mengenai narkoba sebagai musuh utama ini. Buktinya, semakin banyak remaja terjerumus dalam rayuan maut narkoba. Ketidaktahuan remaja tentang bahaya narkoba memang menjadi tugas berat bagi orangtua dan guru untuk menerangkannya.

    Sejalan dengan hal itu BNN Kabupaten Badung dan SMA N 2 Mengwi berupaya menyiapkan Generasi-generasi penerus bangsa yang sehat dengan melakukan pencegahan secara preventif agar menekan supply dan memutus demand narkoba di kalangan pelajar yang salah satunya dengan membekali siswa-siswi SMA N 2 Mengwi akan bahaya narkoba pada Sabtu (30/04).

    Selain diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, siswa-siwi yang menjadi peserta sekaligus diberikan tugas menjadi kader-kader anti narkoba disekolahnya. Siswa-siswi tersebut merupakan perpanjangan tangan BNN Kabupaten Badung dalam meneruskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga diharapkan mereka mampu menggandeng teman-temannya untuk menjauhkan diri dari narkoba dan mau merangkul korban penyalahguna narkoba di lingkungannya untuk melaporkan diri ke BNN.
    Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Badung, I Ketut Kamandita, S.Pt yang mewakili Kepala BNN Kabuoaten Badung mengungkapkan bahwa Untuk mengatasi permasalahan narkoba di lingkungan pendidikan diharapkan setiap komponen baik pendidik maupun peserta didik harus memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk melaksanakan upaya P4GN dalam bentuk peningkatan imunitas individu dan lingkungannya terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

    Sosialisasi tentang bahaya narkoba dan penanganan penyalahguna narkoba diberikan oleh tim Penyuluh BNN Kabupaten Badung, Ni Luh Putu Sarti, SE dan Susanti Oktavia, S.I.Kom. di tempat yang sama, Kepala SMA Negeri 2 Mengwi, Drs. I Nyoman Windia mengharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta didiknya akan menjaga komitmen sekolah untuk selalu hidup sehat dengan menghindari diri dari narkoba.
    Kegiatan di akhiri dengan pemasangan stiker stop narkoba yang merupakan salah satu wujud komitmen warga SMA Negeri 2 Mengwi dalam menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

  • BNN Kabupaten Badung Gelar Pagelaran Seni Budaya P4GN lewat Pementasan Calon Arang

    IMG-20160110-WA0002

    Badung, Bali – Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Berbagai metode telah dilakukan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba seperti penyuluhan, dialog interaktif, FGD, penyebaran leaflet, hingga pemasangan iklan di berbagai media elektronik pun tidak luput dilakukan oleh BNN. Kali ini, BNN Kabupaten Badung mengemas penyampaian informasi P4GN melalui media tradisonal dengan mengadakan pementasan seni budaya bagi pelajar dan masyarakat melalui pementasan Calonarang pada Sabtu (09/01) bertempat di Karang Suci Pura Dalem Luhur Sari Desa Gulingan.
    Lebih dari 200 siswa SMP Parama Dipta dan warga masyarakat setempat hadir dalam Pementasan Calonarang dari Sanggar Sekita Karep Gianyar tersebut. Bahkan tidak sedikit orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk menyaksikannya. Pementasan seni budaya ini merupakan warna baru yang dikemas sedemikian mungkin untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba. Selain itu, bentuk penyampaian pesan tentang Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini dianggap lebih kreatif, persuasif dan menarik bagi masyarakat, sehingga warga dapat mengikuti kegiatan hingga akhir acara.
    Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, SH, dalam sambutannya mengajak para warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya ke IPWL atau ke BNNP dan BNNK. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa penyalah guna narkoba adalah korban, sehigga perlu untuk disembuhkan dengan cara direhabiltasi.
    sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung Ni Ketut Masmini, SH., MH mengajak seluruh siswa dan masyarakat yang hadir untuk berperan aktif dalam upaya P4GN mengingat kondisi Negara kita saat ini darurat narkoba.
    Di puncak acara, Pementasan Calonarang menjadi suguhan yang ditunggu-tunggu oleh warga masyarakat yang telah hadir sejak pukul 19.00 WITA. Antusiasme terlihat ketika siswa dan warga menyaksikan pagelaran seni budaya hingga akhir acara, bahkan warga dari desa lain turut hadir dalam kegiatan tersebut
    Sementara itu, ketua panitia penyelenggara I Ketut Kamandita,S.Pt mengungkapkan bahwa pesan tentang Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang telah dikemas dalam bentuk kegiatan pentas seni ini dapat diingat, dilakukan, dan disampaikan kepada teman, keluarga dan juga lingkungan sekitarnya. ( Humas BNNK Badung ).

  • BNNK BADUNG AJAK PERWAKILAN SKPD BADUNG DIALOG INTERAKTIF

    IMG_2684

    Badung – Bali, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung, Jumat (23/10) mengumpulkan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Kabupaten Badung untuk diajak berdialog interaktif tentang pola hidup sehat bagi pekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah.
    Kegiatan yang bertempat di ruang rapat kantor BNN Kabupaten Badung diikuti oleh sebanyak 15 orang perwakilan dari SKPD Kabupaten Badung yaitu Dispenda, Disosnaker, Disdikpora, Disparda, Dishubkominfo, Sat Pol PP, Kesbang Pol Linmas, Pemadam Kebakaran, PMI, KPAD dan Kelurahan se-Kecamatan Mengwi.
    Hadir dalam kegiatan Kepala Bidang PKM Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. I Ketut Ardika, M.Kes dengan pemaparan materi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat bagi pekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah. Melalui kesempatan ini beliau mengajak seluruh peserta yang hadir untuk dapat menerapkan perilaku hidup sehat salah satunya dengan menumbuhkan sikap imunitas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
    Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, I Ketut Kamandita, S.Pt membuka kegiatan. Dalam sambutannya beliau mengajak seluruh peserta untuk mewujudkan komitmen bersama terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan membangun dan mengembangkan sikap menolak narkoba.

  • BNNK BADUNG BERSINERGI DENGAN DESA ADAT DALAM UPAYA P4GN

    BNNK BADUNG BERSINERGI DENGAN DESA ADAT DALAM UPAYA P4GN

    FGD ORMAS

    Badung – Bali, Masyarakat merupakan elemen yang rawan dengan penyalahgunaan narkoba. sebagai upaya preventif dini, BNN Kabupaten menggelar kegiatan Advokasi bagi Organisasi Masyarakat dalam Penyusunan Kebijakan P4GN melalui Focus Group Discussion pada Jumat (13/11) yang diikuti oleh Bendesa Adat se-Kecamatan Mengwi dan Abiansemal.
    Sasaran dari kegiatan ini adalah 15 Bendesa Adat dari Anggungan, Jagapati, Padangluwih, Dalung, Tuka, Semate, Tangeb, Sibangkaja, Lambing, Mengwi, Mengwitani, Beringkit, Gulingan dan Abianbase. Tujuannya jelas, agar Desa adat di Kabupaten Badung dapat “Bersinar” bersih dari narkoba. Ketika masyarakat bersih dari narkoba pastinya akan memiliki daya saing yang kuat dan potensi yang hebat.
    Hadir dalam kegiatan Kepala BNN Kabupaten Badung, Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH didampingi oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, I Ketut Kamandita, S.Pt. Dalam kesempatan ini, Kepala BNN Kabupaten Badung mengajak Bendesa Adat untuk menyampaikan himbauan bahaya penyalahgunaan narkoba di desa adatnya agar masyarakat di Wilayah Kabupaten Badung ini menjadi imun.
    Hadir Pula Kepala Seksi Adat Istiadat Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Arimbawa. Dalam kegiatan ini beliau menyampaikan bahwa program P4GN baik dalam betuk Sosialisasi/penyuluhan narkoba ataupun lainnya telah menjadi salah satu fokus dari program Desa Adat dan akan dituangkan dalam awig-awig. Sebagai tindak lanjut jika terdapat penyalahgunaan narkoba di desa adat, maka akan diberikan konsekuensi yang saat ini masih dalam kajian Majelis Madya Desa Pakraman dan akan berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Badung.

    Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu komitmen BNN Kabupaten Badung dengan Dinas Kebudayaan beserta Desa Adat di Kabupaten Badung untuk berperan aktif dalam upaya P4GN salah satunya dengan memasukan Sosialisasi P4GN dalam pasraman sehingga dapat terwujudnya Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

  • BNNK BADUNG GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DALAM RANGKA PENYUSUNAN KEBIJAKAN P4GN

    IMG_0654

    Badung – Bali, Permasalahan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks. Advokasi menjadi salah satu cara untuk mengajak semua pihak  berperan aktif dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Badung, termasuk instansi pemerintah untuk menjaga pegawainya agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba dalam rangka menjaga pegawai tetap produktif dan berdaya saing.
    Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung menggelar Advokasi dalam rangka Penyusunan Kebijakan P4GN melalui Focus Group Discussion (FGD) pada hari Senin (31/8) bertempat di Ruang Rapat Kantor BNN Kabupaten Badung. Adapun peserta kegiatan tersebut yaitu 15 orang pegawai Eselon IV kantor pemerintahan di Kabupaten Badung yang terdiri dari: Bappeda Litbang, Disdikpora, Disosnaker, Satpol PP, Bag Humas dan protokol, Badan Kesbang Pol dan Linmas, KPAD, PMI dan Kantor Camat se-Kabupaten Badung.
    Hadir dalam kegiatan Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbang, Pol dan Linmas Kabupaten Badung, Ni Putu Asiani, SH., MM yang memberikan pemaparan mengenai Peran Badan Kesbang, Pol dan Linmas dalam Upaya P4GN di Kabupaten Badung. “Kesbang Pol dan Linmas mempunyai peranan dalam upaya P4GN yaitu melaksanakan pengembangan dan sosialisasi wawasan kebangsaan, mendeteksi masalah kewaspadaan nasional yang mencakup aspek ideologi, sosial budaya dan pemberdayaan aparatur juga Stabilitas kebangpol yang kondusif akan berpengaruh pada rendahnya P4GN dan tangguhnya ketahanan nasional di daerah” tandasnya.
    Hadir pula Kepala BNN Kabupaten Badung yang didampingi oleh Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Badung, Dewa Putu Wiwit Raharja, SIP. Dalam kesempatan ini beliau bertindak sebagai narasumber dengan pemaparan mengenai Peran BNN Kabupaten Badung dalam upaya P4GN di Lingkungan Pendidikan. Pemaparan materi dalam kegiatan ini dilakukan secara panel yang dilanjutkan dengan diskusi panel.
    Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu komitmen BNN Kabupaten Badung dengan instansi pemerintah di Kabupaten Badung untuk berperan aktif dalam upaya P4GN sehingga dapat terwujudnya Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. (Foto Dokumentasi Kegiatan Terlampir)

  • BNNK Badung bekali siswa SMP PGRI 4 Badung tentang Penyalahgunaan Narkotika

    Badung, Bali – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung terus melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara komprehensif di lingkungan pelajar di Kabupaten Badung.  Kali ini BNNK Badung melakukan Diseminasi Informasi P4GN melalui Penyuluhan di kalangan pelajar di SMP PGRI 4 Badung. Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, tanggal 30 September 2014 pukul 08.00 WIB ini bertempat di salah satu ruang kelas SMP PGRI 4 Badung dan diikuti oleh 100 siswa dari kelas IX dan X.

    Kegiatan  Diseminasi Informasi P4GN  melalui Penyuluhan ini dibuka oleh Kasi Pencegahan BNNK Badung, Dewa Putu Wiwit Raharja, SIP. Beliau mengungkapkan bahwa para pelajar harus mendapatkan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba. “Untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika, tim penyuluh dari BNNK Badung akan terus memberikan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar sehingga peserta dapat membekali diri dan menolak tawaran untuk menggunakan obat-obat terlarang tersebut” uangkapnya.

    Kepala Sekolah SMP PGRI 4 Badung,Drs. I Made Sudirga menerima kegiatan dengan positif dan berharap dengan adanya penyuluhan mengenai penyalahgunaan narkotika peserta didiknya mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika sehingga nantinya peserta didik tersebut bisa mempunyai daya tangkal dan antisipasi tentang pengaruh dan dampak buruk narkotika yang sedang gencar menimpa semua kalangan terutama pelajar.

    Para siswa mendapatkan materi dari tim penyuluh BNNK Badung. Meteri mengenai dampak buruk dan upaya pencegahan narkoba diberikan oleh I Made Hari Parendra, SE dilanjutkan oleh Ni Luh Putu Sarti, SE memberikan materi mengenai Kenakalan Remaja dan materi tentang Rehabilitasi diberikan oleh Nurteta Wulansari, S.I.Kom.

    Dalam penyampaian materi, penyuluh BNN Kabupaten Badung I Made Hari Parendra, SE mengungkapkan tentang  varian narkoba jenis baru desomorfine atau yang sering disebut dengan crocodile drug. Narkoba jenis baru ini memiliki efek mematikan, dimana narkoba jenis ini menggerogoti daging manusia. Sehingga pemakain dalam kurun waktu  kurang dari setahun dapat mematikan sel-sel jaringan kulit si pemakai.

    Hasil dari kegiatan ini diharapkan siswa-siswa SMP PGRI 4 Badung dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang bahaya dan dampak buruk dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. selain itu meningkatkan kepadulian dan kewaspadaan para siswa terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba serta meningkatkan daya tangkal para pelajar untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan turut aktif berpartisipasi dalam upaya P4GN.

    Di akhir acara siswa-siswi SMP PGRI 4 Badung sepakat untuk katakan tidak pada Narkoba, hal ini tergambar saat siswa siswi mmeneriakkan slogan anti narkoba.  Dengan memberikan penekanan untuk selalu membiasakan diri menjalankan pola hidup sehat dan menjauhi narkoba, kegiatan Diseminasi Informasi P4GN melalui Penyuluhan di Lingkungan Sekolah untuk siswa siswi baru ini memiliki tujuan agar generasi muda mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi.

  • BNNK BADUNG BERSINERGI DENGAN KELURAHAN KEROBOKAN KAJA DALAM PENERTIBAN P4GN

    ???????????????????????????????

    Badung, Bali – Dalam rangka menciptakan Wilayah Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Kelurahan Kerobokan Kaja dalam penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di 12 rumah kost Lingkungan Surya Bhuana, Kerobokan Kaja pada Minggu (27/09) berlangsung pukul 05.00 Wita.
    Sementara itu, Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Badung, Kompol Saifudin Jupri, SH yang memimpin jalannya penertiban menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Badung, khususnya di Kelurahan Kerobokan Kaja. Beliau mengajak para warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya. “Narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan yang serius, sehingga setiap lapisan masyarakat wajib memerangi penyalahgunaan narkoba, termasuk juga warga masyarakat guna tidak terjadi loss generation” ujarnya.
    Hadir pula Lurah Kerobokan Kaja, I Made Adnyana, S.STP. “Kami berterimakasih atas keterlibatan BNN Kabupaten Badung yang telah melaksakanan penertiban P4GN guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat Kelurahan Kerobokan Kaja yang dilaksanakan bersamaan dengan sidak kependudukan, dan dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan syok terapi bagi warganya agar tidak melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba” tandasnya.
    Disamping melaksakanan kegiatan penertiban P4GN, BNN juga melakukan kegiatan test urine di lokasi penertiban. Dari hasil test urine ditemukan terdapat 4 (empat) orang warga yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. (Humas BNNK)

  • BNNK BADUNG BERSINERGI DENGAN MERCURE HOTEL KUTA BEACH CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    DIALOG1

    Badung – Bali, Sebagai destinasi pariwisata internasional, Kabupaten Badung menjadi lahan subur dan segmen market yang potensial untuk peredaran narkoba. Bahkan, kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Badung kian marak. Maraknya peredaran narkoba di Kabupaten Badung dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah kemajuan dunia pariwisata. Kondisi demikian perlu kita antisipasi bersama agar citra Kabupaten Badung tidak ternoda oleh maraknya peredaran gelap narkoba.
    Sejalan dengan hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung menggandeng karyawan dan management Mercure Hotel Kuta Beach untuk melakukan upaya P4GN dengan menerapkan Pola hidup sehat dalam kegiatan Informasi P4GN melalui dialog interaktif pada Selasa (24/11) di Ruang Pertemuan Uluwatu, Mercure Hotel Kuta Beach.
    Dialog interaktif diikuti oleh 15 orang karyawan seluruh departemen Mercure Hotel Kuta Beach. Tujuannya agar seluruh karyawan dapat memahami bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba, sehingga tumbuhnya imunitas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Disamping itu, karyawan dan managemen dapat mengetahui tindak lanjut yang harus dilakukan ketika ada pengunjung hotel yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.
    Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala BNN Kabupaten Badung, Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, I Ketut Kamandita, SPt serta Kasi Rehabilitasi, D.P.Wiwit Raharja, SIP. Asmiriwati mengajak seluruh peserta untuk sadar dan mau melaporkaan ke BNN Kabupaten Badung jika terdapat indikasi penyalahgunaan narkoba baik di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan kerjanya.
    Hadir Pula Kepala Bidang PKM Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. I Ketut Ardika, M.Kes memberikan gambaran mengenai Pola Hidup Bersih Hidup Sehat dengan menjauhkan diri dari obat-obatan terlarang.
    Sementara itu, HR Manager Mercure Hotel Kuta Beach, I Gede Suwiryadana menyampaikan dukungan terhadap BNNK dalam upaya P4GN di lingkungan kerjanya. Pihaknya akan menjaga komitmen untuk bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sehingga tercipta lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
    Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta yang hadir dapat menjadi sambung tangan BNNK Badung untuk menyebarkan lagi informasi yang telah didapatkan dari kegiatan ini. (Humas BNNK)

  • BNNK BADUNG DAN DESA ABIANSEMAL LAKUKAN PENERTIBAN P4GN

    abiansemal1

    Badung, Bali – BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Desa Abiansemal dalam Penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di 15 rumah Banjar Latu Sari dan Br. Dirgahayu, Desa Abiansemal pada Jumat (24/10) berlangsung pukul 04.00 Wita.
    BNNK Badung akan terus melakukan upaya P4GN melalui penertiban di rumah kos wilayah Kabupaten Badung yang diduga rawan penyalahgunaan narkoba salah satunya dengan melakukan Penertiban P4GN dengan tujuan untuk memberikan shock terapi kepada masyarakat untuk tidak mencoba-coba menggunaan narotika dan obat-obatan sejenisnya juga mendeteksi masyarakat secara dini dengan melakukan kegiatan tes urine saat penertiban berlangsung.
    Dari 45 orang penghuni kos yang dilakukan tes urine di lokasi penertiban, seluruhnya tidak ditemukan adanya indikasi menyalahgunakan narkotika ataupun obat-obatan terlarang lainnya.

    Ka BNNK Badung Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH didampingi oleh Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Badung, Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin jalannya penertiban yang diawali dengan apel di kantor perbekel Abiansemal.
    Sementara itu, Perbekel Desa Abiansemal, I Wayan Raka mengharapkan sinergi pihaknya dengan BNNK Badung akan terus berlangsung mengingat bahwa perkembangan narkoba saat ini telah merambah ke segala lini masyarakat termasuk wilayah desa. Pihaknya akan berupaya untuk membantu program pemerintah di Bidang P4GN dalam mewujudkan Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

  • BNNK BADUNG GANDENG SMP SWASTA DISKUSI TENTANG PENYUSUNAN KEBIJAKAN P4GN

    IMG_0771

    Badung – Bali, Terkait Permasalahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Badung yang telah merambah ke semua lini termasuk lingkungan pendidikan, BNN Kabupaten Badung terus melakukan upaya-upaya pencegahan yang komprehensif satunya dengan penyusunan kebijakan P4GN di lingkungan pendidikan. Kali ini BNNK Badung mengajak wakil kepala sekolah bidang kesiswaan beserta guru SMP Swasta di Kabupaten Badung untuk menyusun kesepakatan bersama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
    Kegiatan Advokasi bagi lembaga pendidikan tingkat SLTP dalam Penyusunan Kebijakan P4GN melalui FGD tersebut berlangsung pada hari Kamis (10/09) di Ruang Rapat BNN Kabupaten Badung dan diikuti oleh 15 orang kepala sekolah bidang kesiswaan dan guru SMP Swasta di Kabupaten Badung. Peserta terdiri dari SMP Budi Utama, SMP Parama Dipta, SMP Swadyaya Seni Ukir, SMP Tegal Jaya, SMP Pandawa Abiansemal, SMP PGRI 4 Badung, SMP Widya Brata, SMP Ngurah Rai, SMP Jembatan budaya, SMP Dharma Sastra, SMPK 2 Harapan, SMP Widya Bhuana, SMP K Thomas Aquino, dan SMP Seni Ukir Tangeb.
    Hadir dalam kegiatan Kabid Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Pd yang memberikan pemaparan mengenai Peran Disdikpora dalam Upaya P4GN di Kabupaten Badung. “Perlu adanya komitmen kepedulian terhadap peserta didik guna membentengi para siswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba” tandasnya.
    Hadir pula Kepala BNN Kabupaten Badung yang didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Badung, I Ketut Kamandita, S.Pt. Dalam kesempatan ini beliau bertindak sebagai narasumber kedua dengan pemaparan mengenai Peran BNN Kabupaten Badung dalam upaya P4GN di Lingkungan Pendidikan Tingkat SLTP.
    Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu Rancangan Kesepakatan Bersama antara Lembaga Pendidikan tingkat SLTP di Kabupaten Badung dengan BNN Kabupaten Badung untuk menciptakan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kesepakatan tersebut berisikan : Melaksanakan pencegahan dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, melakukan layanan konsultasi pencegahan bagi yang beresiko terindikasi penyalahgunaan narkotika, pelaksanaan kegiatan test urine berkala untuk mendeteksi siswa-siswi yang terindikasi memakai narkotika.
    (Foto Dokumentasi Kegiatan Terlampir)

  • BNNK BADUNG SOSIALISASIKAN BAHAYA NARKOBA DI WANTILAN PANTAI BRAWA

    1

    Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung mengajak siswa-siswi baru SMK Pariwisata Triatma Jaya Badung untuk berani menolak ajakan penyalahgunaan narkoba. BNNK Badung memanfaatkan momen Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk membekali siswa-siswi akan bahaya narkoba dan dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba. kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (29/07) bertempat di Wantilan Pantai Brawa Kabupaten Badung dihadiri oleh 400 orang siswa.

    Sebelum dilaksanakan pemberian materi dan Tim Penyuluh BNNK Badung, terlebih dahulu diputarkan video tentang kasus-kasus penyalahgunaan narkoba. Hal ini dimaksudkan agar siswa-siswi mengetahui kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tetapi juga berakibat kepada keluarga dan lingkungan sosialnya, sehingga diharapkan siswa-siswi baru memiliki imunitas dan memiliki sikap positif.

    Selain mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba dan dampak buruknya, siswa-siswi juga diberikan pemahaman mengenai upaya penanganan korban penyalah guna narkoba melalui rehabilitasi. Dengan memahami penanganan penyalah guna narkoba melalui rehabilitasi, diharapkan siswa-siswi dapat membantu BNN untuk berani mengajak korban penyalah guna narkoba untuk melaporkan diri kepada Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) ataupun kantor BNN setempat guna dilakukan pemulihan atau rehabilitasi.

    Dalam kesempatan ini, tim penyuluh BNNK Badung yang diwakili oleh Ni Luh Putu Sarti, SE menghimbau kepada seluruh peserta dan hadirin untuk berpatisipasi aktif menyukseskan program rehabilitasi 100.000 penyalahguna atau pecandu narkoba. Untuk tahun 2015 ini, BNN Provinsi Bali mendapatkan target 2.083 pecandu untuk direhabiltiasi, sehingga apabila ada anggota keluara ataupun kerabat dari peserta yang diketahui menjadi korban penyalah guna narkoba dapat melaporkannya kepada BNN Provinsi Bali, BNN Kota Denpasar, BNN Kabupaten Badung dan BNN Kabupaten Gianyar.

  • BNNK BADUNG TEMUKAN 2 PENGHUNI KOS TERINDIKASI PENYALAH GUNA NARKOBA

    sweeping1

    Badung, Bali –BNNK Badung bersinergi dengan Desa Mengwitani untuk melaksakanan penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada Sabtu (17/10) pukul 15.00 Wita. Dalam penertiban kali ini menyasar 15 rumah kos di Banjar Beringkit dan Banjar Dajan Peken, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
    BNNK Badung akan terus melakukan upaya P4GN di kos wilayah Kabupaten Badung yang diduga rawan penyalahgunaan narkoba salah satunya dengan melakukan Penertiban P4GN dengan tujuan untuk memberikan shock terapi kepada masyarakat untuk tidak mencoba-coba menggunaan narotika dan obat-obatan sejenisnya juga mendeteksi masyarakat secara dini dengan melakukan kegiatan tes urine saat penertiban berlangsung.
    Dari 50 penghuni kos yang dilakukan tes urine di lokasi penertiban, terdapat 2 (dua) orang yang terindikasi menyalahgunakan narkotika. Kedua orang tersebut digiring ke Kantor Desa Mengwitani untuk selanjutnya dilakukan assesmen oleh pihak BNNK Badung.
    Sementara itu, Kepala BNNK Badung Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin langsung jalannya Penertiban P4GN. “Kepada masyarakat yang terindikasi menggunakan narkotika atau sejenisnya akan dilakukan proses assesmen untuk mengetahui tindak lanjut yang akan dilakukan, Jika memang masyarakat tersebut menggunakan narkoba maka akan dilakukan rehabilitasi, namun apabila ditemukan barang bukti akan diproses secara hukum” tandasnya.
    SelanjutnyaPerbekel, I Made Muriyana, S.Sosmenyampaikan terimakasih kepada BNN Kabupaten Badung yang telah melaksakanan penertiban P4GN guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di desanya dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan pembelajaran kepada warganya untuk berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Penertiban P4GN untuk kedua kalinya dilaksanakan di desa Mengwitani dan terdapat warga yang terindikasi menggunaan narkoba, oleh karena itu beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk waspada akan bahaya penyalahgunaan narkoba. (Humas BNNK)

  • BNNK BADUNG TEMUKAN PENGHUNI KOS TERINDIKASI PENYALAH GUNA NARKOBA

    Picture2

    Badung, Bali – Dalam rangka mencegah terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Badung, BNNK Badung kembali melaksakanan penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kali ini, BNNK Badung bersinergii dengan Desa Mengwitani untuk melakukan penertiban rumah kos wilayah Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (03/10) pukul 05.00 Wita.
    Sementara itu, Kepala BNNK Badung Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin langsung jalannya Penertiban P4GN. “BNNK Badung berusaha mendeteksi masyarakat secara dini dan memberikan shock terapi kepada masyarakat untuk tidak mencoba-coba menggunakan obat-obatan terlarang dan kepada masyarakat yang terindikasi menggunakan narkotika atau sejenisnya akan dilakukan proses assesmen untuk mengetahui tindak lanjut yang akan dilakukan, Jika memang masyarakat tersebut menggunakan narkoba maka akan dilakukan rehabilitasi, namun apabila ditemukan barang bukti akan diproses secara hukum” tandasnya.
    Sasaran Penertiban yaitu 9 rumah kos di Banjar Jumpayah dengan tujuan untuk mencegah terjadinya segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Badung, khususnya di Desa Mengwitani. BNNK Badung mengajak para warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya.

    Selanjutnya Perbekel, I Made Muriyana, S.Sos menyampaikan terimakasih kepada BNN Kabupaten Badung yang telah melaksakanan penertiban P4GN guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di desanya dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan pembelajaran kepada masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan masyarakat mempunyai daya imun (menolak) sehingga tidak tersentuh dan terjerumus oleh narkoba.
    Disamping melaksakanan kegiatan penertiban P4GN, BNN juga melakukan kegiatan test urine di lokasi penertiban. Dari hasil test urine kepada 28 penghuni kamar kos ditemukan terdapat 3 (tiga) orang warga yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. (Humas BNNK)

  • BNNK TEMUKAN 3 PENGHUNI KOS TERINDIKASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    yeh cani

    Badung, Bali – Dalam rangka menciptakan Wilayah Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Desa Dauh Yeh Cani dalam penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di 6 rumah kost pada Minggu (06/12) berlangsung pukul 05.00 Wita.

    Sementara itu Kepala BNNK Badung Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH didampingi oleh Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Badung, Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin jalannya penertiban. Pihaknya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memproteksi masyarakat dari segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Badung, khususnya di Desa Dauh Yeh Cani. BNNK Badung mengajak para warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya. “Narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan yang serius, sehingga setiap lapisan masyarakat wajib memerangi penyalahgunaan narkoba, termasuk juga warga masyarakat guna tidak terjadi loss generation” ujarnya.
    Selanjutnya Desa Dauh Yeh Cani, I Wayan Sutama, SS, S.Sn “menyampaikan rasa terimakasihnya kepada BNN Kabupaten Badung yang telah melaksakanan penertiban P4GN guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat Desa Dauh Yeh Cani yang dilaksanakan bersamaan dengan sidak kependudukan, dan dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan shock terapi bagi warganya agar tidak melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba” tandasnya.
    Disamping melaksakanan kegiatan penertiban P4GN, BNN juga melakukan kegiatan test urine di lokasi penertiban. Dari hasil test urine ditemukan terdapat 3 (orang) orang penghuni kos yang terindikasi menyalahgunakan narkoba, jenis Amphetamine dan Metaphetamine.
    Sebelumnya, BNNK juga melakukan penertiban di rumah kos di Banjar Desa Sedang Kelod dan Sedang Kaja pada Sabtu (05/12) dan tidak ditemukan adanya penghuni kosan yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. (Humas BNNK)

  • Darurat Narkoba, BNN Kabupaten Badung adakan Rakor Pemberdayaan Anti Narkoba di Wilayah atau Kawasan Rawan Badung

    IMG_6253p

    Indonesia Darurat Narkoba, begitulah pernyataan yang diucapkan oleh Presiden RI Joko Widodo di tahun 2016 ini. Hal tersebut memang sudah tidak dapat dipungkiri mengingat hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dilakukan oleh Puslitdatin BNN bekerjasama dengan Universitas Indonesia jumlah penyalahguna narkoba di tahun 2015 mencapai lebih dari 4 juta jiwa dan sudah masuk ke berbagai wilayah di Indonesia. Di Bali sendiri pada tahun 2015 jumlah penyalahguna narkoba mencapai 61.352 orang. Jumlah yang terus meningkat di setiap tahunnya membuat masyarakat harus tanggap dan turut aktif berpartispasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

    Bahaya penyalahgunaan narkotika memang sudah masuk ke berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Badung yang terkenal dengan kawasan pariwisatanya. Ancaman bahaya narkoba harus dapat dibentengi sehingga tidak masuk dan menyebar luas. Untuk itu, upaya P4GN terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Dalam upaya P4GN, BNN Kabupaten Badung tentu perlu adanya dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga di masing-masing desa/kelurahan di Kabupaten Badung. Hal tersebut mengingat saat ini tidak ada wilayah yang terbebas dari penyalahgunaan narkoba, termasuk di wilayah Kabupaten Badung.

    Jumat (29/04), BNN Kabupaten Badung mengundang para perbekel/lurah serta tokoh masyarakat di ruang pertemuan Hotel Made Bali untuk melakukan rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat anti narkoba di wilayah atau kawasan rawan. Masing-masing peserta merupakan perwakilan dari 10 Desa/Kelurahan di Kabupaten Badung yaitu Kelurahan Kuta, Kelurahan Legian, Kelurahan Kerobokan, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Abianbase, Desa Mengwitani, Desa Darmasaba, Desa Sangeh, dan Desa Blahkiuh.

    Acara diawali dengan sambutan Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Ketut Masmini, SH.,MH dilanjutkan dengan paparan materi dari Kepala Badan Kesbang, Pol dan Linmas Kabupaten Badung. Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas Kabupaten Badung mengajak masyarakat untuk melakukan hal-hal yang luar biasa karena masalah narkoba merupakan masalah yang juga luar biasa di negara kita, khususnya di wilayah Kabupaten Badung. “Masalah narkoba ini masalah yang Wow, jadi penanganannya juga harus Wow” ujar Drs. I Nyoman Suwendi. Selain itu, beliau juga berharap Desa atau kelurahan dapat berkontribusi dalam program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap narkoba (P4GN) dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti Penyuluhan/ Sosialisasi, dan pelaksanaan tes urine kepada calon-calon Kepala Desa.

    Materi dilanjutkan dengan narasumber I Nyoman Budiana selaku Kasat Res Narkoba Polres Badung. Beberapa peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dalam diskusi yang dilakukan setelah pemaparan materi. Budiana menyatakan bahwa tidak ada satu wilayah di Kabupaten Badung yang dikatakan “tidak rawan” penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, semuanya rawan karena berpotensi terdapat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Isu-isu tentang narkoba yang ada di lingkungan Desa/Kelurahan masing-masing peserta kemudian diangkat dan kemudian dibahas bersama. Pemateri terakhir adalah Kepala BNN Kabupaten Badung Ni Ketut Masmini, SH.,MH yang menyampaikan lebih detail tentang bagaimana kondisi Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Beliau juga mengajak para peserta rakor untuk dapat terus berkoordinasi dengan BNN dalam upaya P4GN. “Jika ada wilayah di Kabupaten Badung yang ingin mendapatkan penyuluhan P4GN, silahkan menghubungi kami, kami siap memberikan edukasi kepada masyarakat, dan jika mengetahui ada yang menyalahgunakan narkotika silahkan datang ke kantor BNN untuk melapor” ujarnya (Humas BNNK Badung).

  • Deteksi Dini Narkoba ( Tes Urine di Lingkungan Sekolah SMK Thomas Aquino Tangeb)

    Tes Urine dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah bebas narkoba ini telah dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2014 SMK Thomas Aquino Tangeb. Kegiatan yang diikuti oleh 150 orang.

  • FGD Membentuk Jejaring Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan dan Masyarakat Kab. Badung

    13247694_519018321618631_6793827351656054623_o

    hari ini Rabu tgl 25 Mei 2016 pukul 09.00 s/d selesai BNN Kab Badung bertempat di ruang rapat BNN Kan Badung, telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Membentuk Jejaring Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan dan Masyarakat Kab. Badung. Kegiatan dihadiri oleh Lurah, Perbekel dan Kepala Sekolah SMA/SMK berjumlah 20 orang. Sebagai narasumber Ka BNN Kab. Badung dan Kadis Dikpora Kab. Badung.

  • Fun Bike dalam rangka Pra Peringatan HANI 2016 Oleh BNNK Badung

    13422179_528657157321414_1968489606650799590_o

    Minggu tanggal 19 Juni 2016 pukul 07.00 wita, BNN Kab Badung mengadakan kegiatan Fun Bike dalam rangka Pra Peringatan HANI 2016. Acara diawali dg sambutan Kepala BNNP Bali dan dilanjutkan dg sambutan Wakil Bupati Badung. Acara ini dibuka dan dilepas oleh Kepala BNN Prov. Bali bersama Wakil Bupati Badung yg didampingi oleh Sekda Kab Badung, Direktur PT. BPD Bali, Kepala BNN Kab. Badung dan Kepala SKPD Kab. Badung. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung dan masyarakat di Wilayah Kab. Badung. Start dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung dan finish di Lapangan Pratu I Gst Ngurah Jania Kelurahan Sading, yg diawali dg orasi Stop Narkoba oleh Kepala BNN Kab. Badung. Acara dilanjutkan dg acara hiburan dan pengundian door prise.‪#‎stopnarkoba‬

  • Jalan Santai Pra Hani Oleh BNNK Badung Beserta Bupati dan Pejabat SKPD Badung

    13412000_525910860929377_3909924674440258722_o

    Minggu tgl 12 Juni 2016 pukul 06.00 wita bertempat dilapangan Abianbase Mengwi Badung, BNNK Badung bekerja sama dengan masyarakat se – kelurahan Abianbase, dalam rangka kegiatan pra HANI 2016, melaksanakan gerak jalan santai dengan peserta sekitar 700 orang. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan Porsenikel Abianbase yg diisi dengan kampanye stop narkoba dengan tema ” hidup sehat tanpa narkoba, menuju Badung Aman Damai dan Sejahtera.Gerak jalan santai dilepas oleh Wakil Ketua DPRD Badung yg didampingi Lurah Abianbase dan Ka. BNNK Badung.‪#‎stopnarkoba‬

  • KADER PELESTARI BUDAYA KABUPATEN BADUNG ADAKAN SOSIALISASI NARKOBA

    Badung, Bali – Seperti ungkapan “api kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan”. Ungkapan yang sangat pas tersebut menggambarkan tentang narkoba dimana peredarannya saat ini sudah tidak lagi memandang wilayah, umur, hingga profesi. Untuk itu, Jumat (26/06) Kader Pelestari Budaya Kabupaten Badung menggelar kegiatan pengembangan kapasitas kelompok masyarakat dan anak jalanan melalui pemberdayaan alternatif dalam bentuk penyuluhan narkoba. Pengurus Kader Pelestari Budaya Kabupaten Badung berinisiatif mengadakan kegiatan penyuluhan narkoba yang berbarengan dengan acara kemah budaya IV Kabupaten Badung dan mengisi waktu liburan sekolah. Sebanyak 50 Pelajar setingkat SMA dan Anggota Kader Pelestari Budaya Kabupaten Badung mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Wantilan Sabha Prakerti Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Mengwi. Kegiatan yang didukung oleh BNN Kabupaten Badung tersebut mendapat sambutan hangat dari para anggota yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dapat terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber.

    Kepala BNN Provinsi Bali Kombes Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, SH yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut memberikan materi tentang upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk mewujudkan generasi emas 2045. Beliau menyampaikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk Kader Pelestari Budaya Kabupaten Badung harus dapat berperan aktif dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) baik di lingkungan banjar,keluarga, sekolah, termasuk di lingkup komunitas/kelomponya. “melihat banyaknya permasalahan narkoba di masyarakat saat ini kita semua wajib berpartisipasi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN), termasuk melalui kegiatan positif seperti ini” ujarnya (Humas BNNK Badung).

  • KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS NGURAH RAI BERKOMITMEN UNTUK MEMBERANTAS PENYALAHGUNAAN NARKOBA

    IMG_8586

    Badung – Bali, Sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia, Bali selalu kedatangan turis dari dalam dan luar negeri. Hal inilah yang menyebabkan Bali juga menjadi sasaran utama peredaran gelap narkoba. Tak sedikit wisatawan asing yang menjadi pengguna dan pengedar narkoba. Kasus Bali Nine adalah bukti bagaimana mafia narkoba beroperasi di Bali. Oleh Karenanya berbagai upaya terus dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional guna menekan demand dan memutus supply narkoba di wilayah Bali.
    Guna memproteksi diri dari segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai bekerja sama dengan BNN Kabupaten Badung melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi P4GN, yang dilanjutkan dengan test urine kepada seluruh pegawai Kelas I Khusus Ngurah Rai selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 12-14 April 2016. Pada kegiatan Diseminasi Informasi P4GN, peserta antusias mengikutinya, terbukti dengan banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Selanjutnya kegiatan tes urine diawali dari pengambilan sampel Urine Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai.
    Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH bersama Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Yosep H.A Renung Widodo memantau langsung pelaksanaan kegiatan. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai mengharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat dijadikan shock therapy untuk seluruh pegawainya agar tidak main-main dengan narkoba.
    Dari 238 sampel urine yang dilakukan deteksi, terdapat 2 (dua) orang yang positif Benzodiazepines (BZO) yang selanjutnya akan dilakukan pendalaman melalui konseling.
    Kegiatan diakhiri dengan pemasangan stiker STOP Narkoba oleh Kepala BNN Kabupaten Badung di Kantor Imigrasi Kelas I khusus Ngurah Rai Mumbul dan Bandara Ngurah Rai. (Humas BNNK Badung)

  • Kegiatan pelatihan dan peningkatan kemampuan Babinsa di Makodim 1611/Badung

    13411622_526694740850989_1117637272539780898_o

    Senin, 13 Juni 2016 Jam 09.00 Wita Kepala BNN Kab. Badung menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan pelatihan dan peningkatan kemampuan Babinsa di Makodim 1611/Badung. Adapun materi yg dibawakan adalah “peran Babinsa dalam pemberantasan narkoba”. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini.
    Kepala BNN Kab. Badung mengajak para Babinsa utk bersinergi memberantas narkoba sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan kewenangan masing2 serta menghilangkan ego sektoral.

  • Kegiatan Pelatihan Wawasan Kebangsaan Dengan Materi Pencegahan Narkoba

    13403814_524977647689365_3100186155576814672_o

    Kamis, tgl 9 Juni 2016 pukul 09.45 d/d 11.15 wita, bertempat di Puspem Badung, Kepala BNN Kab. Badung menjadi Nara sumber pd kegiatan pelatihan wawasan kebangsaan yg diikuti oleh perwakilan guru2 mulai dari SD,SMP dan SMU se – Kabupaten Badung berjumlah 150 orang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh Badan Kebang, Pol dan Linmas Kab. Badung. Dlm persentasenya Kepala BNN Kab. Badung mengajak para guru utk senantiasa memiliki kepekaan terhadap setiap perubahan yg terjadi pd anak didiknya. Apabila ada indikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba segera dikoordinasikan dan dilaporkan kpd BNN Kab. Badung utk dilakukan langkah2 selanjutnya. Mengingatkan juga agar guru dapat memberikan tauladan bagi anak didiknya. Kegiatan berjalan dengan tertib ,para peserta sangat antusias dan mengajukan pertanyaan2 kepada narasumber.
    Dlm kegiatan tersebut juga disinggung dalam rangka memproteksi anak didik dari penyalahgunaan dan peredaran gelap nakoba, Kepala BNN Provinsi Bali melakukan terobosan kreatif dengan membuat kurikulum terintegrasi tentang masalah narkoba yg rencananya di launching pada tanggal 26 Juni 2016 bertepatan dengan upacara peringatan HANI 2016 di Provinsi Bali.‪#‎stopnarkoba‬

  • Kepala BNN Resmikan Gedung Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung, Bali

    Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba yang semakin masif menuntut pemerintah, dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai focal point di bidang penanggulangan Narkoba, melakukan berbagai terobosan signifikan dalam koridor Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara terpadu.

    Sesuai amanat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 65 ayat 1 yang menjelaskan bahwa cakupan kerja BNN meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka BNN membentuk perwakilannya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dengan tujuan mempermudah koordinasi dalam rangka implementasi dan akselerasi P4GN, menuju Indonesia Negeri Bebas Narkoba Tahun 2015.

    Sebagai wujud nyata vertikalisasi kelembagaan BNN, BNNK Badungtelah resmi berdiri sejak tanggal 6 Oktober 2011 dan untuk lebih mengoptimalisasi kinerja organisasi,pada hari Kamis, 21 Agustus 2014 Kepala BNN Anang Iskandar meresmikan penggunaan gedung BNNK Badung.  Gedung yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto VI/E No.2 Denpasar, Bali ini berdiri di atas lahan seluas ± 1000 M², dengan luas bangunan 500 M², terdiri dari bangunan utama 2 (dua) lantai. Penyediaan lahan untuk lokasi pembangunan gedung ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui mekanisme pinjam pakai.

    Berdasarkan hasil penelitian BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes-UI) tahun 2011, prevalensi penyalahguna Narkoba di propinsi Bali sekitar 1,8%.  Dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak ± 2.706.300 orang maka penyalahguna Narkoba di Bali diperkirakan mencapai 48.713 orang.  Menyikapi kondisi ini makatiap jajaran BNNK/Kota yang berada di bawah koordinasi BNNP Bali dituntut untuk berupaya keras menciptakan langkah-langkah konkret dan terintegrasi dalam upaya pencegahan, pemberantasan, pemberdayaan masyarakat serta rehabilitasi, guna menekan laju peningkatan prevalensi penyalahgunaan Narkoba.

    Selain itu terkait dengan Peraturan Bersama (Perber) tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi (telah ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Agung, Menkumham, Jaksa Agung, Kapolri, Kepala BNN, Menkes dan Mensos) pada 11 Maret 2014 lalu, maka akan dilaksanakan launching 16 lokasi pilot project asesmen terpadu oleh Menkumham dan Kepala BNN pada tanggal 26 Agustus 2014 esok di Jakarta.

    Peraturan Bersama merupakan mekanisme hukum dalam mengimplementasikanaturan tentang pelaksanaan rehabilitasi bagi penyalahguna Narkoba.  Peraturan Bersama ditujukan untuk menjembatani proses hukum, khususnya pada level penyidikan, guna menentukan apakah yang bersangkutan merupakan penyalahguna atau pengedar melalui proses asesmen aspek medis dan hukum.  Asesmen medis bertujuan menentukan apakah yang bersangkutan terindikasi sebagai pengguna Narkotika, berdasarkan kapasitas barang bukti dan motif penggunaan yang diajukan oleh penyidik. Sedangkan asesmen hukum untuk menentukan apakah yang bersangkutan terindikasi sebagai pengedar atau bagian dari jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba.

    Dengan diresmikannya gedung BNNK Badung ini diharapkan upaya P4GN di Kabupaten Badung dapat berjalan optimal dan mendukung secara penuh seluruh program yang telah dicanangkan oleh BNN dalam mewujudkan Indonesia Negeri Bebas Narkoba Tahun 2015.

  • KPA,PMI dan BNNK Badung Bersama Melaksanakan Renungan AIDS

    13247715_515734588613671_8072271298396038757_o

    KPA Kab Badung bekerjasama dg BNNK Kab Badung dan PMI Kab Badung melaksanakan MRAN (Malam Renungan Aids Nusantara) pd hari Sabtu, 14 Mei 2016 bertempat di ktr KPA Kab Badung. Hadir dlm kegiatan tsb adl Bpk Sekda Kab Badung mewakili Bpk Wakil Bupati Badung, Asisten I, Kadis Kesehatan, Ka Disdikpora, Kepala BNN Kab Badung dan perwakilan SKPD Kab Badung, KSPAN dan Yayasan terkait. Dlm sambutannya Bpk Sekda berharap smua komponen masy scr bersama-sama menciptakan lingkungan yg bersih dr Narkoba dan Aids. Dan smua yg hadir berkomitmen mendukung program pemerintah ini.

  • LELANG JABATAN TERBUKA UNTUK BNN PROVINSI BALI KHUSUS PNS

    BNN PROVINSI BALI MENGADAKAN LELANG TERBUKA UNTUK JABATAN KHUSUS ASN (PNS) PROVINSI BALI,KABUPATEN/KOTA YANG MEMENUHI KUALIFIKASI
    UNTUK POSISI :
    1. KASUBBAG PERENCANAAN BAGIAN UMUM
    2. KASUBBAG ADMINISTRASI BAGIAN UMUM
    3. KASUBBAG SARANA DAN PRASARANA BAGIAN UMUM
    4. KASI PENGUATAN LEMBAGA REHABILITASI BIDANG REHABILITASI
    5. KASI PENCEGAHAN BIDANG CERDAS
    6. KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG CERDAS.
    SILAHKAN MEMBACA SYARAT UNTUK MENGIKUTI TES DI 3 HALAMAN INI

    ASN 1

    ASN 2

    ASN 3

  • MANTAN POLISI JADI PENGEDAR SABU

    16299727_202987340170866_7075661690611489370_o

    Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersama BNN Provinsi Bali meringkus seorang pria pengedar sabu dengan Inisial IWM alias Lengkong (40 tahun), Pada hari Selasa (24/01) pukul 07.30 Wita bertempat di Didalam kamar kos Bagus Jaya Residence Jalan Gunung Tangkuban Perahu Banjar Tegal Buah,Padang sambian Kelod, Denpasar barat. maka Petugas mengamankan barang bukti (BB) 19 (sembilan belas) paket shabu seberat 13,05 gram. Kronologis penangkapan berdasarkan laporan masyarakat yang menyatakan bahwa di daerah tersebut sering dilakukan transaksi jual beli narkotika, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengawasan hingga menemukan seorang yang diduga menjadi pengedar. Pada saat petugas mendekati tersangka untuk melakukan penangkapan, petugas melihat tersangka membuang barang ke halaman dimana barang tersebut jatuh diatas kursi dipinggir kolam renang setelah ditanya tersangka yang juga mantan aparat tersebut mengakui bahwa barang tersebut adalah narkotika jenis sabu.
    Atas kejadian tersebut di atas, maka tersangka beserta barang bukti diamankan. Petugas kemudian melakukan pengembangan setelah melakukan penangkapan, dan berhasil mengamankan 8 (delapan) orang pelanggan tersangka, yaitu masing-masing, inisial NY (47 tahun) asal Kuta Badung, POJ (28 tahun) asal Denpasar, KAS (27 tahun) asal Denpasar, RM (37 tahun) Asal Denpasar, PN (39 tahun) asal Denpasar, MSJ (45 tahun) asal Denpasar, IGBS (35 tahun) asal Denpasar,dan terakhir AK (23 tahun) asal Denpasar.
    Saat ke delapan orang tersebut digeledah petugas tidak menemukan barang bukti, namun saat dilakukan test urine semua hasil positif Shabu. Selanjutnya ke Delapan orang tersebut diserahkan ke bidang rehabilitasi untuk dilakukan assessment dan tindakan penyelidikan apakah yang bersangkutan hanya sebagai pemakai atau pengedar, saat ini sedang dilakukan penyelidikan.
    Humas BNNP Bal

  • Monev BNNP Bali dengan Narasumber Danrem 163/Wirasatya

    15271803_167345610401706_5957576801535695692_o

    Monitoring Evaluasi Bulanan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, BNN Kabupaten dan Kota, diadakan di Royal Tulip Resort Ubud pada Jumat (02/12) dimulai pada pukul 09.00 wita dengan narasumber Danrem 163/wirasatya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa,SE. Pada kesempatan ini dibahas garis besar peran TNI dalam menyukseskan program besar P4GN. Acara ini dihadiri pejabat di lingkungan BNNP Bali,BNN Kota Denpasar,BNN Kab Badung dan BNN Kab Gianyar. #stopnarkoba #ke2janyata #toleransi

  • Pelantikan CPNS Menjadi PNS Di Lingkungan BNNP Bali,BNNK Badung,BNN Kota Denpasar dan BNNK Gianyar

    P_20160323_081700

    Pelantikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Di Lingkungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali,BNNK Badung,BNN Kota Denpasar dan BNNK Gianyar pada hari Rabu (23/03) Dimulai pukul 08.00 wita. Para pegawai negeri yang telah dilantik menandatangani berita acara pengangkatan yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa SH.
    Dalam sambutannya KA BNNP Bali menyampaikan bahwa BNN merupakan instansi vertikal yang merupakan basis vokal poin di bidang P4GN. BNN Haruslah mampu beradaptasi dan mempelajari tugas yang makin kompleks dengan penuh tanggung jawab. Pesan KA untuk para PNS yang dilantik adalah mengenali bidang tugas dengan sebaik-baiknya,lakukan tugas dengan penuh dedikasi loyalitas serta harus tetap menjaga kekompakan dan solidaritas atas rekan kerja.‪#‎stopnarkoba‬

  • Pemberdayaan Pelajar Oleh BNNK Badung

    13725036_540371022816694_3643733129334816071_o

    Sabtu tgl 16 Juli 2016 mulai pukul 09.00 – 11.00 wita, BNNK Badung bekerjasama dg Mahasiswa KKN Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar Angkatan XIII melaksanakan kegiatan Pemberdayaan pelajar dlm mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekolah melalui peningkatan pengetahuan tentang bahaya narkoba di SMPN 2 Petang, dengan peserta berjumlah 70 orang siswa yg terdiri dari OSIS dan KSPAN. Kegiatan didampingi oleh Kepala Sekolah beserta jajarannya dan Dosen Pembimbing KKN. Selama kegiatan para peserta mengikuti dengan antusias, terbukti dg banyaknya respon berupa pertanyaan yg ditujukan kpd nara sumber.‪#‎stopnarkoba‬

  • Penangkapan Oleh BNNK Badung Di Kerobokan

    13719596_540379006149229_6078753925444642285_o

    Rabu tgl 20 Juli 2016 Pukul 11.00 Wita, Sie Brantas BNN Badung melakukan penangkapan thd pelaku TP Narkotika an. EK dengan alamat Br. Bernasi, Ds. Buduk, Kec. Mengwi, Kab. Badung. Tempat Kejadian Perkara di daerah Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kab. Badung. Ditemukan 1 paket metamphetamin (sabu) yg disimpan 1 saku celana tersangka . Selanjutnya dilakukan pengembangan pada sekitar Pukul 15.00 wita dilakukan penangkapan/gledah thd kompyang B, pada penggeledahan tersebut di didalam kamar ditemukan 5 paket metamphetamin (sabu) siap edar. Terhadap kedua tersangka dilakukan tes urine dan terbukti positif mengandung Metamphetami dan MDMA.Pada saat ini dilakukan proses penyidikan oleh Penyidik BNNK Badung.‪#‎stopnarkoba‬

  • PENERTIBAN DI RUMAH KOS, 4 ORANG TERINDIKASI MENYALAHGUNAKAN NARKOBA

    foto penertiban

    Badung – Bali, Dalam rangka menekan penyalahgunaan narkotika, BNNK Badung bersinergi dengan Kelurahan Kerobokan Kaja melakukan Penertiban di Rumah Kos. Penertiban yang berlangsung pada hari Minggu (08/11) pukul 05.00 Wita ini menyasar 12 rumah kos di Lingkungan Banjar Muding Kaja dan Muding Kelod, Kel. Kerobokan Kaja, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung.
    Penertiban P4GN di wilayah Kerobokan Kaja ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Badung, Kombes Pol Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kepala Seksi Pemberantasan, Kompol Saifudin Jupri, SH. Asmiriwati menyatakan bahwa semangat dan komitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkoba tidak boleh berhenti dan harus selalu bergelora di setiap petugas BNNK Badung.
    Hadir pula Lurah Kerobokan Kaja, I Made Adnyana, S.STp beserta staf kantor lurah, babinsa, polmas, kaling dan pecalang dari lingkungan Banjar Muding Kaja dan Muding Kelod. Adnyana menyambut baik sidak bersama dengan BNNK dan berharap sidak seperti ini dapat berkelanjutan karena dengan adanya sidak seperti ini dapat menjadi shock therapy dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat khususnya generasi muda terlebih dengan menyasar langsung tempat kos yang dicurigai sebagai tempat peredaran dan pemakaian narkoba.
    Dalam pelaksanaan Penetiban P4GN di Wilayah Kerobokan Kaja, ditemukan 3 (tiga) orang penghuni kos dalam 1 lokasi penertiban yang terindikasi menyalahgunakan narkoba beserta barang bukti berupa batang dan daun ganja. Setelah dilakukan tes urine, ketiga orang penghuni kosan positif menggunakan marijuana/ganja, yang bersangkutan selanjutnya diamankan ke Kantor BNNK Badung di Jl. Raya Abianbase, Kapal – Mengwi untuk dilakukan pemeriksaan terkait dengan ditemukannya barang bukti.
    Sementara itu, di lokasi berbeda ditemukan 1 (satu) orang penghuni kosan yang terindikasi menyalahgunakan narkotika. Dari hasil tes urine ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika jenis Amphetamine.

  • Penertiban Penyalahgunaan Narkoba Di Wilayah Desa Darmasaba oleh BNNK Badung

    DSC_9861

    Badung, Bali – Dalam rangka menciptakan Wilayah Kabupaten Badung yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Badung bersinergi dengan Desa Darmasaba dalam penertiban Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di 2 tempat hiburan malam (kafe) dan 2 rumah kost di Wilayah Banjar Gulingan dan Banjar Baler Pasar Desa Darmasaba yang berlangsung pada hari Minggu (11/10) pukul 01.00 Wita.
    Sebelumnya, BNNK Badung juga menyasar rumah-rumah kos di Banjar Kekeran dan Banjar Puseh, Desa Angantaka pada Sabtu (10/10) dini hari. Hasil pelaksanaan penertiban di Desa Angantaka tidak ditemukan penghuni rumah kos yang terindikasi menyalahgunakan narkotika ataupun obat sejenisnya.
    Sementara itu, Kepala BNNK Badung, Kombes Pol Ni Made Asmiriwati., SH., MH didampingi oleh Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Badung, Kompol Saifudin Jupri, SH memimpin langsung jalannya penertiban di Desa Darmasaba. Hadir pula Perbekel Desa Darmasaba, I Made Taram, SH beserta Anggota 2 tim gabungan sejumlah 60 orang petugas yang terdiri dari staf BNNK Badung, Polsek Abiansemal, Pol PP Kec. Abiansemal, pecalang beserta linmas.
    Asmiriwati menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Badung khususnya di Desa Darmasaba. BNNK Badung mengajak warga turut berpartisipasi dalam upaya P4GN dengan melaporkan adanya penyalah guna narkoba di lingkungannya. “Narkoba yang merupakan kejahatan terorganisir dapat menjangkau semua lapisan masyarakat termasuk masyarakat di desa, sehingga setiap lapisan masyarakat wajib memerangi penyalahgunaan narkoba guna tidak terjadi loss generation” ujarnya.
    Selanjutnya, Perbekel Desa Darmasaba, I Made Taram, SH sangat menyambut baik sinergi pihaknya dengan BNNK Badung untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya. “Dengan adanya sidak gabungan ini kami dapat mengantisipasi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan terhadap obat-obatan terlarang melihat kondisi dan perkembangan narkoba saat ini yang meresahkan masyarakat” ujarnya.
    Disamping melaksakanan kegiatan penertiban P4GN, BNN juga melakukan test urine di lokasi penertiban. Dari 35 pekerja hiburan malam dan penghuni kos di Desa Darmasaba yang dilakukan tes urine, seluruhnya tidak ada yang terindikasi menyalahgunakan narkotika ataupun obat-obatan sejenisnya.

  • Pengantaran Penyalahguna Narkoba ke Balai Besar Rehabilitasi Lido

    Pada hari Rabu-Kamis, 7-8 Mei 2014 dilaksanakan Pengantaran 1 orang Penyalahguna Narkoba ke Balai Besar Rehabilitasi Lido, Sukabumi Jawa Barat

  • Pengumuman Penerimaan Pegawai Kontrak Pengawas Anjing K9 BNN

    file-page1

    file-page2

    file-page3

    file-page4

  • Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Rekrutmen dan Seleksi Pejabat Struktural Tahun 2016

    Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Rekrutmen dan Seleksi Pejabat Struktural Tahun 2016 Di Lingkungan BNN Provinsi Bali. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 22 Juli 2016 pkl. 17.00 Wita.Untuk Informasi setelah pendaftaran akan diumumkan oleh Bagian Kepegawaian BNNP Bali Silakan di share ke kerabat, terima kasih. ‪#‎Stopnarkoba

    Surat permohonan ASN untuk buleleng 2-page-001

    Surat permohonan ASN untuk buleleng-page-001

  • Pengungkapan JaringanNarkoba Kabupaten Badung-Kabupaten Gianyar
  • Penilaian Lomba Penyuluhan Bahaya Narkoba dari Banjar ke Banjar di wilayah Kelurahan Abianbase

    13443149_528249087362221_351520286070400021_o

    (17/06) BNN Kab Badung melanjutkan penilaian lomba Penyuluhan Bahaya Narkoba dari Banjar ke Banjar di wilayah Kelurahan Abianbase dimulai pukul 19.00 wita . Adapun banjar yg disasar pd malam hari ini adl Br. Dukuh, Br. Gede dan Br. Sengguan, dengan jml peserta masing2 banjar krg lbh 150 orang yg tdd Sekeha Teruna, PKK, dan Kepala Keluarga (warga banjar). Hadir dlm acara ini adl Kepala BNN Kab Badung beserta staf, Lurah Abianbase beserta staf, Kepala Lingkungan dan Kelihan Adat se – Kelurahan Abianbase. Disamping sebagai pembina dan juri, moment tersebut dijadikan peluang oleh BNNK Badung utk menggelorakan “stop narkoba” dan meminta masyarakat secara berkelanjutan berpartisipasi aktif dalam menanggulangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat lingkungan banjar masing2.‪#‎stopnarkoba‬

  • PENYUSUNAN KEBIJAKAN P4GN DI LINGKUNGAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGKAT SLTA SE-KABUPATEN BADUNG

    IMG_1095

    Badung – Bali, Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang bersifat borderless atau tidak mengenal batas tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat perkotaan semata namun sudah merambah ke masyarakat pedesaan bahkan lingkungan pendidikan menjadi sasarannya. Jika hal tersebut tidak diimbangi dengan pembekalan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, dikhawatirkan barang haram tersebut akan merajalela. Oleh karenanya, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung mengadakan kegiatan Advokasi bagi Lembaga Pendidikan Tingkat SLTA dalam Penyusunan Kebijakan P4GN melalui FGD pada Rabu (16/09).
    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BNN Kabupaten Badung tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Drs. I Ketut Widia Astika, MM sekaligus memberikan pemaparan mengenai Peranan Disdikpora Kabupaten Badung dalam Upaya P4GN di Kabupaten Badung. “Sosialisasi dan kegiatan-kegiatan lainnya dibidang extrakurikuler, memberikan ruang bagi siswa untuk berkaktivitas dengan kreasinya sehingga meminimalkan pikirkan dan perbuatan negatif seperti penyalahgunaan narkotika” ungkapnya.
    Dalam paparannya, Kepala Disdikpora meminta Semua personel sekolah mencakup kepala sekolah, guru, pengawai tata usaha,keamanan sekolah harus menjadi suri tauladan bagi siswa dalam menaatiperaturan/tata tertib tersebut dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun dirumah, sehingga guru memiliki wibawa, tapi bukan sikap yang dibuat-buat.
    Hadir dalam kegiatan kepala BNN Kabupaten Badung Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Badung, I Ketut Kamandita, S.Pt. Sasaran dari kegiatan ini adalah 15 orang guru dari SMA dan SMK di Kabupaten Badung.
    Kepala BNNK Badung menyebutkan bahwa kegiatan Advokasi melalui Focus Group Discussion ini bertujuan untuk menyusun kesepakatan bersama di Lingkungan pendidikan tingkat SLTA di Kabupaten Badung dalam upaya P4GN di sekolahnya.

  • PENYUSUNAN KEBIJAKAN P4GN DI LINGKUNGAN SMK SE-KABUPATEN BADUNG

    IMG_1575

    Badung – Bali, Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang bersifat borderless atau tidak mengenal batas tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat perkotaan semata namun sudah merambah ke masyarakat pedesaan bahkan lingkungan pendidikan menjadi sasarannya. Jika hal tersebut tidak diimbangi dengan pembekalan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, dikhawatirkan barang haram tersebut akan merajalela. Oleh karenanya, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung mengadakan kegiatan Advokasi bagi Lembaga Pendidikan Tingkat SLTA dalam Penyusunan Kebijakan P4GN melalui FGD pada Selasa (28/09).
    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BNN Kabupaten Badung tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Pd yang menjadi narasumber dalam materi Peranan Disdikpora Kabupaten Badung dalam Upaya P4GN di Kabupaten Badung.
    Suardana meminta Semua personel sekolah mencakup kepala sekolah, guru, pengawai tata usaha,keamanan sekolah harus menjadi suri tauladan bagi siswa dalam menaatiperaturan/tata tertib tersebut dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun dirumah, sehingga guru memiliki wibawa, tapi bukan sikap yang dibuat-buat.
    Hadir dalam kegiatan kepala BNN Kabupaten Badung Ni Made Asmiriwati, SH., MH yang didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Badung, I Ketut Kamandita, S.Pt. Sasaran dari kegiatan ini adalah 15 orang guru dari SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Badung.
    Kepala BNNK Badung menyebutkan bahwa kegiatan Advokasi melalui Focus Group Discussion ini bertujuan untuk menyusun kesepakatan bersama di Lingkungan SMK di Kabupaten Badung dalam upaya P4GN di sekolahnya.
    Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut yaitu komitmen lembaga pendidikan tingkat SLTP di Kabupaten Badung untuk menciptakan sekolah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dengan : memberikan sanksi hukuman kepada siswa-siswi yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, melakukan razia terhadap penyimpangan penyalahgunaan narkoba dan kekerasan benda tajam, keteladanan guru sehingga menjadi suri tauladan bagi siswa-siswi dalam menaati peraturan dan tata tertib dalam kehidupan sehari-hari, pengharghaan dan pujian bagi siswa yang taat sehingga mendorong siswa lainnya untuk menaati peraturan yang berlaku serta aktif memberikan Sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah.

  • Peranan Penting PKK dalam Pencegahan Dan Penyalahguna Narkoba

    Pemberian Materi dalam rangka Pelatihan Wasbang bagi Perempuan di Kabupaten Badung tahun 2015 yang dilaksanakan oleh Badan Kesbang.Pol dan Linmas Kabupaten Badung pada hari Selasa,9 Juni 2015 pukul 14.00 – 15.30 Wita di ruang pertemuan Badan Kesbang Pol dan Linmas,Puspem Mangupraja Mandala di Mengwi. Materi yang disampaikan yaitu peranan penting PKK dalam Pencegahan,Penyalahguna Narkoba oleh Kepala BNNK Badung Ni Made Asmiriwati kepada 68 peserta yang terdiri dari 62 Tim penggerak PKK Desa/Kelurahan se Kabupaten Badung dan 6 Tim penggerak PKK kecamatan

  • PERINGATAN HARI HANI 2016 OLEH BNNK BADUNG

    13528420_531515897035540_3044835428241483360_o

    Upacara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional oleh BNN Kabupaten Badung pd hari Minggu tanggal 26 Juni 2016 jam mulai 08.00 wita s/d 09.30 wita, bertempat di Lapangan Puspem Kab. Badung Mangupraja Mandala dg IRUP Bpk Bupati Badung. Adapun Undangan yg hadir dlm acara ini adl Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kab. Badung, Wakil Bupati Badung, Sekda Kab. Badung, Wakil Ketua DPRD Kab. Badung, Seluruh Kepala SKPD Kab. Badung, Camat, Perbekel/ Lurah se Kab. Badung, Kepala SMA/SMK dan SMP, Bendesa Adat, Ketua Yayasan Musim Indonesia, Tokoh Masyarakat dan mantan Kepala BNNK Badung.
    ( Undangan sekitar 120 orang). Hadir sbg peserta adl 1 Peleton pasukan Polresta Denpasar, 1 Peleton pasukan Polres Badung, 1 Peleton pasukan Kodim 1611/Badung, 1 Peleton pasukan BPBD Kab. Badung, 1 Peleton pasukan Sat Pol PP Kab. Badung, 1 Peleton pasukan Dishubkominfo Kab. Badung, 1 Peleton pasukan Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Badung, 1 Peleton pasukan KORPRI, 1 Peleton pasukan BNN Kab. Badung, 1 Peleton pasukan AKBID, 1 Peleton Pasukan STIKES, 3 Peleton pasukan SMP/SMA/SMK, 2 Peleton pasukan pramuka SMP/SMA. Dalam upacara, Irup telah membacakan sambutan KBNN. Selesai upacara dilanjutkan acara tambahan, Bpk Bupati Badung didampingi Ketua DPRD dan Kepala BNN Kab. Badung menyerahkan penghargaan kpd 5 orang yg telah berupaya aktif dan mandiri melaksanakan P4GN di Kab. Badung.‪#‎HANI2016‬

  • RAKOR PENINGKATAN PERANAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA P4GN

    13260048_519630831557380_489924474684881955_n

    Badung – Bali, Darurat Narkoba di Indonesia merupakan kondisi dimana saat ini Indonesia sudah masuk ke dalam taraf yang sangat memprihatinkan atas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Adanya angka penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi adalah alasan utama yang membuat Indonesia termasuk dalam klasifikasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menyatakan bahwa penduduk Provinsi Bali di tahun 2015 berjumlah 3.049.900 orang dengan prevalensi penyalahguna anrkoba adalah 2,01 %. Hal ini menandakan bahwa pengguna narkoba sebanyak 61.353 orang. Dari jumlah penyalahguna narkoba di negara kita, 50,34% adalah golongan pekerja swasta, Instansi Pemerintah, dan wiraswasta.
    Sejalan dengan itu, BNN Kabupaten Badung mengadakan kegiatan Rakor Peningkatan Peranan dan Partisipasi Lingkungan Masyarakat dalam Upaya P4GN dalam Rangka Pemberdayaan penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat pada Kamis (26/05) bertempat di Ayodya Ballroom Hotel Made Bali Sempidi. Kegiatan diikuti oleh 20 orang yang terdiri dari Lurah dan Perbekel serta perwakilan Kantor Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Badung.
    Tujuan pelaksanaan Rakor ini adalah mengajak seluruh peserta untuk peduli terhadap permasalahan narkoba di lingkungannya, mensinergikan Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, untuk memetakan calon penggiat anti narkoba yang akan dibekali untuk pengembangan kapasitas P4GN, dan mewujudkan kepedulian masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun lingkungan bebas narkoba sesuai dengan amanat UU Nomor 35 Tahun 2009 pasal 104 bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
    Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bali, Ni Ketut Adi Lisdiani memberikan pemaparan tentang Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN, I Wayan Somaribawa dari BPMD Kabupaten Badung dengan materi tentang Peran aktif lurah/perbekel/tokoh masyarakat dalam P4GN. Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini memberikan pemaparan mengenai Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan memperoleh pengembangan Kapasitas.
    Kegiatan diakhiri dengan menggelorakan komitmen Stop Narkoba oleh seluruh peserta yang hadir. Dengan menggelorakan Stop Narkoba diharapkan peserta dapat aktif dan berperan serta mendukung upaya P4GN di lingkungannya. (Humas bnnk Badung)

  • Rapat Koordinasi Airport Interdiction Bandara Ngurah Rai Bali

    Maraknya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga menjadi issue global dunia saat ini. Peredaran gelap narkotika antar Negara sudah lumrah terjadi dewasa ini. Masuknya – keluarnya narkotika ke maupun dari Indonesia melalui beberapa titik rawan baik seaport maupun airport. Untuk itu, semua pihak pemegang otoritas maupun pengguna jasa transportasi wajib ikutserta dalam pencegahan, pemberantasan penggunaan dan peredaran gelap narkotika.

    Untuk lebih meningkatkan upaya P4GN terutama melalui jalur transportasi udara khususnya di bandara Ngurah Rai Bali, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali mengadakan rapat koordinasi airport interdiksi terpadu bekerjasama dengan instansi terkait. Rapat koordinasi yang telah dilaksanakan pada tanggal  2 Juli 2014 ini di fasilitasi oleh PT. Angkasa Pura 1 bertempat di Gedung Wisti Sabha Angkasa Pura. Rapat koordinasi ini membahas mengenai permasalahan dan kendala yang di hadapi selama ini dalam mencegah dan menanggulangi peredaran gelap narkotika, serta kebijakan strategis dan taktis dalam memperkuat kerjasama semua instansi dalam memerangi narkotika.

    Rapat koordiansi ini dihadiri oleh :

    1. Kantor Wilayah Dirjen Bea & Cukai Bali, NTB & NTT;
    2. Kantor Bea & Cukai Bandara Ngurah Rai
    3. Direktorat Narkotika POLDA Bali;
    4. Direktorat Intelkam POLDA Bali;
    5. Kantor Wilayah Hukum & HAM Provinsi Bali;
    6. Co. General Manager Angkasa Pura;
    7. POLSEK Bandara Ngurah Rai;
    8. Kantor Imigrasi Bandara Ngurah Rai;
    9. Kantor Kesehatan Bandara Ngurah Rai;
    10. Kantor Karantina Pertanian Bandara Ngurah Rai;
    11. Badan Pengawas Obat dan Makanan Provinsi Bali;
    12. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung;
    13. Badan Intelijen Negara Daerah Bali.

    Dalam rapat koordinasi ini, disepakati bahwa team interdiksi terpadu yang terdiri dari berbagai instansi tersebut akan segera di aktifkan kembali dan diharapkan dapat melakukan kerjasama sebaik – baiknya dalam rangka P4GN terutama jalur penyelundupan Bandara Ngurah Rai Bali.

  • Rapat koordinasi BNN Provinsi Bali,BNN Kota Denpasar,BNNK Badung, dan BNNK Gianyar

    13653279_537110309809432_8236396130247221641_o

    (13/07) Rapat koordinasi BNN Provinsi Bali,BNN Kota Denpasar,BNNK Badung, dan BNNK Gianyar Melakukan rapat koordinasi Bulanan bertempat di Puspem Badung dimulai pukul 09.00 wita.
    Rapat ini dipimpin oleh Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa,SH dan dihadiri oleh Ka BNN Kota Denpasar,BNNK Badung, BNNK Gianyar serta seluruh Kabid,Kasi dan dalam penyampaian rapat ini dibahas berkaitan dengan koordinasi antar bidang dan juga kegiatan yang telah dilakukan. ‪#‎stopnarkoba‬

  • Rapat Koordinasi BNN Se-Bali Di Enjung Beji Tabanan

    13220707_516100501910413_6843157513791333417_o

    Rapat koordinasi rutin bulanan dilakukan oleh Jajaran badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali,BNN Kota Denpasar,BNN Kab Gianyar dan Badung bertempat di ruang rapat resort Enjung Beji Bedugul Tabanan dimulai pada pukul 08.30 wita pada hari Selasa (17/05).
    Dalam kesempatan ini dilakukan pemaparan hasil kegiatan dari berbagai bidang dan juga Ka BNNK sehingga dapat menjadi bahan diskusi apa yang kurang dan menambah sinergitas antar personil BNN Bali.

  • Sinergitas BNN Kabupaten Badung dengan Kodim 1611/Badung Dalam Mencegah Narkoba

    IMG_4742

    Badung – Bali, Kita semua tidak bisa lagi memandang remeh permasalahan narkotika yang semakin mengancam generasi penerus negeri ini. Tidak pula membebankan tanggungjawab penanganan masalah narkotika hanya kepada Badan Narkotika Nasional semata. Sinergitas lintas sektoral mutlak diperlukan. Dalam mengatasi permasalahan narkotika mengingat kejahatan narkotika telah merongrong ke dalam semua sektor di negeri ini, diantaranya mengancam institusi TNI/Polri. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa oknum TNI/Polri yang menjadi tersangka kasus tindak pidana narkotika.
    Sejalan dengan hal itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung melalukan sinergi dengan KODIM 1611/Badung dalam mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang dilanjutkan dengan pelaksanaan test urine sebagai bentuk deteksi dini dari penyalahgunaan narkoba.
    Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH.,MH yang didampingi oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat I Ketut Kamandita, S.Pt. Dalam paparannya, Kepala BNN Kabupaten Badung mengajak seluruh peserta yang terdiri dari anggota TNI, Persit dan FKPPI untuk membantu upaya P4GN di wilayah Kabupaten Badung dengan melaporkan pengedar dan korban penyalah guna narkoba ke BNN Kabupaten Badung.
    Sementara itu, Kasdim 1611/Badung I Dewa Ketut Darmada mewakili Dandim 1611/Badung menyambut baik pelaksanaan kegiatan. Melalui kegiatan ini, beliau mengharapkan anggotanya memiliki sikap imun terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba sehingga tidak ada anggota yang terlibat tindak pidana narkotika.

    Selain mendapatkan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan upaya P4GN anggota Kodim 1611/Badung melakukan test urine. Dari 75 (tujuh puluh lima) sampel urine, seluruhnya tidak ada yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. (Humas BNNK Badung)

  • SMK PGRI 2 BADUNG BERKOMITMEN STOP NARKOBA

    IMG_6041

    Badung – Bali, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung kembali menyasar dunia pendidikan di Wilayah Kabupaten Badung dengan program kegiatan Diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui penyuluhan/sosialisasi kepada pelajar pada hari Selasa (26/04). Kali ini BNN Kabupaten Badung mengajak seluruh siswa dan guru di SMK PGRI 2 Badung berkomitmen untuk Stop Narkoba. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan daya imun pelajar untuk berani menolak segala bentuk ajakan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
    Kepala BNN Kabupaten Badung, Ni Ketut Masmini, SH., MH hadir sebagai narasumber memberikan sosialisasi kepada pelajar di SMK PGRI 2 Badung didampingi oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, I Ketut Kamandita, S.Pt. Dalam paparannya, Masmini mengatakan keprihatinannya atas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang semakin meluas dengan kondisi darurat narkoba saat ini. Makanya upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba harus terus dilakukan secara komprehensif dan kita siap perang dengan narkoba.
    Melihat pelajar merupakan potensi market bagi Bandar narkoba, dengan adanya pemahaman dan pengetahuan pelajar terhadap bahaya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan siswa-siswi punya sikap tegas untuk menolak penyalahgunaan narkoba, disamping itu dapat meneruskan kembali informasi yang didapatkan kepada teman ataupun keluarganya.
    Dalam menangani masalah narkoba di lingkungan pendidikan ini dibutuhkan sinergitas peran antara pendidik dan seluruh elemen masyarakat. siswa-siswi juga diharapkan sadar diri dan lingkungan, jika ada teman atau keluarga yang menjadi korban penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat digandeng untuk melakukan rehabilitasi ke BNN.
    Selain kegiatan Sosialisasi, peserta diajak untuk berkomitmen menjauhi diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba dengan meneriakkan slogan “Say No To Drug” dan STOP NARKOBA. Kegiatan diakhiri dengan pemasangan stiker Stop Narkoba sebagai bentuk komitmen seluruh warga SMK PGRI 2 Badung untuk menolak narkoba dan ikut serta dalam upaya P4GN (Humas BNNK)

  • Sosialisasi dan Pemeriksaan Urine menggunakan alat NARCO TEST kpd Siswa SMK Bali Khresna Medika

    13776030_540373442816452_7454792412597891712_n

    Senin, tgl 18 Juli 2016 mulai pukul 08.00 – 13.30 wita, Dinas Kesehatan Kab. Badung bekerjasama dg BNNK Badung, Polresta Denpasar dan Polres Badung mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Pemeriksaan Urine menggunakan alat NARCO TEST kpd Siswa SMK Bali Khresna Medika, SMPN 2 Mengwi dan Mahasiswa AKBID Bali Wisnu Dharma dengan hasil sbb : 1. SMK Bali Khresna Medika , jml siswa yg diperiksa urinenya sebanyak 40 orang dgn hasil 1 orang positif MDMA dan 1 orang positif Methamphetamine. 2. SMPN 2 Mengwi, jml siswa yg diperiksa urinenya sebanyak 40 orang dgn hasil 1 orang positif MDMA dan Methamphetamine. 3. AKBID Bali Wisnu Dharma, jml mahasiswa yg diperiksa urinenya sebanyak 40 orang dg hasil 2 orang positif MDMA dan Methampetamine. Sbg tindak lanjut, siswa/mahasiswa yg hasil tes urinenya positif akan diantar ke BNNK Badung oleh Kepala Sekolah/Direktur utk mendapatkan penanganan lebih lanjut.‪#‎stopnarkoba‬